Nadia F

12 Desember 2024 11:01

Iklan

Nadia F

12 Desember 2024 11:01

Pertanyaan

Sejak cultuurstelsel diterapkan di Jawa atas tanaman tebu, Indonesia masuk dalam sistem perekonomian dunia. Industri dengan modal besar masuk Indonesia dan menjadi tulang punggung perekonomian kolonial kala itu. Hingga sekarang, industri perkebunan yang dimulai sejak masa kolonial Belanda masih beroperasi. Mengapa agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploatasi Hindia Belanda? jelaskan!!

Sejak cultuurstelsel diterapkan di Jawa atas tanaman tebu, Indonesia masuk dalam sistem perekonomian dunia. Industri dengan modal besar masuk Indonesia dan menjadi tulang punggung perekonomian kolonial kala itu. Hingga sekarang, industri perkebunan yang dimulai sejak masa kolonial Belanda masih beroperasi. Mengapa agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploatasi Hindia Belanda? jelaskan!!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

32

:

00

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tri A

25 Desember 2024 18:37

Jawaban terverifikasi

<p>Agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploitasi Hindia Belanda karena beberapa alasan strategis dan ekonomis. Berikut adalah penjelasan mengapa agroindustri, khususnya industri perkebunan, dipilih oleh Belanda:</p><p>1. Sumber Daya Alam yang Melimpah<br>&nbsp; Hindia Belanda (sekarang Indonesia) memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanah yang subur dan iklim tropis yang mendukung pertanian. Hal ini membuatnya ideal untuk pengembangan perkebunan seperti tebu, kopi, teh, dan karet.</p><p>2. Pasar yang Luas<br>&nbsp; Eropa pada masa itu mengalami Revolusi Industri yang meningkatkan permintaan akan bahan baku industri dan produk pertanian. Dengan menguasai Hindia Belanda, Belanda dapat memenuhi kebutuhan pasar Eropa dengan produk-produk dari perkebunan.</p><p>3. Modal dan Teknologi<br>&nbsp; Pada masa kolonial, Belanda memiliki modal dan teknologi yang cukup untuk mengembangkan industri perkebunan. Mereka memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk mengolah lahan-lahan besar dengan metode modern yang meningkatkan produktivitas.</p><p>4. Keuntungan Ekonomi<br>&nbsp; Industri perkebunan memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi Belanda. Produk-produk seperti tebu, kopi, dan karet memiliki nilai ekspor yang tinggi danumber pendapatan utama bagi perekonomian kolonial.</p><p>5. Kontrol dan Stabilitas<br>&nbsp; Dengan mengendalikan sektor pertanian, Belanda dapat memastikan stabilitas ekonomi dan sosial di wilayah koloninya. Mereka juga dapat mencegah intervensi dari kekuatan asing lainnya dengan memonopoli produksi dan perdagangan.</p><p>6. Pengaruh Politik dan Sosial<br>&nbsp; Kekayaan yang diperoleh dari industri perkebunan memungkinkan Belanda untuk memperkuat posisinya secara politik dan sosial baik di dalam negeri maupun di koloni. Ini termasuk pembangunan infrastruktur dan kota-kota pelabuhan yang mendukung aktivitas ekonomi.</p><p>7. Pengembangan Infrastruktur<br>&nbsp; Untuk mendukung industri perkebunan, Belanda juga mengembangkan infrastruktur seperti jalan raya, rel kereta api, dan pelabuhan. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung transportasi hasil pertanian tetapi juga memfasilitasi perdagangan dan mobilitas tenaga kerja.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploitasi Hindia Belanda karena kombinasi dari kekayaan sumber daya alam, pasar yang luas, modal dan teknologi yang tersedia, serta keuntungan ekonomi yang signifikan. Strategi ini memungkinkan Belanda untuk memperoleh keuntungan maksimal dari wilayah koloninya sambil mempertahankan kontrol dan stabilitas politik.</p>

Agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploitasi Hindia Belanda karena beberapa alasan strategis dan ekonomis. Berikut adalah penjelasan mengapa agroindustri, khususnya industri perkebunan, dipilih oleh Belanda:

1. Sumber Daya Alam yang Melimpah
  Hindia Belanda (sekarang Indonesia) memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanah yang subur dan iklim tropis yang mendukung pertanian. Hal ini membuatnya ideal untuk pengembangan perkebunan seperti tebu, kopi, teh, dan karet.

2. Pasar yang Luas
  Eropa pada masa itu mengalami Revolusi Industri yang meningkatkan permintaan akan bahan baku industri dan produk pertanian. Dengan menguasai Hindia Belanda, Belanda dapat memenuhi kebutuhan pasar Eropa dengan produk-produk dari perkebunan.

3. Modal dan Teknologi
  Pada masa kolonial, Belanda memiliki modal dan teknologi yang cukup untuk mengembangkan industri perkebunan. Mereka memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk mengolah lahan-lahan besar dengan metode modern yang meningkatkan produktivitas.

4. Keuntungan Ekonomi
  Industri perkebunan memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi Belanda. Produk-produk seperti tebu, kopi, dan karet memiliki nilai ekspor yang tinggi danumber pendapatan utama bagi perekonomian kolonial.

5. Kontrol dan Stabilitas
  Dengan mengendalikan sektor pertanian, Belanda dapat memastikan stabilitas ekonomi dan sosial di wilayah koloninya. Mereka juga dapat mencegah intervensi dari kekuatan asing lainnya dengan memonopoli produksi dan perdagangan.

6. Pengaruh Politik dan Sosial
  Kekayaan yang diperoleh dari industri perkebunan memungkinkan Belanda untuk memperkuat posisinya secara politik dan sosial baik di dalam negeri maupun di koloni. Ini termasuk pembangunan infrastruktur dan kota-kota pelabuhan yang mendukung aktivitas ekonomi.

7. Pengembangan Infrastruktur
  Untuk mendukung industri perkebunan, Belanda juga mengembangkan infrastruktur seperti jalan raya, rel kereta api, dan pelabuhan. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung transportasi hasil pertanian tetapi juga memfasilitasi perdagangan dan mobilitas tenaga kerja.

 

Dengan demikian, agroindustri menjadi pilihan utama Belanda dalam mengeksploitasi Hindia Belanda karena kombinasi dari kekayaan sumber daya alam, pasar yang luas, modal dan teknologi yang tersedia, serta keuntungan ekonomi yang signifikan. Strategi ini memungkinkan Belanda untuk memperoleh keuntungan maksimal dari wilayah koloninya sambil mempertahankan kontrol dan stabilitas politik.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

HOS Cokroaminoto, Yang Guru Bangsa Haji Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah barname RM Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakaknya, RM. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo Tjokro lahir di Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 16 Agustus 1882. Awalnya kehidupan Tjokro terbilang biasa-basa saja. Semasa kecil ia dikenal sebagai anak yang nakal dan suka berkelahi. Setelah beberapa kali berpindah sekolah, akhirnya ia berhasil menyelesaikan sekolahnya di osvia (sekolah calon pegawai pervarintah atau pamong praja di Magelang pada tahun 1902. Setelah menamatkan osvia, Tjokro bekerja sebagai seorang juru tulis di Ngawi, Jawa Timur Tiga tahun kemudian ia bekerja di perusahaan dagang di Surajaya. Keindahannya ke Surajaya membawanya terjun ke dunia politik. Di kota pahlawan itu Tjokro kemudian bergabung dalam Sarekat Dagang Islam (sdi pimpinan H. Samanhudi, la menyarankan agar SDI diubah menjadi partai politik. SDI kemudian resmi diubah menjadi Sarekat Islam (50) dan Tjokro menjadi Ketua SI pada tanggal 10 Sepetember 1912. Tjokroaminoto dipercaya untuk memangiku jabatan ketua setelah sebelumnya menjabat sebagai komisaris Sl. Di bawah kepemimpinannya, Sl mengalami kemajuan pesat dan berkembang menjadi partai massa sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda. Pemerintah Hindia Belanda berupaya menghalangi St yang termasuk organisasi Islam terbesar pa anak tu. Pemerintah kolonial sangat membatasi kekuasaan pengurus pusat Si agar mudah di dipengaruhi pangreh praja setempat. Situasi itu menjadikan Sl menghadapi kesenjangan antara p dan daerah yang menyebabkan kesulitan dalam mobilisasi para anggotanya. G 57 tahap Thidangka ke by Iharaar magedi inspire smu generasi muda Pada periode tahun 1912-1916, Tjokroaminoto dan para pemimpin Si lainnya sedikit bersikap moderat terhadap pamarntah Belancia. Mereka memperjuangkan penegakan hak-hak manusia sewa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tapi sejak tahun 1916, menghadapi pembentukan Dewan Rakyat 8. sana m jadi hangat. Dalam kongres kongres 51, Tjokroaminoto mulai melancarkan ide pembentukan kation (bangsa) dan pemerintahan sendiri. Sebagai reaksi terhadap seni Novembar (November beloftemt, Gubernur Jenderal dan Limburgh Stanum, Tjokroaminoto selaku wakil SI delam Volksraad bersama sastrawan, aktivis, jurnalis Adul Kuis, Cipto Mangunkusumo mengajukan mosi yang kemudian dikenal dengan Mosi Tjokroaminoto pada tanggal 25 November 1918. Mereka menuntut Pertama, pembentukan Dewan Negara di mana penduduk semua wakil dari kerajaan. Kedua, pertanggungjawaban departemen/pemerintah Hindia Belanda terhadap perwakilan rakyat. Tiga, pertanggungjawaban terhadap perwakilan rakyat. Keempat, reformasi pemerintahan dan desentralisasi. Intinya, mereka menuntut pemerintah Belanda membentuk parlemen yang anggotama dipilih dari rakyat dan oleh rakyat Pemerintah sendiri dituntut bertanggung jawab pada parlemen Namun, oleh Ketua Parlemen Belanda, tuntutan tersebut dianggap hanya fantasi belaka. Selanjutnya, pada kongres gas ona SI di Yogyakata tanggal 2-6 Maret 1921, SI pimpinan Tjokro . memberikan reaksi atas sikap pemerintah Belanda tersebut dengan merumuskan tujuan perjuangan politik Sl sebagai, Untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda. Selama hidupnya, Tjokroaminoto merupakan sosok yang berpengaruh besar terhadap tokoh-tokoh muda pergerakan nasional saat itu. Keahliannya berpidato ia gunakan untuk mengecam kesewenang wenangan pemerintah Belanda. Semasa perjuangannya, dia misalnya mengecam perampasan tanah oleh Belanda untuk dijadikan perkebunan milik Belanda. la juga mendesak Sumatera Landsyndicaat supaya mengembalikan tanah rakyat di Gunung Seminung (tepi Danau Danau, Sumatera Selatan). Nasib para dokter pribumi juga turut diperjuangkannya dengan menuntut kesetaraan kedudukan antara dokter Indonesia dengan dokter Belanda. Pada tahun 1920, Tjokro dijebloskan ke penjara dengan tuduhan marghasut dan mempersiapkan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintah Belanda. Pada Apris 1922, setelah tujuh bulan meringkuk di penjara, ia kemudian dibebaskan. cokroaminoto kemudian diminta kembali untuk duduk am Volksraad, namun permintaan itu ditolaknya kerena ia sudah tak mau lagi bekerja sama dengan pemerintah Belanda Sebagai tokoh masyarakat, pemerintah koloria menjulukinya sebagai de Ongekroonde Kuning dan Jasa (Raja Jawa yang tidak bermahkota atau tidak dinobatkan). Pengaruh Tjokro yang Luas menjadikannya sebagai tokoh panutan masyarakat. Karena alasan itu pula maka R.M. Soekemi Sesrodihardjo mengirimkan anaknya Soekamo untuk pendidikan dengan in de kost di rumahnya. Selain menjadi politikus, Tjokroaminoto aktif menulis karangan di majalah dan surat kabar. Salah satu karyanya ialah buku yang berjudul Islam dan Nasionalisme. Tjokroaminoto menghembuskan napasnya yang terakhir pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakata pada usia 51 tahun. Atas jasa-jasanya kepada negara, Haji Gemar Siad Cokroaminoto dianugerahkan gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No.590 Tahun 1961, tanggal 9 Nopember 1961. 1. carilah gagasan penjelas dari teks diatas 2. carilah keteladanan atau hikmah dari teks diatas

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Kondisi kehidupan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan belum stabil. Dibawah ini adalah penyabab ketidakstabilan kehidupan politik pada masa awal kemerdekaan, kecuali... A. Pertentangan antar partai B. Gangguan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali C. Munculnya kesulitan ekonomi dan keuangan D. Terjadinya bentrokan antar etnis E. Munculnya gangguan keamanan dalam negeri 2. Pada tanggal 3 November 1945 diterbitkan maklumat pemerintah mengenai pendirian partai partai politik. Sebelum adanya maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945, Indonesia merencanakan satu partai tunggal yaitu... A. Masyumi D. PNI B. PKI E. NU C. PSI 3. Terbentuknya Kabinet Sjahrir tanggal 14 November 1945 merupakan suatu bentuk penyelewengan pertama pemerintah RI terhadap UUD 1945. Sejak tanggal 14 November 1945 Indonesia menganut sistem pemerintahan... A. Presidensial B. Liberalisme C. Parlementer D. Terpimpin E. Aristokrasi 4. Berdirinya partai partai politik telah mendorong Sutan Sjahrir yang berasal dari partai Sosialis untuk menghidupkan bentuk pemerintahan dengan cabinet parlementer. Hal ini dilakukan dengan alasan... A. agar perjuangan bangsa Indonesia mendapat dukungan dari negara negara barat B. mengikuti arus perpolitikan Indonesia yang mulai berkembang C. sesuai dengan perkembangan ideology di Indonesia D. sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 E. permintaan dari Presiden Soekarno. 5. Pada masa awal kemerdekaan, system pemerintahan berubah dari presidensial menjadi parlementer. Salah satu alasan dan pertimbangan perubahan system pemerintahan dari presidensial ke parlementer pada awal kemerdekaan adalah... A. Demokrasi bisa segera ditegakkan secara benar B. Parlementer sangat cocok untuk bangsa Indonesia C. Presidensial tidak sesuai dengan Indonesia yang multi etnis. D. Presidensial terlalu sulit untuk diterapkan dalam pemerintahan E. Mempermudah perundingan dengan Belanda 6. Sampai dengan awal tahun 1946, keadaan ibu kota Jakarta semakin kacau. Pemerintah terus didesak dan diteror oleh pemerintah asing.Pada saat ibukota dipindahkan ke Yogyakarta, Perdana Menteri Sjahrir masih berkedudukan di Jakarta untuk... A. menghadapi terror Belanda B. menjalankan roda pemerintahan dari pusat C. menghimpun kekuatan menghadapi Belanda D. menciptakan pemerintahan tandingan E. mengadakan hubungan dengan luar negeri 7. Kondisi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan tidak stabil. Keadaan ekonomi pada awal kemerdekaan mengalami kekacauan, salah satu factor penyebab antara lain... A. Adanya Blokade ekonomi oleh Belanda B. Rakyat Indonesia hanya mengandalkan pendapatan dalam pertanian . C. Banyaknya investor asing yang mengintervensi perekonomian Indonesia D. Rendahnya sumber daya manusia Indonesia dalam perekonomian E. Sering terjadi konflik horizontal dalam negeri Indonesia 8. Kondisi kehidupan ekonomi pada masa awal kemerdekaan tidak stabil karena terjadi inflasi. Terjadinya inflasi pada masa awal kemerdekaan disebabkan oleh... A. Indonesia belum memiliki mata uang yang sah B. Tentara Jepang masih menguasai sebagian besar sector ekonomi C. Terjadinya pertempuran pertempuran diberbagai daerah. D. Peredaran mata uang Jepang yang belum terkendali E. Munculnya perusahaan perusahaan asing milik Belanda 9. Indonesia harus dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi pada masa awal kemerdekaan. Salah satu upaya bangsa Indonesia dalam melakukan perbaikan ekonomi pada awal kemerdekaan dilakukan dengan cara ... A. Menaikkan pajak dan bea Cukai B. Meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan untuk diekspor C. Mengeluarkan mata uang sendiri (ORI) D. Mengisi kas pemerintah yang kosong E. Mengedarkan uang secara besar besaran. 10. Salah satu penyebab kacaunya kondisi perekonomian Indonesia pada masa awal kemerdekaan karena kas negara kosong. Upaya pemerintah Republik Indonesia mengisi kas negara yang kosong pada awal Kemerdekaan adalah ... A. Menasionalisasi De Javasche Bank B. Membuat kebijakan Gunting Syafruddin C. Mendevaluasi mata uang rupiah D. Sistim ekonomi Gerakan Benteng E. Menyelenggarakan pinjaman Nasional

11

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Film garapan sutradara Faozan Rizal ini dimulai dengan adegan Habibie saat kecil. Saat masih kecil, Habibie (Esa Sigit) suka mengolok Ainun yang kala itu berkulit hitam dan tergolong gadis tomboi. Beberapa tahun kemudian, Habibie tumbuh menjadi sesosok pemuda dengan otak yang sangat brilliant. (Reza Rahardian) mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke Jerman setelah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung yang tidak sempat terselesaikan. Habibie berlibur ke Indonesia setelah ia menyelesaikan studinya di Jerman. Habibie diajak oleh pamannya untuk datang ke rumah keluarga Bestari (keluarga Ainun). Habibie terkejut saat ia melihat Ainun yang telah tumbuh menjadi gadis cantik dan berkulit putih. Sontak ia berkata, "Rupanya gula jawa telah berubah menjadi gula pasir". Setelah pertemuan tersebut, mereka pun merajut cinta. Ainun yang berprofesi sebagai dokter anak ternyata memiliki banyak 'penggemar pria'. Namun, Ainun tidak memerdulikan pria lain selain Habibie seorang. Habibie pun melamar Ainun dan mengajak Ainun untuk tinggal bersamanya di Jerman. Ainun menerima lamaran Habibie. Mereka menikah lalu memulai membina keluarga di Jerman. Habibie dan Ainun hidup dalam kesederhanaan di Jerman. Dalam suatu adegan diceritakan bahwa Habibie harus menambal sepatunya yang berlubang dengan kertas coretan saat musim salju. Keadaan ekonomi keluarga mereka berubah saat Habibie berhasil menemukan sebuah rancangan kereta api pengangkut *beban yang baru. Keluarga mereka juga diramaikan dengan kehadiran dua orang putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Habibie dan Ainun mendapat cobaan ringan saat ternyata Ainun divonis mengidap kanker. Akan tetapi, kanker tersebut berhasil disembuhkan oleh tim dokter yang menangani Ainun saat itu. Sejak awal, Habibie memang bertekad untuk membangun dunia perindustrian Indonesia. Habibie merasa hal tersebut merupakan kewajiban bagi dirinya mengingat ia adalah orang Indonesia. Keinginan tersebut terwujud saat Presiden Suharto menunjuk beliau sebagai Menristek dan menugaskan beliau untuk membangun industri pembuatan kapal terbang di Indonesia. Akhirnya, pesawat terbang pertama buatan anak Indonesia berhasil diterbangkan dengan disaksikan langsung oleh Presiden Suharto. Habibie pun dipilih Suharto untuk mendampinginya sebagai Wakil Presiden RI. Habibie menggantikan Suharto sebagai Presiden RI setelah pengunduran diri Suharto pasca kerusuhan 1998. Film tersebut menggambarkan dengan sempurna bagaimana kisah cinta klasik antara Habibie dan Ainun. Film tersebut juga menggambarkan dengan jelas bagaimana kejeniusan Habibie dan kegigihannya dalam memimpin Indonesia. Habibie dan Ainun telah menyadarkan kita bahwa di balik kesuksesan seorang pria pasti terdapat peran seorang wanita hebat. Hj. Asri Ainun Habibie telah mendampingi Habibie hingga Habibie mencapai puncak kariernya. Film ini sangat menginspirasi generasi muda khususnya para 'engineer' untuk kembali membangun· bangsa yang sedang *mati suri ini dan sangat direkomendasikan sekali untuk ditonton. (Diadaptasi dari http://restuiwari. wordpress.com) 4. Bagaimana interpretasi penulis terhadap film Habibie dan Ainun?

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Biografi R.A. Kartini R.A. Kartini mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini DjojoAdhiningrat, ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara kala itu. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Lahir dari keluarga yang berpengaruh membuat R.A. Kartini memperoleh pendidikan yang baik. Kartini pun diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini Kartini belajar bahasa Belanda. Akan tetapi, setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena harus dipingit. Kebiasaan dan adat kala itu, wanita yang mempunyai umur yang cukup harus tinggal di rumah dan dipingit, R.A. Kartini lalu terpaksa memendam keinginan untuk sekolah tinggi. Untuk mengisi waktu luangnya karena dipingit, R.A. Kartini lantas gemar untuk membaca. Ia banyak membaca buku dan surat kabar berbahasa Belanda. R.A. Kartini pernah tercatat membaca buku karya Louis Couperus yang berjudul De Stille Kraacht karya Van Eeden, Augusta de Witt roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek, dan sebuah roman anti-perang karangan Bertha Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Dengan banyak membaca, pemikiran Kartini pun semakin luas. Kartini mulai membandingkan keadaan wanita barat dan wanita Indonesia. Selain membaca, R.A. Kartini juga gemar menulis. Tulisan R.A. Kartini pernah dimuat di De Hollandsche Lelie, sebuah majalah terbitan Belanda. Bahkan, beliau sempat akan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya. Sejak itulah R.A. Kartini mulai tertarik untuk memajukan perempuan pribumi. Dalam pikirannya, kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu. Beliau ingin memajukan wanita Indonesia. Hal ini dapat dimulai dari faktor pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis–gadis di Jepara. Muridnya hanya berjumlah sembilan orang yang terdiri dari kerabat atau keluarga. Selain pendidikan, Kartini juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi. Menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum. Tidak ada sebuah diskriminasi jenis kelamin. Cita-cita mulia R.A. Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti halnya sekarang ini. Selain itu, ia juga mengharapkan persamaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita. Hal ini disampaikannya melalui surat untuk teman-temannya di Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon, sahabat yang banyak mendukungnya. Untuk kehidupan rumah tangganya, R.A. Kartini menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang, atas keputusan dan pilihan ayahnya pada saat itu. Untunglah, setelah menikah suaminya mengerti keinginan dan cita-cita Kartini hingga diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini dikenal sebagai Gedung Pramuka. Dari pernikahannya, Kartini dianugerahi satu orang anak laki- laki yang lahir pada tanggal 13 September 1904 dan diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Namun yang menyedihkan, selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Sepeninggal R.A. Kartini, J.H. Abendanon sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A. Kartini. Dari sana, disusunlah buku yang berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ dan diterjemahkan dengan judul “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima disertakan semua surat-surat yang ditulis oleh Kartini. Melalui publikasi pemikirannya tersebut, R.A. Kartini mulai banyak dikenal. Pemikiran-pemikiran Kartini pun mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat- suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini. (Sumber: http://lppks.kemdikbud.go.id/id/kabar/r-a-kartini-sang-pelopor-kebangkitan-perempuan-pribumi dengan pengubahan) 2. Tentukan struktur permasalahan atau peristiwa penting pada teks biografi tersebut.

2

5.0

Jawaban terverifikasi

HOS Cokroaminoto, Sang Guru Bangsa Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo. Tjokro lahir di Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 16 Agustus 1882. Awalnya kehidupan Tjokro terbilang biasa-biasa saja. Semasa kecil ia dikenal sebagai anak yang nakal dan suka berkelahi. Setelah beberapa kali berpindah sekolah, akhirnya ia berhasil menyelesaikan sekolahnya di OSVIA (sekolah calon pegawai pemerintah atau pamong praja) di Magelang pada tahun 1902. Setelah menamatkan OSVIA, Tjokro bekerja sebagai seorang juru tulis di Ngawi, Jawa Timur. Tiga tahun kemudian ia bekerja di perusahaan dagang di Surabaya. Kepindahannya ke Surabaya membawanya terjun ke dunia politik. Di kota pahlawan itu Tjokro kemudian bergabung dalam Sarekat Dagang Islam (SDI) pimpinan H. Samanhudi. Ia menyarankan agar SDI diubah menjadi partai politik. SDI kemudian resmi diubah menjadi Sarekat Islam (SI) dan Tjokro menjadi Ketua SI pada tanggal 10 September 1912. Tjokroaminoto dipercaya untuk memangku jabatan ketua setelah sebelumnya menjabat sebagai komisaris SI. Di bawah kepemimpinannya, SI mengalami kemajuan pesat dan berkembang menjadi partai massa sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda. Pemerintah Hindia Belanda berupaya menghalangi SI yang termasuk organisasi Islam terbesar pada saat itu. Pemerintah kolonial sangat membatasi kekuasaan pengurus pusat SI agar mudah diawasi dan dipengaruhi pangreh praja setempat. Situasi itu menjadikan SI menghadapi kesenjangan antara pusat dan daerah yang menyebabkan kesulitan dalam mobilisasi para anggotanya. Pada periode tahun 1912-1916, Tjokroaminoto dan para pemimpin SI lainnya sedikit bersikap moderat terhadap pemerintah Belanda. Mereka memerjuangkan penegakan hak-hak manusia serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tapi sejak tahun 1916, menghadapi pembentukan Dewan Rakyat, suasana menjadi hangat. Dalam kongres-kongres SI, Tjokroaminoto mulai melancarkan ide pembentukan nation (bangsa) dan pemerintahan sendiri. Sebagai reaksi terhadap "Janji November" (November beloftem), Gubernur Jenderal van Lim burgh Stirum, Tjokroaminoto selaku wakil SI dalam Volksraad bersama sastrawan, akitivis, jurnalis Abdul Muis, Cipto Mangukusumo mengajukan mosi yang kemudian dikenal dengan "Mosi Tjokroaminoto" pada tanggal 25 November 1918. Mereka menuntut: Pertama, pembentukan Dewan Negara di mana penduduk semua wakil dari kerajaan. Kedua, pertangggungjawaban departemen/pemerintah Hindia Belanda terhadap perwakilan rakyat. Tiga, pertangggungjawaban terhadap perwakilan rakyat. Keempat, reformasi pemerintahan dan desentralisasi. Intinya, mereka menuntut pemerintah Belanda membentuk parlemen yang anggotanya dipilih dari rakyat dan oleh rakyat. Pemerintah sendiri dituntut bertanggung jawab pada parlemen. Namun, oleh Ketua Parlemen Belanda, tuntutan tersebut dianggap hanya fantasi belaka. Selanjutnya, pada kongres nasional SI di Yogyakarta tanggal2-6 Maret 1921, SI pimpinan Tjokro memberikan reaksi atas sikap pemerintah Belanda tersebut dengan merumuskan tujuan perjuangan politik SI sebagai, "Untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda". Selama hidupnya, Tjokroaminoto merupakan sosok yang berpengaruh besar terhadap tokoh-tokoh muda pergerakan nasional saat itu. Keahliannya berpidato ia gunakan untuk mengecam kesewenang-wenangan pemerintah Belanda. Semasa perjuangannya, dia misalnya mengecam perampasan tanah oleh Belanda untuk dijadikan perkebunan milik Belanda. Ia juga mendesak Sumatera Landsyndicaat supaya mengembalikan tanah rakyat di Gunung Seminung (tepi Danau Ranau, Sumatera Selatan). Nasib para dokter pribumi juga turut dipejuangkannya dengan menuntut kesetaraan kedudukan antara dokter Indonesia dengan dokter Belanda. Pada tahun 1920, Tjokro dijebloskan ke penjara dengan tuduhan menghasut dan mempersiapkan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintah Belanda. Pada April 1922, setelah tujuh bulan meringkuk di penjara, ia kemudian dibebaskan. Tjokroaminoto kemudian diminta kembali untuk duduk dalam Volksraad, namun permintaan itu ditolaknya karena ia sudah tak mau lagi beke~a sama dengan pemerintah Belanda. Sebagai tokoh masyarakat, pemerintah colonial menjulukinya sebagai de Ongekroonde Koning van Java (Raja Jawa yang tidak "bermahkota" atau tidak "dinobatkan"). Pengaruh Tjokro yang luas menjadikannya sebagai tokoh panutan masyarakat. Karena alasan itu pula maka R.M. Soekemi Sasrodihardjo mengirimkan anaknya Soekarno untuk Pendidikan dengan in de kost di rumahnya. Selain menjadi politikus, Tjokroaminoto aktif menulis karangan di majalah dan surat kabar. Salah satu karyanya ialah buku yang bejudul "Islam dan Nasionalisme." Tjokroaminoto menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta pada usia 51 tahun. Atas jasa- jasanya kepada negara, Haji Oemar Said Cokroaminoto dianugerahkan gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No.590 Tahun 1961, tanggal 9 Nopember 1961. (Dicuplik dengan penggubahan dari www.tokohindonesia.com) 4q. Apa yang dilakukan Tjokro untuk para dokter pribumi?

1

5.0

Jawaban terverifikasi