Ana A

09 November 2021 08:25

Iklan

Ana A

09 November 2021 08:25

Pertanyaan

Sebutkan sifat-sifat, senyawa, mineral, kegunaan serta cara pengolahan dari : unsur Transisi Periode 4

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

45

:

53

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

15 Desember 2021 08:14

Jawaban terverifikasi

Halo Ana, jawaban yang benar sesuai uraian pembahasan di bawah ini. Ayo simak pembahasan berikut agar kamu lebih paham ya^_^ Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalistik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Berikut hal-hal yang berkaitan dengan unsur transisi periode keempat. 1. Sifat-sifat Kimia dan Karakteristik Unsur Transisi Periode Keempat a. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). b. Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki keelektronegatifan yang lebih besar dibandingkan unsur Alkali maupun Alkali tanah, sehingga kereaktifan unsur transisi tersebut lebih rendah bila dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah. c. Semua unsur transisi bersifat logam. d. Memiliki bilangan oksidasi beragam (>1) kecuali Zn. e. Membentuk senyawa berwarna. f. Dapat digunakan sebagai katalis. g. Membentuk ion kompleks. 2. Keberadaan Unsur Transisi Periode Keempat di Alam (Senyawa/Mineral) Unsur-unsur yang termasuk periode keempat meliputi tembaga (Cu), seng (Zn), skadium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), kromium (Cr), mangan (Mn), besi (Fe), kobalt (Co), dan nikel (Ni). Unsur transisi dapat ditemukan dikerak bumi terutama sebagai bijih mineral (bijih logam) dengan kadar tertentu. Bijih besi merupakan mineral terbanyak di alam setelah O, Si, dan Al. Untuk lebih jelasnya keberadaan unsur transisi di alam dapat dilihat dalam uraian berikut. a.Skandium (Sc) Skandium (Sc) terdapat dalam mineral torvetit (Sc2SiO7). b. Titanium (Ti) Unsur ini terdapat dalam mineralrutil (TiO2) yang terdapat dalam bijih besi sebagai ilmenit (FeTi)2O3 dan ferrotitanate (FeTiO3) juga terdapat dalam karang, silikat, bauksit batu bara, dan tanah liat. c. Vanadium (V) Vanadium terdapat dalam senyawa karnotit (K-uranil-vanadat) [(K2(UO2)2 (VO4)2.3H2)], dan vanadinit (Pb5(VO4)3Cl). d. Kromium (Cr) Bijih utama dari kromium di alam adalah kromit (FeO.Cr2O2) dan sejumlah kecil dalam kromoker. e. Mangan (Mn) Bijih utamanya berupa pirulosit (batu kawi) (MnO2), dan rodokrosit (MnCO3) dan diperkirakan cadangan Mn terbesar terdapat di dasar lautan. f. Besi (Fe) Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Besi umumnya ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3), dan magnetite (Fe3O4). g. Kobalt (Co) Kobalt terdapat di alam sebagai arsenida dari Fe, Co, Ni, dan dikenal sebagai smaltit, kobaltit (CoFeAsS) dan eritrit Co3(AsO4)2.8H2O. h. Nikel (Ni) Nikel ditemukan dalam beberapa senyawa berikut ini: Sebagai senyawa sulfida : penladit (FeNiS), milerit (NiS) Sebagai senyawa arsen : smaltit (NiCOFeAs2) Sebagai senyawa silikat : garnierit (Ni.MgSiO3) i. Tembaga (Cu) Tembaga (Cu) merupakan unsur yang jarang ditemukan di alam (precious metal). Tembaga umumnya ditemukan dalam bentuk senyawanya, yaitu bijih mineral, seperti Pirit tembaga (kalkopirit) CuFeS2, bornit (Cu3FeS3), kuprit (Cu2O), melakonit (CuO). j. Seng (Zn) Seng (Zn) terdapat di alam sebagai senyawa sulfida seperti seng blende (ZnS), sebagai senyawa karbonat kelamin (ZnCO3), dan senyawa silikat seperti hemimorfit (ZnO.ZnSiO3.H2O). 3. Kegunaan Unsur Transisi Periode Keempat a. Skandium (Sc) - Untuk menghasilkan cahaya berintensitas tinggi. - Radioaktifnya sebagai perunut pada pemurnian minyak bumi. - Senyawanya sebagai aditif lampu uap-Hg dan transmisi TV warna. b. Titanium (Ti) - Komponen penting logam paduan untuk pesawat, peluru kendali. - Karena ketahanannya terhadap air laut maka digunakan juga untuk pembuatan peralatan kapal yang langsung bersentuhan dengan laut, seperti kipas bodi kapal dan sebagainya. c. Vanadium (V) - Reaktor nuklir. - Pembuatan baja tahan karat, untuk per, serta peralatan kecepatan tinggi. - Oksidanya (V2O5) untuk keramik dan katalisator. d. Kromium (Cr) -Paduan logam untuk pembuatan baja. - Pewarna logam dan gelas. - Sebagai katalisator. e. Mangan (Mn) - Komponen penting paduan logam, karena sifatnya keras, kuat, dan ketahanannya tinggi. - Memperbesar fungsi Vitamin B dalam tubuh. - KMnO4 sebagai oksidator kuat dalam bidang kesehatan. f. Besi (Fe) - Sebagai logam utama pada pembuatan baja. - Besi dengan paduannya digunakan untuk pembuatan rel, tulang beton. - Digunakan untuk berbagai peralatan dalam kehidupan sehari-hari. g. Kobalt (Co) - Karena keras, tahan karat dan penampilannya menarik maka sering digunakan untuk menyepuh logam lain. - Pewarna biru pada porselen, kaca, genting. - Pewarna sumber sinar gamma dalam bidang kesehatan. h. Nikel (Ni) - Paduan logam baja dan logam lain. - Pelapis permukaan logam. - Sebagai katalisator. - Pewarna hijau pada keramik/porselen. - Komponen pada baterai. i. Tembaga (Cu) - Peralatan kelistrikan, sebagai rangkaian dan kawat kabel. - Logam paduan pada kuningan dan perunggu. j. Seng (Zn) - Komponen paduan pada huruf mesin cetak. - Sebagai logam patri. - ZnO untuk industri cat, kosmetik, farmasi, tekstil. - ZnS untuk sinar X dan layar TV. 4. Pengolahan Unsur Transisi Periode Keempat a. Skandium (Sc) Skandium dibuat dengan elektrolisis cairan ScCl3 yang dicampurkan dengan klorida-klorida lain. b. Titanium (Ti) Titanium ditemukan pada mineral rutil yang di di bijih besi sebagai ilmenit dan ferrotitanate. Titanium terdapat pula pada karang, silikat, bauksit, batubara, dan tanah liat. Titanium dibuat dengan Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon. c. Vanadium (V) Vanadium terdapat pada senyawa karnotit dan vanadinit. Frevonadium (logam campuran dengan besi) dihasilkan dari reduksi V2O5 dengan campuran silikon (Si) dan besi (Fe). d. Krom (Cr) Logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi Cr2O3 dengan logam aluminium. e. Mangan (Mn) Pembuatan feromangan dilakukan dengan mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida dan karbon. f. Besi Pembuatan feromangan dilakukan dengan mereduksi MnO2 dengan campuran besi oksida dan karbon. g. Kobalt (Co) Kobalts di alam ditemukan sebagai arsenda dari Fe, Co, Ni dan dikenal sebagai smaltit, kobaltit, dan eritrit. Unsur Kobalt ketika hujan hidroksida, akan timbul (NaOCl). h. Nikel (Ni) - Paduan logam baja dan logam lain. - Pelapis permukaan logam. - Sebagai katalisator. - Pewarna hijau pada keramik/porselen. - Komponen pada baterai. i. Tembaga (Cu) Tembaga diperoleh dari bijih kalkopirit CuFeS2 melalui tahapan pengapungan, pemangganggan, reduksi, dan elektrolisis. j. Seng (Zn) Pembuatan logam seng dilakukan dengan memanggang seng sulfida (ZnS) lalu oksida seng direduksi dengan karbon pijar.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

34

5.0

Jawaban terverifikasi