Ana A

09 November 2021 08:25

Iklan

Ana A

09 November 2021 08:25

Pertanyaan

Sebutkan sifat-sifat, senyawa, mineral, kegunaan serta cara pengolahan dari : golongan gas mulia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

06

:

43

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

J. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

18 November 2021 03:52

Jawaban terverifikasi

Halo Ana, jawaban yang benar dari soal diatas adalah: a. Sifat unsur gas mulia berupa sifat atomik, sifat fisika, dan sifat kimia. b. Beberapa senyawa unsur gas mulia adalah HgHe₂, HgHe₁₀, HAarF, KrF₂, XePtF₆. XeF₂, dan XeF₄. c. Kegunaan masing-masing unsur gas mulia adalah helium digunakan sebagai pengisi balon, Argon sebagai pengisi lampu pijar, Neon sebagai pengisi lampu neon, Xenon untuk anastesi pada operasi besar dan kripton sebagai pengisi bola lampu listrik. d. Unsur-unsur gas mulia dibuat berdasarkan perbedaan titik didih dengan metode destilasi bertingkat. Ayo simak pembahasan berikut ini^_^ Jenjang : 12 SMA Topik : Kimia Unsur Dalam sistem periodik, unsur-unsur gas mulia terletak pada golongan VIII A karena setiap unsur memiliki elektron valensi 8 (ns² np⁶) sehingga disebut oktet kecuali helium hanya memiliki elektron valensi 2 (1s²) sehingga disebut duplet. Unsur gas mulia terdiri atas helium (₂He), neon (₁₀Ne), argon (₁₈Ar), kripton (₃₆Kr), xenon (₅₄Xe), dan radon (₈₆Rn). 1) Sifat-sifat unsur gas mulia Gas mulia memiliki sifat-sifat yang dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sifat atomik, fisik, dan kimia. (a) Sifat Atomik Pada sifat atomik, molekul-molekul gas mulia terdiri atas satu atom (monoatom). Unsur-unsur gas mulia memiliki jari-jari atom yang semakin besar apabila dilihat dari atas ke bawah (helium ke radon). Tapi, energi ionisasinya semakin kecil seiring dengan bertambahnya jari-jari atom, sehingga semakin mudah melepaskan elektron. Unsur-unsur golongan ini memiliki elektron valensi 2 dan 8 yang menandakan semua elektron pada kulitnya sudah stabil dan berpasangan. (b) Sifat Fisik Berdasarkan sifat fisisnya, gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah. Titik didih dan titik leleh unsur-unsur gas mulia lebih kecil dari suhu kamar (25°C), sehingga seluruh unsur gas mulia berwujud gas. Titik leleh dan titik didih unsur-unsur gas mulia dari atas ke bawah (helium ke radon) akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya massa atom dan jari-jari atom. Kerapatan (densitas) unsur-unsur gas mulia juga akan semakin bertambah dari atas ke bawah. (c) Unsur-unsur gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang stabil karena semua elektron pada kulit terluarnya sudah berpasangan/penuh. Hal ini menyebabkan gas mulia cenderung sulit bereaksi dengan unsur lainnya. Namun, saat ini sudah ada beberapa unsur gas mulia yang dapat bereaksi dengan unsur lain yang sangat elektronegatif, yaitu xenon dan kripton. Selain itu, konfigurasi elektron yang stabil ini juga menyebabkan gas mulia biasa digunakan sebagai penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain. 2) Mineral/senyawa unsur gas mulia. Beberapa senyawa unsur gas mulia adalah: a. He : HgHe₂, HgHe₁₀ b. Ar : HAarF c. Kr : KrF₂ d. Xe : XePtF₆. XeF₂. XeF₄ 3) Kegunaan unsur gas mulia. Manfaat masing-masing unsur gas mulia dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah: (a) Helium digunakan sebagai bahan utama mengisi balon udara. Helium dua kali lebih berat daripada hidrogen, tetapi helium tidak dapat terbakar. (b) Argon dicampur dengan nitrogen digunakan sebagai bahan pengisi lampu pijar dan lampu-lampu radio untuk menahan mengabutnya kawat wolfram dalam lampu tersebut. (c) Neon digunakan sebagai pengisi lampu-lampu neon yang memberikan cahaya merah. Jika dicampur dengan uap raksa akan memberikan cahaya putih kebiru-kebiruan apabila tabung kacanya tidak berwarna, atau cahaya hijau jika tabung kacanya berwarna cokelat. (d) Xenon bersifat anestesi. Oleh karena sifat ini maka xenon digunakan sebagai obat bius pasien-pasien dalam operasi besar. (e) Kripton digunakan untuk mengisi bola lampu listrik yang menggunakan campuran kripton dan argon. Dalam dunia kedokteran kripton digunakan untuk mendeteksi bukaan jantung abnormal. 4) Cara pengolahan unsur gas mulia. Gas mulia pada umumnya berada di udara. Ketika banyak zat bercampur membentuk campuran homogen, hal yang paling mudah untuk memisahkan gas mulia dengan gas yang lain di udara yaitu berdasarkan titik didih. Campuran gas di udara merupakan campuran homogen dengan setiap gasnya memiliki titik didih masing-masing. Oleh karena itu, distilasi bertingkat terhadap udara cair dilakukan untuk memisahkan gas-gas, termasuk gas mulia.


Iklan

Arya A

09 November 2021 10:00

1) Helium (He) Helium merupakan unsur gas mulia terbanyak kedua di alam semesta setelah hidrogen. Helium terbentuk dari peluruhan zat radioaktif, yaitu uranium dan thorium. Gas ini merupakan zat yang ringan dan tidak mudah terbakar. Meskipun wujudnya berbentuk gas, helium dapat dicairkan dalam suhu yang amat rendah dan tekanan yang tinggi. Selain tampilannya yang tidak berwarna, helium juga tidak berbau, tidak berasa, dan tidak beracun. Namun, apabila terhirup tubuh, gas ini dapat menyebabkan suara menjadi tinggi, sakit kepala, dan perasaan tercekik. Manfaat helium yang lain adalah pada wujud cair helium dapat digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat rendah. 2) Neon (Ne) Neon ditemukan oleh ahli kimia bernama Sir William Ramsay dan Morris M. Travers pada tahun 1898 di London, Inggris. Ketika Ramsay mendinginkan beberapa sampel udara hingga menjadi cairan dan memanaskan cairan tersebut, ia mengambil gas yang keluar saat cairan itu mendidih. Ramsay lalu memisahkan sisa-sisa gas yang belum teridentifikasi dan menemukan zat-zat baru, yaitu kripton dan neon. Meskipun gas ini tidak berwarna, neon akan memancarkan warna oranye kemerahan jika berada pada medan listrik bertegangan tinggi. Selain kegunaannya sebagai pengisi lampu neon, unsur gas mulia ini juga dapat berfungsi sebagai penangkal petir, pengisi tabung televisi, dan dalam wujud cair neon dapat digunakan sebagai zat pendingin. 3) Argon (Ar) Argon merupakan gas terbanyak ketiga yang terdapat dalam atmosfer bumi setelah nitrogen dan oksigen. Argon terbentuk dari peluruhan zat radioaktif berupa kalium yang terdapat di kerak bumi. Unsur ini memiliki tingkat kelarutan dalam air yang sama dengan oksigen dan bahkan 2,5 kali lebih mudah larut dibandingkan dengan nitrogen. Argon bersifat tidak reaktif (inert), tidak mudah terbakar, dan tidak beracun. Ketika berada dalam medan listrik, argon akan memunculkan warna lilak atau ungu. Unsur gas mulia ini banyak digunakan di bidang industri, baik dalam wujud gas maupun cair. Kegunaan lain argon adalah sebagai gas inert yang melindungi dari bunga api listrik saat proses pengelasan, produksi titanium dan unsur reaktif lainnya, serta digunakan sebagai lapisan pelindung dalam pembuatan kristal silikon dan germanium. 4) Kripton (Kr) Kripton merupakan gas yang paling langka di atmosfer dari unsur-unsur gas mulia lainnya. Sama halnya dengan neon, kripton ditemukan oleh ahli kimia bernama Sir William Ramsay dan Morris M. Travers dari sisa-sisa gas pada sampel udara cair yang dipanaskan kembali hingga mendidih. Pada kondisi normal, kripton bersifat tidak berwarna dan tidak berbau. Namun, apabila diletakkan pada medan listrik bertegangan tinggi, kripton akan memancarkan cahaya berwarna putih. 5) Xenon (Xe) Setelah Sir William Ramsay dan Morris M. Travers menemukan kripton dan neon, di tahun yang sama, mereka kembali menemukan unsur gas mulia yang lain, yaitu xenon. Xenon ditemukan dalam residu yang tersisa dari hasil pemanasan sampel udara cair. Xenon adalah gas berat yang langka dan tidak berbau. Gas ini bersifat tidak reaktif pada sebagian besar bahan kimia. Xenon akan memancarkan cahaya berwarna biru saat berada pada medan listrik bertegangan tinggi. Saat ini, senyawa xenon telah banyak dibuat, contohnya seperti xenon trioksida (XeO3) dan xenon tetraoksida (XeO4) yang sangat eksplosif (mudah meledak). Xenon juga dianggap tidak beracun, meskipun banyak senyawanya yang beracun karena sifat oksidasinya yang kuat. 6) Radon (Rn) Radon merupakan unsur gas mulia yang bersifat radioaktif. Radon terbentuk dari penguraian radium, zat kimia radioaktif dari unsur logam. Radon tidak mudah bereaksi secara kimia, namun sangat berbahaya bagi kesehatan karena sifatnya yang radioaktif. Radon tidak berwarna, tapi apabila didinginkan hingga membeku (padat), radon akan berwarna kuning, sedangkan radon berwujud cair akan berwarna oranye kemerahan. Meskipun kegunaan radon sebagai radioterapi kanker, apabila gas ini terhisap cukup banyak, justru akan menimbulkan penyakit kanker paru-paru.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tulislah nama yang benar untuk senyawa di bawah ini menggunakan Sistem Yunani dan Bilangan Oksidasi! (j)PCI5

34

5.0

Jawaban terverifikasi