Syifa N

05 Februari 2026 14:52

Iklan

Syifa N

05 Februari 2026 14:52

Pertanyaan

Sebutkan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial budaya dari pemerintahan: A. Abdurrahman Wahid B. Megawati C. Susilo Bambang Yudhoyono D. Joko Widodo

Sebutkan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial budaya dari pemerintahan:

A. Abdurrahman Wahid 

B. Megawati 

C. Susilo Bambang Yudhoyono 

D. Joko Widodo 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

35

:

45

Klaim

5

1


Iklan

Yusri H

05 Februari 2026 15:30

<h2>A. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – 1999–2001</h2><p>Dikenal sebagai "Bapak Pluralisme", masa jabatan Gus Dur sangat fokus pada demokratisasi dan pengakuan hak asasi manusia.</p><p><strong>Politik:</strong> Memisahkan Polri dari TNI, membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial (karena dianggap sarang korupsi), serta melakukan diplomasi luar negeri yang intensif untuk memulihkan citra Indonesia.</p><p><strong>Perekonomian:</strong> Melanjutkan pemulihan pasca krisis 1998, mencoba melawan monopoli, dan berusaha menegosiasikan utang luar negeri dengan IMF.</p><p><strong>Sosial Budaya:</strong> Menjadikan <strong>Tahun Baru Imlek</strong> sebagai hari libur opsional (kemudian menjadi hari libur nasional), mencabut Inpres No. 14/1967 (membebaskan ekspresi budaya Tionghoa), dan mengganti nama Irian Jaya menjadi <strong>Papua</strong> .</p><h2>B.Megawati Soekarnoputri – 2001–2004</h2><p>Fokus utama pemerintahannya adalah stabilitas negara dan penataan sistem pemilu secara langsung.</p><p><strong>Politik:</strong> Pembentukan <strong>KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)</strong> , menyelenggarakan pemilu presiden langsung pertama (2004), dan menangani konflik separatis (Darurat Militer di Aceh).</p><p><strong>Ekonomi:</strong> Memutuskan hubungan kerja sama dengan <strong>IMF</strong> (kemandirian ekonomi), melakukan privatisasi beberapa BUMN (seperti Indosat) untuk menutup defisit APBN, dan membentuk <i>Infrastructure Summit</i> .</p><p><strong>Sosial Budaya:</strong> Menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Nasional secara tetap dan memperkuat identitas nasional melalui program-program kebudayaan di bawah payung nasionalisme.</p><h2>C.Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – 2004–2014</h2><p>Masa ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan perdamaian di wilayah konflik.</p><p><strong>Politik:</strong> Meraih perdamaian melalui <strong>Perjanjian Helsinki</strong> (GAM-RI), pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, dan memperkuat peran Indonesia di G20.</p><p><strong>Ekonomi:</strong> Program <strong>Bantuan Langsung Tunai (BLT)</strong> seperti tunjangan kenaikan BBM, peluncuran MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dan pelunasan sisa utang kepada IMF.</p><p><strong>Sosial Budaya: </strong>Meluncurkan program <strong>Sertifikasi Guru </strong>untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menginisiasi sistem jaminan kesehatan nasional yang kemudian menjadi <strong>BPJS </strong>.</p><h2>D. Joko Widodo (Jokowi) – 2014–</h2><p>Fokus utama adalah pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan ekonomi dari pinggiran.</p><p><strong>Politik:</strong> Pemindahan Ibu Kota Negara ke <strong>IKN (Nusantara)</strong> , penguatan diplomasi kedaulatan (penenggelaman kapal pencuri ikan), dan penyederhanaan birokrasi melalui Omnibus Law.</p><p><strong>Ekonomi:</strong> Pembangunan infrastruktur masif (Tol Trans-Jawa, Trans-Sumatera, bendungan, bandara), kebijakan <strong>BBM Satu Harga</strong> di Papua, dan program hilirisasi industri (larangan ekspor nikel mentah).</p><p><strong>Sosial Budaya:</strong> Peluncuran <strong>Kartu Indonesia Pintar (KIP)</strong> dan <strong>Kartu Indonesia Sehat (KIS)</strong> , serta penekanan pada nilai "Revolusi Mental" dan moderasi beragama.</p>

A. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – 1999–2001

Dikenal sebagai "Bapak Pluralisme", masa jabatan Gus Dur sangat fokus pada demokratisasi dan pengakuan hak asasi manusia.

Politik: Memisahkan Polri dari TNI, membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial (karena dianggap sarang korupsi), serta melakukan diplomasi luar negeri yang intensif untuk memulihkan citra Indonesia.

Perekonomian: Melanjutkan pemulihan pasca krisis 1998, mencoba melawan monopoli, dan berusaha menegosiasikan utang luar negeri dengan IMF.

Sosial Budaya: Menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur opsional (kemudian menjadi hari libur nasional), mencabut Inpres No. 14/1967 (membebaskan ekspresi budaya Tionghoa), dan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua .

B.Megawati Soekarnoputri – 2001–2004

Fokus utama pemerintahannya adalah stabilitas negara dan penataan sistem pemilu secara langsung.

Politik: Pembentukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) , menyelenggarakan pemilu presiden langsung pertama (2004), dan menangani konflik separatis (Darurat Militer di Aceh).

Ekonomi: Memutuskan hubungan kerja sama dengan IMF (kemandirian ekonomi), melakukan privatisasi beberapa BUMN (seperti Indosat) untuk menutup defisit APBN, dan membentuk Infrastructure Summit .

Sosial Budaya: Menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Nasional secara tetap dan memperkuat identitas nasional melalui program-program kebudayaan di bawah payung nasionalisme.

C.Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – 2004–2014

Masa ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan perdamaian di wilayah konflik.

Politik: Meraih perdamaian melalui Perjanjian Helsinki (GAM-RI), pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, dan memperkuat peran Indonesia di G20.

Ekonomi: Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti tunjangan kenaikan BBM, peluncuran MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dan pelunasan sisa utang kepada IMF.

Sosial Budaya: Meluncurkan program Sertifikasi Guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menginisiasi sistem jaminan kesehatan nasional yang kemudian menjadi BPJS .

D. Joko Widodo (Jokowi) – 2014–

Fokus utama adalah pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan ekonomi dari pinggiran.

Politik: Pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN (Nusantara) , penguatan diplomasi kedaulatan (penenggelaman kapal pencuri ikan), dan penyederhanaan birokrasi melalui Omnibus Law.

Ekonomi: Pembangunan infrastruktur masif (Tol Trans-Jawa, Trans-Sumatera, bendungan, bandara), kebijakan BBM Satu Harga di Papua, dan program hilirisasi industri (larangan ekspor nikel mentah).

Sosial Budaya: Peluncuran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) , serta penekanan pada nilai "Revolusi Mental" dan moderasi beragama.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kesetaraan moral mengakui bahwa setiap warga memiliki nilai yang sama, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut yang termasuk bentuk implementasi kesetaraan moral adalah .... A. pembagian sumber daya secara adil dan merata B. persamaan hak berpartisipasi dalam pemilu C. menghargai pendapat orang lain D. menerapkan hukum secara adil E. merendahkan status orang lain

7

5.0

Jawaban terverifikasi