Kurniawan I

11 November 2021 11:31

Iklan

Kurniawan I

11 November 2021 11:31

Pertanyaan

Sebutkan kebijakan-kebijakan masa pendudukan Jepang!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

31

:

51

Klaim

8

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Radhiatul F

11 November 2021 12:05

Jawaban terverifikasi

Hai kurniawan ! saya bantu jawab ya Jepang resmi menduduki Indonesia sejak 8 Maret 1942 melalui penyerahan kekuasaan di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Jepang membuat berbagai kebijakan di masa pendudukannya. Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya diprioritaskan pada dua hal, yaitu menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia dan memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Pasifik


Iklan

A. Armanda

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

16 Desember 2021 20:43

Jawaban terverifikasi

Hai Kurniawan I, Kakak bantu jawab ya. Kebijakan masa pendudukan Jepang banyak menyasar pada bidang sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang kesemuanya diarahkan pada persiapan dan kesediaan Jepang dalam menghadapi perang di kawasan Pasifik.. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini. 1 Bidang Sosial Dalam bidang sosial-budaya, pengaruh penjajahan Jepang yang terasa hingga kini tampak dalam struktur masyarakat. Struktur masyarakat. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Indonesia hanya mengenal desa (atau dukuh) selaku unit pemerintahan terkecil. Namun, sejak pendudukan Jepang, struktur terkecil tersebut dibagi lebih lanjut ke dalam unitunit yang lebih kecil lagi, yang disebut rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT). Sistem ini diterapkan di Jepang dengan nama tonarigumi. Tujuan pembentukan RT dan RW adalah memudahkan administrasi dan pengawasan. Dengan demikian, jelas bahwa RT dan RW digunakan sebagai alat untuk mengendalikan dan memobilisasi penduduk Indonesia oleh Jepang. 2. Bidang Kesenian Jepang mendirikan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) pada 1 April 1943 di Jakarta. Fungsi lembaga ini mewadahi aktivitas budayawan Indonesia agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang. Pada 29 Agustus 1942, lembaga ini mengadakan pameran karya pelukis lokal Indonesia, seperti Basuki Abdoellah, Agus Djajasoeminta, Otto Djaja Soetara, Kartono Joedokoesoemo, dan Emiria Soenassa. Selain itu, lembaga ini juga memfasilitasi R. Koesbini dan Cornel Simanjuntak membentuk grup seni suara yang melahirkan lagu-lagu nasional Indonesia seperti "Kalau Padi Menguning Lagi", "Majulah Putra-Putri Indonesia", "Tanah Tumpah Darahku". Keimin Bunka Shidosho juga memungkinkan Nur Sutan Iskandar menerbitkan novel karyanya Tjinta Tanah Sutji, Karim Halim dengan Palawidja, atau Usmar Ismail dengan Angin Fudji. Seni drama karya budayawan Indonesia juga lahir, seperti "A pi dan Tjitra" (temanya pengabdian tanah air) karya Usmar Ismail, "Taufan di Atas Asia" atau "lntelek Istimewa" karya Abu Hanifah. 3. Bidang Pendidikan Jepang menghilangkan diskriminasi di bidang pendidikan sebagaimana dipraktikkan pada masa kolonial Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, rakyat dari lapisan mana pun berhak untuk mengenyam pendidikan formal. Jepang menerapkan sis tem pendidikan formal seperti di negaranya, yaitu SO 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun. Sistem ini masih diterapkan oleh pemerintah Indonesia sampai saat ini. Pada masa ini pula, pemerintahan militer Jepang memperkenalkan upacara bendera di sekolah. Hal itu dilakukan untuk menanamkan semangat kedisiplinan ala militer kepada para siswa. Hingga saat ini, kegiatan upacara bendera masih dilaksanakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, setidaknya sekali dalam seminggu. 4. Bidang Militer Pemerintahan pendudukan Jepang membantu membangun semangat nasionalisme di kalangan kaum muda Indonesia lewat latihan-latihan militer yang mereka lakukan. Proses pembentukan dan pembangunan semangat nasionalisme itu dibentuk melalui pembentukan organisasi semimiliter dan organisasi militer sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Proses itu sebetulnya dirancang untuk kepentingan perang Jepang. Akan tetapi, efek sampingnya justru menguntungkan bagi Indonesia, terutama dalam proses persiapan kemerdekaannya dan bahkan terus dipraktikkan sampai sekarang. 5. Bidang Ekonomi Dampak pendudukan Jepang dalam bidang ekonomi tidak berbeda dengan negara-negara imperialis lainnya. Dengan adanya semboyan "Negara Makmur, Militer Kuat", Jepang bermaksud menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis bagi kepentingan militer sekaligus industri-industrinya. Untuk itu, Jepang mengendalikan sepenuhnya seluruh aktivitas perekonomian. Terjadi eksploitasi segala sumber daya, seperti sandang, pangan, logam, dan minyak demi kepentingan perang. Semoga bermanfaat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

43

5.0

Jawaban terverifikasi