Agung S

26 April 2022 15:02

Iklan

Agung S

26 April 2022 15:02

Pertanyaan

Sebutkan hasil kebudayaan, Manusia pendukung dan ciri ciri hasil budaya dari masa pra aksara pada zaman Mesolithikum!

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

05

:

42

Klaim

13

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

E. Setiawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Bangka Belitung

04 Agustus 2022 04:09

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah zaman Mesolitikum atau zaman batu madya (batu tengah) berlangsung pada kala Holosen sekitar 10.000 tahun yang lalu. Manusia pendukung pada zaman ini salah satunya bangsa Negrito dan Weddoid. Adapun hasil kebudayaannya adalah abris sous roche, kjokkenmodinger, kebudayaan Bacson-Hoabinh, dan kebudayaan Tulang Sampung. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini antara lain sudah tidak nomaden atau menetap di gua, mengumpulkan makanan dengan cara food gathering, dan sudah mulai bisa membuat kerajinan berupa gerabah. Mesolithikum atau lebih dikenal dengan Zaman Batu Madya berlangsung pada Kala Holosen sekitar 10.000 tahun yang lalu. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini berlangsung lebih cepat dari pada Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Hal ini disebabkan pendukung zaman ini adalah Bangsa Negrito dan Weddoid yang sudah tergolong ke dalam Homo sapiens. Manusia pendukung pada zaman Mesolitikum terdiri dari bangsa Negrito dan bangsa Weddoid, seperti Sakai, Atca, Aborigin, dan Semang. Ciri-ciri kehidupan zaman Mesolitikum adalah sebagai berikut: 1. Manusia purba pada zaman mesolitikum sudah tidak nomaden atau menetap di gua. 2. Manusia purba zaman mesolitikum mengumpulkan makanan dengan cara food gathering. 3. Alat alat yang dihasilkan zaman mesolitikum merupakan alat alat dari batu kasar. 4. Manusia purba zaman mesolitikum sudah bisa membuat kerajinan berupa gerabah. 5. Manusia pendukung zaman mesolitikum ialah Sakai, Atca, Aborigin, dan Semang. 6. Peninggalan kebudayaan berupa kapak batu (pebble), alat-alat tulang, flake (serpihan), kjokenmoddinger, lesung, gerabah, dan periuk. Kebudayaan yang menjadi ciri khas dari zaman mesolithikum antara lain adalah sebagai berikut. 1. Abris sous roche merupakan sebuah gua seperti ceruk batu karang. Tempat inilah yang biasanya digunakan untuk tempat tinggal manusia zaman mesolitikum, penelitian tentang abris sous roche dilakukan oleh van Stein Callenfeis. Daerah dimana abris sous roche ini ditemukan antara lain di Goa Lawu, Ponorogo, Lamancong (di Sulawesi Selatan), Timor, dan Rote. Di tempat ditemukannya abris sous roche, juga ditemukan beberapa peninggalan seperti kapak pendek, kapak sumatera, dan alat-alat yang terbuat dari tulang. 2. Kjokkenmodinger. Penelitian mengenai kjokkenmodinger dilakukan oleh van Stein Callenfeis. Pada zaman mesolitikum, manusia mulai bercocok tanam dan membuat makanan secara sederhana. Bentuk kebudayaan kjjokkenmodinger ini ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Kjokkenmodinger yang ditemukan oleh peneliti adalah berupa tumpukan kerang dan bekicot yang mencapai tinggi 7 meter. Di tempat yang sama, peneliti juga menemukan kapak genggam yang diduga merupakan alat untuk memecah kerang. Kapak genggam ini berbeda dengan kapak genggam pada zaman paleolitikum. Kapak genggam ini bagian dalamnya sudah dipertajam sesuai dengan kebutuhannya saat itu. 3. Kebudayaan Bacson-Hoabinh. Bukti kebudayaan ini ditemukan oleh pada peneliti di dalam gua tempat tinggal manusia zaman itu. Beberapa gua tersebut berada di Sumatera Timur, Malaka, Indo-China, dan Siam. Kebudayaan ini berupa alat-alat yang terbuat dari batu kali. Selain itu, kebudayaan bacson-hoabinh juga meliputi penguburan orang meninggal di gua dan bukit kerang. Pada zaman itu, jenazah diberi cat merah yang bertujuan untuk mengembalikan hayat mereka kepada kaum mereka yang masih hidup. Khusus untuk kebudayaan ini ditemukan di sekitar Medan hingga Aceh. Para peneliti membagi kebudayaan bacson-hoabinh ini ke dalam dua jenis yaitu kebudayaan pebble dan kebudayaan flakes. Kebudayaan pebble merupakan jenis kebudayaan yang berupa alat-alat dari tulang yang masuk ke Indonesia melalui jalur sebelah barat. Sedangkan kebudayaan flakes adalah jenis kebudayaan yang masuk ke Indonesia melalui jalur sebelah timur. 4. Kebudayaan Tulang Sampung. Selain alat-alat yang terbuat dari batu, ada juga alat-alat yang digunakan manusia zaman mesolitikum yang terbuat dari tulang. Bukti kebudayaan tulang sampung ini ditemukan di Gua Lawa (Sampung, Ponorogo). Peneliti menamakan kebudayaan ini sebagai kebudayaan tulang sampung karena sebagian besar bukti kebudayaan ini ditemukan di daerah Sampung. Penelitian mengenai kebudayaan tulang sampung ini juga dilakukan oleh van Stein Callenfeis. Jadi, jawaban yang tepat adalah zaman Mesolitikum atau zaman batu madya (batu tengah) berlangsung pada kala Holosen sekitar 10.000 tahun yang lalu. Manusia pendukung pada zaman ini salah satunya bangsa Negrito dan Weddoid. Adapun hasil kebudayaannya adalah abris sous roche, kjokkenmodinger, kebudayaan Bacson-Hoabinh, dan kebudayaan Tulang Sampung. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini antara lain sudah tidak nomaden atau menetap di gua, mengumpulkan makanan dengan cara food gathering, dan sudah mulai bisa membuat kerajinan berupa gerabah.

alt

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi