Halo Agung, kaka bantu jawab ya.
Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, adalah.
1. Meganthropus Paleojavanicus, hasil kebudayaan: kapak genggam, kapak perimbas.
2. Pitecanthropus Mojokertensis, hasil kebudayaan: hasil kebudayaan: kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, dan peralatan dari tulang.
3. Pitecanthropus Erectus, hasil kebudayaan: kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, alat serpih, batu penggiling.
4. Pitecanthropus Soloensis, hasil kebudayaan: kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, peralatan dari tulang.
5. Manusia Wajakensis, hasil kebudayaan: kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, pahat genggam, dan peralatan dari tulang.
6. Manusia Florensis, hasil kebudayaan: alat serpih dari batu basalt, kapak genggam.
7. Manusia Soloensis, hasil kebudayaan: peralatan dari tulang, serpih batu, ujung tombak yang bergerigi di setiap sisi, kapak genggam.
8. Manusia Erectus, hasil kebudayaan: kapak persegi, kapak lonjong, kapak corong, nekara, alat dari tulang.
Yuk simak pembahasannya!
1. Meganthropus Paleojavanicus, artinya manusia besar tertua dari Jawa. Kata Mega berarti besarm dan Anthropus yang artinya manusia, Paleo artinya tua, dan Javanicus yang artinya dari Jawa. Ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald tahun 1936-1941 di daerah Sangiran. Adapun hasil kebudayaannya, adalah kapak genggam dan kapak perimbas.
2. Pitecanthropus Mojokertensis, artinya manusia kera dari Mojokerto. Diambil dari kata Pithecos yang artinya kera dan Anthropus yang artinya manusia. Lalu Mojokertensis karena ditemukan di daerah Mojokerto. Tinggi manusia ini sekitar 165-180 meter. Fosil manusia purba ini juga ditemukan oleh G.H.R von Koenigwald pada tahun 1936. Hasil kebudayaannya, adalah kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, dan peralatan dari tulang.
3. Pitecanthropus Erectus, yang artinya manusia kera berbadan tegak. Diambil dari kata Erectus yang artinya tegak. Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891, di Lembah Sungai Bengawan Solo. Hasil kebudayaannya, adalah kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, alat serpih, dan batu penggiling.
4. Pitecanthropus Soloensis, ditemukan oleh G.H.R von Keonigswald pada tahun 1931 di desa Ngandong. Kata Soloensis ditambahkan karena ditemukan di wilayah Solo, sehingga artinya manusia kera berbadan tegak dari Solo. Hasil kebudayaannya, yaitu kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, dan peralatan dari tulang.
5. Manusia Wajakensis, artinya adalah manusia dari Wajak. Dinamai Wajak karena ditemukan di Desa Wajak, Jawa Timur oleh van Rietschoten pada tahun 1889. Fosil manusia jenis ini ditemukan pertama kali di daerah Asia. Hasil kebudayaannya adalah kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, pahat genggam, dan peralatan dari tulang.
6. Manusia Floresiensis, artinya manusia dari Flores. Hal tersebut karena fosilnya ditemukan di Pulau Flores oleh Peter Brown pada tahun 2002. Penemuannya sempat menjadi perbincangan para ahli karena keberadaannya bisa menjadi pertanda bahwa manusia jenis ini adalah nenek moyang bangsa Indonesia. Namun, beberapa ahli lain menyebut jika fosil ini adalah manusia Hobitt, karena tingginya hanya 1 meter. Hasil kebudayaannya, adalah alat serpih dari batu basalt, dan kapak genggam.
7. Manusia Soloensis, yang artinya manusia dari Solo. Fosil ini ditemukan di Sangiran oleh von Koenigswald tahun 1931. Hasil kebudayaannya adalah peralatan dari tulang, serpih batu, mata tombak bergerigi di setiap sisinya, kapak genggam.
8. Manusia Sapiens yang artinya manusia cerdas. Berasal dari kata Sapiens yang artinya cerdas. Fosil ini ditemukan oleh von Koenigswald tahun 1931 sampai 1934. Hasil kebudayaannya, adalah kapak persegi, kapak lonjong, kapak corong, nekara, alat ser[ih, dan peralatan dari tulang.
Semoga membantu ya :)
· 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!