Joeuinnn J
28 April 2022 02:56
Iklan
Joeuinnn J
28 April 2022 02:56
Pertanyaan
1
2
Iklan
Nadiya K
29 April 2022 05:52
· 5.0 (2)
Joeuinnn J
29 April 2022 07:01
Btw ni,dari blogspot kan,soalnya saya udh jawab kek gitu,tpi thanks ya
Iklan
Nanda R

Community
24 Juni 2024 00:07
Remaja adalah fase perkembangan yang penuh dengan dinamika, dan pandangan terhadap remaja dapat bervariasi tergantung pada budaya dan konteks sosial. Berikut ini adalah ciri-ciri utama remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia dan pandangan dunia yang disampaikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia):
Pandangan Masyarakat Indonesia:
Masa Transisi: Remaja dianggap sebagai masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Ini adalah waktu di mana individu mulai mengeksplorasi identitas diri dan tanggung jawab sosialnya.
Pengalaman Sosial: Pentingnya pengalaman sosial dan pergaulan yang baik dengan keluarga, teman sebaya, dan komunitas sebagai bagian dari pembentukan kepribadian dan nilai-nilai moral.
Peran Gender: Peran gender sering kali dijadikan acuan dalam menentukan harapan sosial dan norma perilaku bagi remaja laki-laki dan perempuan.
Pendidikan dan Karier: Pendidikan dan persiapan karier sering kali menjadi fokus utama dalam pandangan masyarakat terhadap remaja, dengan harapan untuk mencapai kesuksesan di masa depan.
Pandangan Dunia oleh WHO:
Menurut pandangan WHO, remaja juga memiliki beberapa ciri yang mencakup:
Fase Kritis untuk Kesehatan dan Pembangunan: WHO menggarisbawahi bahwa masa remaja merupakan periode yang penting untuk mengembangkan potensi kesehatan fisik, mental, dan sosial secara optimal.
Hak-hak Remaja: Pentingnya mengakui hak-hak remaja, termasuk hak untuk hidup sehat, hak atas pendidikan, informasi, perlindungan dari kekerasan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Pengaruh Lingkungan: Lingkungan fisik, sosial, dan budaya memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan perkembangan remaja. Lingkungan yang mendukung dan inklusif penting untuk mendukung kesejahteraan remaja.
Perbandingan:
Pandangan Masyarakat Indonesia cenderung menekankan pada aspek sosial, pendidikan, dan nilai-nilai budaya dalam pembentukan identitas remaja, sementara WHO lebih menekankan pada hak-hak remaja, perlindungan kesehatan, dan pendidikan se-ks yang komprehensif.
Indonesia sering kali memandang remaja sebagai masa persiapan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan beretika, sementara WHO lebih menekankan pada potensi dan hak remaja sebagai individu yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!