Joeuinnn J

28 April 2022 02:56

Iklan

Joeuinnn J

28 April 2022 02:56

Pertanyaan

Sebutkan ciri pokok remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia dan bandingkan dengan pandangan dunia yang dikemukakan oleh WHO!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

37

:

10

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nadiya K

29 April 2022 05:52

Jawaban terverifikasi

Menurut Sarlito (1991), tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari banyak suku, adat, dan tingkatan sosial-ekonomi, maupun pendidikan. Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah. Dalam pandangan masyarakat Indonesia mengatakan bahwa pada umur 11 tahun seorang anak menginjak masa remajanya,dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai tampak mulai dari kriteria fisik nya,penyepurnaan perkembangan jiwa dan pada usia 24 tahun merupakan batas maksimal yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia masih menggantungkan diri terhadap orang lain,serta status perkawinan sangat menentukan dimana seseorang yang sudah menikah pada usia berapapun dinggap sudah dewasa, baik secara hukum maupun kehidupan masyarakat dan keluarga. Sedangkan menurut pandangan WHO menetapkan batas usia 19-20 tahun sebagai batasan usia remaja,WHO menyatakan walaupun definisi diatas terutama didasarkan pada usia kesuburan wanita,batasan tersebut juga berlaku untuk pria,dan WHO membagi kurun usia dalam dua bagian yaitu remaja awal 10-14 tahun dan remaja akhir 15-20 tahun.


Joeuinnn J

29 April 2022 07:01

Btw ni,dari blogspot kan,soalnya saya udh jawab kek gitu,tpi thanks ya

Iklan

Nanda R

Community

24 Juni 2024 00:07

<p>Remaja adalah fase perkembangan yang penuh dengan dinamika, dan pandangan terhadap remaja dapat bervariasi tergantung pada budaya dan konteks sosial. Berikut ini adalah ciri-ciri utama remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia dan pandangan dunia yang disampaikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia):</p><p>Pandangan Masyarakat Indonesia:</p><p><strong>Masa Transisi</strong>: Remaja dianggap sebagai masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Ini adalah waktu di mana individu mulai mengeksplorasi identitas diri dan tanggung jawab sosialnya.</p><p><strong>Pengalaman Sosial</strong>: Pentingnya pengalaman sosial dan pergaulan yang baik dengan keluarga, teman sebaya, dan komunitas sebagai bagian dari pembentukan kepribadian dan nilai-nilai moral.</p><p><strong>Peran Gender</strong>: Peran gender sering kali dijadikan acuan dalam menentukan harapan sosial dan norma perilaku bagi remaja laki-laki dan perempuan.</p><p><strong>Pendidikan dan Karier</strong>: Pendidikan dan persiapan karier sering kali menjadi fokus utama dalam pandangan masyarakat terhadap remaja, dengan harapan untuk mencapai kesuksesan di masa depan.</p><p>&nbsp;</p><p>Pandangan Dunia oleh WHO:</p><p>Menurut pandangan WHO, remaja juga memiliki beberapa ciri yang mencakup:</p><p><strong>Fase Kritis untuk Kesehatan dan Pembangunan</strong>: WHO menggarisbawahi bahwa masa remaja merupakan periode yang penting untuk mengembangkan potensi kesehatan fisik, mental, dan sosial secara optimal.</p><p><strong>Hak-hak Remaja</strong>: Pentingnya mengakui hak-hak remaja, termasuk hak untuk hidup sehat, hak atas pendidikan, informasi, perlindungan dari kekerasan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.</p><p><strong>Pengaruh Lingkungan</strong>: Lingkungan fisik, sosial, dan budaya memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan perkembangan remaja. Lingkungan yang mendukung dan inklusif penting untuk mendukung kesejahteraan remaja.</p><p>&nbsp;</p><p>Perbandingan:</p><p><strong>Pandangan Masyarakat Indonesia</strong> cenderung menekankan pada aspek sosial, pendidikan, dan nilai-nilai budaya dalam pembentukan identitas remaja, sementara <strong>WHO</strong> lebih menekankan pada hak-hak remaja, perlindungan kesehatan, dan pendidikan se-ks yang komprehensif.</p><p><strong>Indonesia</strong> sering kali memandang remaja sebagai masa persiapan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan beretika, sementara <strong>WHO</strong> lebih menekankan pada potensi dan hak remaja sebagai individu yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi.</p>

Remaja adalah fase perkembangan yang penuh dengan dinamika, dan pandangan terhadap remaja dapat bervariasi tergantung pada budaya dan konteks sosial. Berikut ini adalah ciri-ciri utama remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia dan pandangan dunia yang disampaikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia):

Pandangan Masyarakat Indonesia:

Masa Transisi: Remaja dianggap sebagai masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Ini adalah waktu di mana individu mulai mengeksplorasi identitas diri dan tanggung jawab sosialnya.

Pengalaman Sosial: Pentingnya pengalaman sosial dan pergaulan yang baik dengan keluarga, teman sebaya, dan komunitas sebagai bagian dari pembentukan kepribadian dan nilai-nilai moral.

Peran Gender: Peran gender sering kali dijadikan acuan dalam menentukan harapan sosial dan norma perilaku bagi remaja laki-laki dan perempuan.

Pendidikan dan Karier: Pendidikan dan persiapan karier sering kali menjadi fokus utama dalam pandangan masyarakat terhadap remaja, dengan harapan untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

 

Pandangan Dunia oleh WHO:

Menurut pandangan WHO, remaja juga memiliki beberapa ciri yang mencakup:

Fase Kritis untuk Kesehatan dan Pembangunan: WHO menggarisbawahi bahwa masa remaja merupakan periode yang penting untuk mengembangkan potensi kesehatan fisik, mental, dan sosial secara optimal.

Hak-hak Remaja: Pentingnya mengakui hak-hak remaja, termasuk hak untuk hidup sehat, hak atas pendidikan, informasi, perlindungan dari kekerasan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Pengaruh Lingkungan: Lingkungan fisik, sosial, dan budaya memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan perkembangan remaja. Lingkungan yang mendukung dan inklusif penting untuk mendukung kesejahteraan remaja.

 

Perbandingan:

Pandangan Masyarakat Indonesia cenderung menekankan pada aspek sosial, pendidikan, dan nilai-nilai budaya dalam pembentukan identitas remaja, sementara WHO lebih menekankan pada hak-hak remaja, perlindungan kesehatan, dan pendidikan se-ks yang komprehensif.

Indonesia sering kali memandang remaja sebagai masa persiapan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan beretika, sementara WHO lebih menekankan pada potensi dan hak remaja sebagai individu yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sebutkan 4 teknik dasar dalam permainan sepak bola​

8

4.0

Jawaban terverifikasi