Sendi F

12 Februari 2023 04:08

Iklan

Sendi F

12 Februari 2023 04:08

Pertanyaan

sebutkan 2 langkah yang di ambil ahli oleh letnan jenderal Soeharto pada peristiwa 12 Maret 1966

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

28

:

50

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

18 Januari 2024 14:02

Jawaban terverifikasi

Penjelasan: Peristiwa 12 Maret 1966 adalah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, di mana Letnan Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno melalui Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Berdasarkan informasi dari pertanyaan sebelumnya, ada dua langkah penting yang diambil oleh Soeharto: 1. Soeharto mengajukan konsep yang mempermudah penyelesaian situasi konflik yang sedang berlangsung. Konsep ini kemudian diajukan kepada Presiden Soekarno untuk dipelajari. 2. Setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Soekarno, Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan pemerintah sebagai pemegang Surat Perintah 11 Maret 1966. Ini dilakukan sesuai dengan Ketetapan MPRS No XV/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa presiden berhalangan atau presiden menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pemegang surat perintah tersebut. Kesimpulan: Dua langkah yang diambil oleh Letnan Jenderal Soeharto pada peristiwa 12 Maret 1966 adalah mengajukan konsep penyelesaian konflik kepada Presiden Soekarno dan mengambil alih kekuasaan pemerintah setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden. Semoga penjelasan ini membantu Anda ๐Ÿ™‚


Iklan

Nanda R

Community

21 Januari 2024 02:13

Jawaban terverifikasi

Peristiwa 12 Maret 1966 di Indonesia adalah kudeta militer yang melibatkan Letnan Jenderal Soeharto dan merupakan bagian dari konflik politik dan militer yang terjadi selama transisi kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Orde Baru. Dalam konteks tersebut, dua langkah yang diambil oleh Letnan Jenderal Soeharto pada peristiwa tersebut adalah: 1. Menangkap Anggota Dewan Jenderal: Soeharto menangkap sejumlah anggota Dewan Jenderal (Dewan Jenderal adalah kelompok perwira militer yang mendukung Soekarno) pada malam 11-12 Maret 1966. Ini merupakan langkah kunci yang dilakukan untuk mengamankan kendali militer dan melemahkan oposisi terhadapnya. 2. Menerbitkan Supersemar: Pada 11 Maret 1966, Soeharto mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang dikeluarkan oleh Soekarno. Surat tersebut memberikan kekuasaan ekstra konstitusional kepada Soeharto, dan dengan demikian memberinya dasar hukum untuk mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan dalam mengamankan pemerintahan dan mengendalikan situasi politik dan militer di Indonesia. Supersemar dianggap sebagai dasar hukum legitimasi bagi Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dan memulai masa pemerintahan Orde Baru.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

62

5.0

Jawaban terverifikasi