Ananda N

08 November 2022 01:30

Iklan

Ananda N

08 November 2022 01:30

Pertanyaan

Seberapa besar pengaruh Surat Perintah 11 Maret terkait dukungan terhadap Soeharto ? dilihat dari sudut pandang hukum!

Seberapa besar pengaruh Surat Perintah 11 Maret terkait 
dukungan terhadap Soeharto ? dilihat dari sudut pandang hukum!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

56

:

08

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

17 Februari 2024 10:42

Jawaban terverifikasi

<p>Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1966 oleh Presiden Soekarno. Surat tersebut memberikan kekuasaan penuh kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan keamanan dan ketertiban nasional. Secara hukum, Surat Perintah 11 Maret memiliki beberapa aspek yang kontroversial dan memunculkan pertanyaan tentang keabsahannya. Beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan:</p><p><strong>Kekuasaan Absolut:</strong></p><ul><li>Surat Perintah 11 Maret memberikan kekuasaan penuh kepada Soeharto, bahkan melebihi wewenang konstitusional Presiden. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legalitas dan legitimasi pemberian kekuasaan sedemikian rupa.</li></ul><p><strong>Konstitusionalitas:</strong></p><ul><li>Dari sudut pandang konstitusionalitas, pemberian kekuasaan yang begitu besar tanpa proses hukum formal, seperti penetapan darurat atau prosedur konstitusional lainnya, dapat dianggap melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum.</li></ul><p><strong>Pengaruh Terhadap Pergantian Kepemimpinan:</strong></p><ul><li>Supersemar memiliki dampak besar terhadap pergeseran kekuasaan politik di Indonesia. Setelah menerima Surat Perintah 11 Maret, Soeharto berhasil mengonsolidasikan kekuasaan dan akhirnya menggantikan Soekarno sebagai Presiden Indonesia.</li></ul><p><strong>Implikasi Terhadap Legitimitas Kekuasaan:</strong></p><ul><li>Meskipun mendapat dukungan dari sebagian besar militer dan elite politik, Surat Perintah 11 Maret memberikan gambaran bahwa peralihan kekuasaan tersebut tidak melalui proses hukum dan politik yang jelas, sehingga dapat dipertanyakan dari segi legitimasi.</li></ul><p><strong>Kritik Terhadap Keabsahan:</strong></p><ul><li>Beberapa pihak, terutama kelompok-kelompok yang mendukung Soekarno dan konstitusionalitas, menganggap Surat Perintah 11 Maret sebagai tindakan yang tidak sah dan menciderai prinsip-prinsip demokrasi dan konstitusionalitas.</li></ul>

Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1966 oleh Presiden Soekarno. Surat tersebut memberikan kekuasaan penuh kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan keamanan dan ketertiban nasional. Secara hukum, Surat Perintah 11 Maret memiliki beberapa aspek yang kontroversial dan memunculkan pertanyaan tentang keabsahannya. Beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan:

Kekuasaan Absolut:

  • Surat Perintah 11 Maret memberikan kekuasaan penuh kepada Soeharto, bahkan melebihi wewenang konstitusional Presiden. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legalitas dan legitimasi pemberian kekuasaan sedemikian rupa.

Konstitusionalitas:

  • Dari sudut pandang konstitusionalitas, pemberian kekuasaan yang begitu besar tanpa proses hukum formal, seperti penetapan darurat atau prosedur konstitusional lainnya, dapat dianggap melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum.

Pengaruh Terhadap Pergantian Kepemimpinan:

  • Supersemar memiliki dampak besar terhadap pergeseran kekuasaan politik di Indonesia. Setelah menerima Surat Perintah 11 Maret, Soeharto berhasil mengonsolidasikan kekuasaan dan akhirnya menggantikan Soekarno sebagai Presiden Indonesia.

Implikasi Terhadap Legitimitas Kekuasaan:

  • Meskipun mendapat dukungan dari sebagian besar militer dan elite politik, Surat Perintah 11 Maret memberikan gambaran bahwa peralihan kekuasaan tersebut tidak melalui proses hukum dan politik yang jelas, sehingga dapat dipertanyakan dari segi legitimasi.

Kritik Terhadap Keabsahan:

  • Beberapa pihak, terutama kelompok-kelompok yang mendukung Soekarno dan konstitusionalitas, menganggap Surat Perintah 11 Maret sebagai tindakan yang tidak sah dan menciderai prinsip-prinsip demokrasi dan konstitusionalitas.

Iklan

Erwin A

Community

08 November 2022 02:35

dampak positif dari supersemar adalah memberantas anggota PKI dan keturunannya. Sementara itu, dampak negatif dari supersemar adalah adanya dualisme kepemimpinan (Soekarno sebagai pemimpin pemerintahan, sedangkan Soeharto sebagai pelaksana pemerintahan). Latar belakang Supersemar yakni situasi negara secara umum dalam keadaan kacau dan genting, untuk mengatasi situasi yang tidak menentu akibat pemberontakan G30S, untuk menyelamatkan NKRI, serta memulihkan keadaan dan wibawa pemerintah. Supersemar pada intinya merupakan pemberian mandat kepada Letjen Soeharto selaku Menteri Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkatib untuk memulihan keadaan dan kewibawaan pemerintah. Supersemar memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam menentukan kebijakan dalam dan luar negeri, diantaranya adalah Posisi Letjen Soeharto semakin menguat sedangkan posisi Presiden Soekarno semakin melemah  Pembubaran PKI Soeharto menangkap menteri-menteri  yang dianggap mendukung Soekarno dan terlibat G30S Penetapan Supersemar sebagai Ketetapan MPRS Status Presiden Soekarno yang menjabat pesiden selama seumur hidup akhirnya dicabut oleh MPRS MPRS menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Pidato Nawaksara)


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi