Anonim N

02 Juni 2023 11:53

Iklan

Anonim N

02 Juni 2023 11:53

Pertanyaan

Sampai akhir September 1945, ternyata Indonesia belum memiliki kesatuan dan organisasi ketentaraan secara resmi dan profesional. Walaupun sudah ada BKR namun para pemuda belum puas dengan keberadaan BKR sehingga badan-badan. perjuangan terus mengadakan perlawanan terhadap sisa-sisa kekuatan Jepang. Namun nyatanya ancaman dari negara-negara asing semakin mendekat dan masuk ke Indonesia seperti kedatangan SEAC, AFNE) dan NICA. Berdasarkan kondisi yang semakin genting tersebut, kemudian pemerintah membentuk TKR dan menunjuk Urip Sumoharjo sebagai kepala staf, Namun TKR pada akhirnya juga dinilai gagal menjalankan tugasnya, mengapa demikian?

Sampai akhir September 1945, ternyata Indonesia belum memiliki kesatuan dan organisasi ketentaraan secara resmi dan profesional. Walaupun sudah ada BKR namun para pemuda belum puas dengan keberadaan BKR sehingga badan-badan. perjuangan terus mengadakan perlawanan terhadap sisa-sisa kekuatan Jepang. Namun nyatanya ancaman dari negara-negara asing semakin mendekat dan masuk ke Indonesia seperti kedatangan SEAC, AFNE) dan NICA. Berdasarkan kondisi yang semakin genting tersebut, kemudian pemerintah membentuk TKR dan menunjuk Urip Sumoharjo sebagai kepala staf, Namun TKR pada akhirnya juga dinilai gagal menjalankan tugasnya, mengapa demikian?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

20

:

24

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

06 Februari 2024 21:44

Jawaban terverifikasi

<p>Pada akhir September 1945, pemerintah Indonesia membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menunjuk Urip Sumoharjo sebagai kepala staf sebagai respons terhadap ancaman dari negara-negara asing yang semakin mendekat dan masuk ke Indonesia. Namun, TKR pada akhirnya dinilai gagal menjalankan tugasnya. Hal ini terjadi karena berbagai alasan, termasuk kurangnya persenjataan dan pelatihan yang memadai, kurangnya koordinasi dan komunikasi, serta tekanan dari berbagai pihak, termasuk pasukan Sekutu dan Belanda. Selain itu, adanya perbedaan latar belakang dan pengalaman di antara para anggota TKR juga turut mempengaruhi kinerja mereka</p>

Pada akhir September 1945, pemerintah Indonesia membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menunjuk Urip Sumoharjo sebagai kepala staf sebagai respons terhadap ancaman dari negara-negara asing yang semakin mendekat dan masuk ke Indonesia. Namun, TKR pada akhirnya dinilai gagal menjalankan tugasnya. Hal ini terjadi karena berbagai alasan, termasuk kurangnya persenjataan dan pelatihan yang memadai, kurangnya koordinasi dan komunikasi, serta tekanan dari berbagai pihak, termasuk pasukan Sekutu dan Belanda. Selain itu, adanya perbedaan latar belakang dan pengalaman di antara para anggota TKR juga turut mempengaruhi kinerja mereka


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

59

5.0

Jawaban terverifikasi