Anonim A

28 November 2022 09:11

Iklan

Anonim A

28 November 2022 09:11

Pertanyaan

Salah satu perdana menteri Indonesia pada masa demokrasi liberal dari Jawa barat yang namanya diabadikan menjadi nama jalan terkenal di kota Bandung adalah... A.Muhammad Natsir B.Sukiman wiryosanjoyo C.Burhanudin Harahap D.Djuanda kartawidjaja E.Ali Sastroamidjojo

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

32

:

48

Klaim

4

2


Iklan

Erwin A

Community

28 November 2022 10:19

<p>jawabannya D.Djuanda kartawidjaja</p><p>penjelasan:</p><p>Djuanda mendapatkan julukan “Menteri Maraton” dari para jurnalis. Hal ini tidak lain karena ia&nbsp; pernah merasakan posisi menteri dalam beberapa bidang dan merupakan anggota kabinet RI terlama kedua setelah Johannes Leimena saat itu. Hanya mereka berdua yang namanya hampir selalu muncul dalam kabinet di masa-masa awal RI. Lebih hebat lagi karena Djuanda adalah profesional murni yang tidak pernah menjadi anggota partai politik atau nonpartai.</p><p>Pada tanggal 8 April 1957, Djuanda diangkat sebagai Perdana Menteri ke-10 sekaligus Menteri Pertahanan berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1957. Ia menjadi Perdana Menteri Indonesia ke-10 menggantikan Ali Sastroamidjojo dan menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959.&nbsp;</p><p>Pada 7 November 1963, Ir. H. Djuanda Kartawidjaja wafat karena serangan jantung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Lalu, berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 244 tahun 1963, Djuanda diangkat menjadi Pahlawan Nasional.</p><p>Atas jasanya yang besar dalam perkembangan bangsa dan negara, namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya pertama di Indonesia. Pada tanggal 23 Agustus 1965, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diresmikan oleh Gubernur Mashudi dan dikelola oleh Jawatan Kehutanan Provinsi Jawa Barat.</p>

jawabannya D.Djuanda kartawidjaja

penjelasan:

Djuanda mendapatkan julukan “Menteri Maraton” dari para jurnalis. Hal ini tidak lain karena ia  pernah merasakan posisi menteri dalam beberapa bidang dan merupakan anggota kabinet RI terlama kedua setelah Johannes Leimena saat itu. Hanya mereka berdua yang namanya hampir selalu muncul dalam kabinet di masa-masa awal RI. Lebih hebat lagi karena Djuanda adalah profesional murni yang tidak pernah menjadi anggota partai politik atau nonpartai.

Pada tanggal 8 April 1957, Djuanda diangkat sebagai Perdana Menteri ke-10 sekaligus Menteri Pertahanan berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1957. Ia menjadi Perdana Menteri Indonesia ke-10 menggantikan Ali Sastroamidjojo dan menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. 

Pada 7 November 1963, Ir. H. Djuanda Kartawidjaja wafat karena serangan jantung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Lalu, berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 244 tahun 1963, Djuanda diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Atas jasanya yang besar dalam perkembangan bangsa dan negara, namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya pertama di Indonesia. Pada tanggal 23 Agustus 1965, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diresmikan oleh Gubernur Mashudi dan dikelola oleh Jawatan Kehutanan Provinsi Jawa Barat.


Iklan

Cyess C

28 November 2022 20:43

<p>Jawaban yang tepat adalah d.</p><p>Nama jalan raya yang dimaksud adalah Jl. Ir. H. Juanda, Jawa Barat.</p><p>&nbsp; Pemerintah menetapkan beliau sebgai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Nama beliau juga diabadikan di berbagai fasilitas umum, salah satunya adalah Bandar Udara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Stasiun Kereta Api Juanda dan sebagai nama jalan salah satunya Jl. Ir. Juanda di bilangan, Jakarta Pusat. Selain diabadikan sebagai nama di berbagai fasilitas umum pemerintah, Djoeanda juga diabadikan dalam pecahan uang Rp50.000,- yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.</p>

Jawaban yang tepat adalah d.

Nama jalan raya yang dimaksud adalah Jl. Ir. H. Juanda, Jawa Barat.

  Pemerintah menetapkan beliau sebgai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Nama beliau juga diabadikan di berbagai fasilitas umum, salah satunya adalah Bandar Udara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Stasiun Kereta Api Juanda dan sebagai nama jalan salah satunya Jl. Ir. Juanda di bilangan, Jakarta Pusat. Selain diabadikan sebagai nama di berbagai fasilitas umum pemerintah, Djoeanda juga diabadikan dalam pecahan uang Rp50.000,- yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

36

5.0

Jawaban terverifikasi