Putri A

26 September 2024 08:07

Iklan

Putri A

26 September 2024 08:07

Pertanyaan

Salah satu karakteristik dari metode ilmiah adalah logis, artinya.... A. Metodenya harus didasarkan pada kebenaran universal. B. Metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional/ masuk akal, berdasarkan data, fakta dan bukti yang ada. C. Metodenya didasarkan pada fakta di lapangan yang teramati dengan panca indera. kesimpulan mutlak dan tidak terbantahkan D. Metodenya bertujuan untuk mendapatkan E. Metodenya bersifat menyeluruh dan caranya dapat dilakukan oleh siapa saja

Salah satu karakteristik dari metode ilmiah adalah logis, artinya....

A. Metodenya harus didasarkan pada kebenaran universal.

B. Metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional/ masuk akal, berdasarkan data, fakta dan bukti yang ada.

C. Metodenya didasarkan pada fakta di lapangan yang teramati dengan panca indera. kesimpulan mutlak dan tidak terbantahkan

D. Metodenya bertujuan untuk mendapatkan E. Metodenya bersifat menyeluruh dan caranya dapat dilakukan oleh siapa saja

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

17

:

37

Klaim

8

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Dian

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

26 September 2024 10:55

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah B. Metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional/ masuk akal, berdasarkan data, fakta dan bukti yang ada.</p><p>&nbsp;</p><p>Pembahasan:<br>Metode ilmiah adalah proses menetapkan fakta secara objektif melalui pengujian dan eksperimen. Proses dasar metode ilmiah meliputi: Pengamatan, Pembentukan hipotesis, Prediksi, Pelaksanaan eksperimen, Analisis hasil.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Salah satu karakteristik dari metode ilmiah yang logis adalah metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional atau masuk akal, berdasarkan data, fakta, dan bukti yang ada.</p><p>&nbsp;</p><p>Selain logis, metode ilmiah juga memiliki karakteristik objektif, yang artinya penyelidikannya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>

Jawaban yang benar adalah B. Metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional/ masuk akal, berdasarkan data, fakta dan bukti yang ada.

 

Pembahasan:
Metode ilmiah adalah proses menetapkan fakta secara objektif melalui pengujian dan eksperimen. Proses dasar metode ilmiah meliputi: Pengamatan, Pembentukan hipotesis, Prediksi, Pelaksanaan eksperimen, Analisis hasil. 

 

Salah satu karakteristik dari metode ilmiah yang logis adalah metodenya dapat menghasilkan kesimpulan yang rasional atau masuk akal, berdasarkan data, fakta, dan bukti yang ada.

 

Selain logis, metode ilmiah juga memiliki karakteristik objektif, yang artinya penyelidikannya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama. 

 

Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah artikel berikut untuk menerapkan teknik SQ3R! Belajar Malu dari Putri Malu Oleh: Jaya Suprana KETIKA sedang mempelajari apa yang disebut malu demi menyusun buku Malumologi (Elex Media Komputindo 2019), perhatian saya sempat tertarik pada sejenis tanaman yang pada saat tersentuh spontan reaktif melayukan dedaunan dirinya sendiri. Masyarakat Indonesia menyebut tanaman sensitif itu sebagai Putri Malu, sementara para botanikawan memberi nama lebih beraroma “ilmiah” yaitu Mimosa pudica. Lain halnya dengan masyarakat Jerman menyemooh orang yang mudah merasa tersinggung sebagai mimosa. Para ilmuwan menganggap reaksi gerak dedaunan Putri Malu melayukan diri disebabkan oleh perubahan tekanan turgor pada tulang daun yang bisa ikut dirasakan oleh dedaunan Putri Malu. Tiupan angin dengan kederasan melebihi ambang batas sensitivitas Putri Malu juga bisa menyebabkan dedaunannya menutup diri. Secara saintifik, gerak dedaunan Putri Malu disebut kerennya sebagai seismonasti yang dipengaruhi tigmonasti. Putri Malu sensitif bukan hanya terhadap sentuhan atau tiupan angin namun juga menguncup pada saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Ada makna survival pada sifat penguncupan dedaunan Putri Malu demi melindungi diri dari hewan pemakan tanaman. Akibat tampak melayu maka para predator kehilangan selera untuk memakan tanaman yang pandai melayukan diri itu. Diyakini bahwa dedaunan Putri Malu mengandung khasiat anti inflamasi dan anti depresan. Kearifan kesehatan leluhur menyatakan air rebusan dedaunan Putri Malu dapat membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan manusia akibat virus Corona. Dengan risiko dipermalukan oleh para botanikawan yang atheis, saya pribadi tidak malu meyakini bahwa Putri Malu adalah anugerah mahakarya Yang Maha Kuasa. Putri Malu an sich merupakan bukti secara nyata-alami tanpa melalui uji klinis bahwa pada hakikatnya tanaman yang kerap dianggap sebagai jenis mahluk hidup kelas terendah akibat dianggap tidak memiliki perasaan ternyata memiliki perasaan. Akibat memiliki perasaan maka Putri Malu siap berkomunikasi dengan lingkungannya termasuk manusia. Bahkan ketika memetik kesimpulan dari observasi malumologis terhadap perilaku Putri Malu, terus terang perasaan malu menyelinap masuk ke lubuk sanubari. Memalukan bahwa ternyata tanaman bisa memiliki perasaan sementara manusia yang dianggap dan menganggap lebih beradab ketimbang tanaman malah terbukti bisa kehilangan rasa malu. Maka ada (tidak semua) manusia merasa tidak malu mewujudkan angkara murka menghujat, memfitnah, mem-bully, menggusur, menindas, menyengsarakan, menyelakakan, melukai bahkan membinasakan sesama manusia. sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/20/115041065/belajar-malu-dari-putri￾malu?page=all#page2 Setelah Saudara membaca artikel di atas, selesaikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Temukanlah informasi awal, identitas, dan topik artikel! (langkah survey) 2. Buatlah tiga pertanyaan yang relevan dengan isi teks! (langkah question) 3. Temukanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat pada nomor 2! (langkah read) 4. Catatlah dengan bahasa sendiri jawaban-jawaban yang sudah ditemukan pada nomor 3! (langkah recite) 5. Catatlah informasi utama dari artikel di atas! (langkah review)

2

4.1

Jawaban terverifikasi

Kebersihan Lingkungan di Sekitar Kita Bab l Pendahuluan A. Latar Belakang Kebersihan lingkungan adalah suatu keadaan yang bebas dari kotoran, seperti debu, sampah, dan bau. Di Indonesia masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang terus berkembang. Kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan pada tiap tahun terus meningkat. Masalah tersebut disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih kurang. Masyarakat masih membuang sampah di sembarang tempat dan di sungai. Akibat sampah yang dibuang sembarangan tersebut muncul beberapa penyakit, seperti diare, penyakit kulit, atau penyakit pernapasan dan banjir. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dinyatakan tersebut, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan d ibahas dalam karya tulis ilmiah sebagai berikut. 1. Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar? 2. Bagaimana cara untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar? C. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penulisan karya tulis ini sebagai berikut. 1. Supaya lingkungan di sekitar dapat tetap terjaga kebersihannya. 2. Meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar akan pentingnya suatu lingkungan yang bersih. D. Metode dan Teknik Penelitian Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penulis akan menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik yang dipergunakan dalam penelitian sebagai berikut. 1. Teknik Pengamatan Langsung, penulis terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kebersihan lingkungan dan peranan pelajar terhadap suatu masalah kebersihan lingkungan. 2. Teknik Wawancara, teknik bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap kasus yang dibahas. Responden meliputi masyarakat sekitar, khususnya ahli kebersihan lingkungan hidup sebagai sumber informasi tentang studi kasus masalah kebersihan lingkungan. 3. Studi Pustaka, yakni membaca buku-buku yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah dan berkaitan erat dalam masalah lingkungan hidup. Bab II Pembahasan Kebersihan merupakan cerminan setiap individu dalam menjaga kesehatan. Kebersihan adalah bagian dari iman. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Oleh sebab itu, sebagai masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan bersih, hidup kita akan nyaman dan sehat. Kita akan terhindar dari penyakit. Bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan? Berikut ada beberapa cara menjaga kebersihan lingkungan. 1. Dimulai dari diri sendiri lalu memberi contoh kepada masyarakat cara menjaga kebersihan lingkungan. 2. Melibatkan tokoh masyarakat untuk memberi arahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 3. Melibatkan para pemuda agar ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan di sekitar. 4. Membuat jadwal kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. 5. Memperbanyak tempat sampah di lingkungan tempat tinggal. Bab Ill Penutup A. Kesimpulan Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih kurang. Akibatnya, banyak sampah berserakan di sembarang tempat. Sampah tersebut dapat menimbulkan penyakit. Agar lingkungan tetap bersih, masyarakat harus mengupayakannya. Banyak cara yang dapat dilakukan agar lingkungan tempat tinggal kita bersih. Upaya yang dilakukan harus berasal dari diri sendiri. Selanjutnya, kita dapat melibatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. B. Saran Kepada masyarakat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Sebagai warga masyarakat, sebaiknya kita bisa memberi contoh cara menjaga kebersihan lingkungan. Jelaskan unsur siapa (who) dalam karya ilmiah tersebut!

2

3.7

Jawaban terverifikasi

Kebersihan Lingkungan di Sekitar Kita Bab l Pendahuluan A. Latar Belakang Kebersihan lingkungan adalah suatu keadaan yang bebas dari kotoran, seperti debu, sampah, dan bau. Di Indonesia masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang terus berkembang. Kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan pada tiap tahun terus meningkat. Masalah tersebut disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih kurang. Masyarakat masih membuang sampah di sembarang tempat dan di sungai. Akibat sampah yang dibuang sembarangan tersebut muncul beberapa penyakit, seperti diare, penyakit kulit, atau penyakit pernapasan dan banjir. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dinyatakan tersebut, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan d ibahas dalam karya tulis ilmiah sebagai berikut. 1. Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar? 2. Bagaimana cara untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar? C. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penulisan karya tulis ini sebagai berikut. 1. Supaya lingkungan di sekitar dapat tetap terjaga kebersihannya. 2. Meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar akan pentingnya suatu lingkungan yang bersih. D. Metode dan Teknik Penelitian Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penulis akan menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik yang dipergunakan dalam penelitian sebagai berikut. 1. Teknik Pengamatan Langsung, penulis terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kebersihan lingkungan dan peranan pelajar terhadap suatu masalah kebersihan lingkungan. 2. Teknik Wawancara, teknik bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap kasus yang dibahas. Responden meliputi masyarakat sekitar, khususnya ahli kebersihan lingkungan hidup sebagai sumber informasi tentang studi kasus masalah kebersihan lingkungan. 3. Studi Pustaka, yakni membaca buku-buku yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah dan berkaitan erat dalam masalah lingkungan hidup. Bab II Pembahasan Kebersihan merupakan cerminan setiap individu dalam menjaga kesehatan. Kebersihan adalah bagian dari iman. Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan baik itu lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Oleh sebab itu, sebagai masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan bersih, hidup kita akan nyaman dan sehat. Kita akan terhindar dari penyakit. Bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan? Berikut ada beberapa cara menjaga kebersihan lingkungan. 1. Dimulai dari diri sendiri lalu memberi contoh kepada masyarakat cara menjaga kebersihan lingkungan. 2. Melibatkan tokoh masyarakat untuk memberi arahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 3. Melibatkan para pemuda agar ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan di sekitar. 4. Membuat jadwal kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. 5. Memperbanyak tempat sampah di lingkungan tempat tinggal. Bab Ill Penutup A. Kesimpulan Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih kurang. Akibatnya, banyak sampah berserakan di sembarang tempat. Sampah tersebut dapat menimbulkan penyakit. Agar lingkungan tetap bersih, masyarakat harus mengupayakannya. Banyak cara yang dapat dilakukan agar lingkungan tempat tinggal kita bersih. Upaya yang dilakukan harus berasal dari diri sendiri. Selanjutnya, kita dapat melibatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. B. Saran Kepada masyarakat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Sebagai warga masyarakat, sebaiknya kita bisa memberi contoh cara menjaga kebersihan lingkungan. Jelaskan unsur di mana (where) dalam karya ilmiah tersebut!

1

0.0

Jawaban terverifikasi