Nazifa P

27 Agustus 2023 05:58

Iklan

Nazifa P

27 Agustus 2023 05:58

Pertanyaan

Proses fagositosis sel-sel darah putih dalam memberantas mikroorganisme menggunakan prinsip...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

24

:

02

Klaim

2

1


Iklan

Vincent M

Community

28 Agustus 2023 00:04

<p>Proses fagositosis yang dilakukan oleh sel-sel darah putih (leukosit) dalam memberantas mikroorganisme menggunakan prinsip imunitas bawaan atau nonspesifik. Ini berarti bahwa sistem imun ini merespons ancaman mikroorganisme tanpa memerlukan pengenalan spesifik terhadap mikroorganisme tertentu. Proses ini melibatkan beberapa tahapan:</p><p><strong>Penarikan</strong>: Sel-sel darah putih yang dikenal sebagai fagosit (seperti neutrofil dan makrofag) mendeteksi adanya mikroorganisme atau partikel yang mencurigakan di sekitarnya. Proses ini dapat dilakukan melalui deteksi zat kimia khusus yang dilepaskan oleh mikroorganisme atau melalui perubahan dalam struktur permukaan mikroorganisme yang dapat dikenali oleh reseptor pada permukaan sel darah putih.</p><p><strong>Lemparkan dan Rekrut</strong>: Setelah mendeteksi ancaman, sel darah putih mengalami perubahan dalam bentuk dan pergerakan. Mereka mungkin melemparkan pseudopodia (perpanjangan sel yang mirip dengan "kaki palsu") menuju mikroorganisme atau tempat di mana ancaman terdeteksi. Selain itu, mereka juga dapat melepaskan zat kimia khusus yang memanggil lebih banyak sel darah putih ke daerah tersebut (proses yang dikenal sebagai kemotaksis) untuk mengintensifkan respons imun.</p><p><strong>Pengikatan dan Fagositosis</strong>: Sel darah putih yang mencapai mikroorganisme atau partikel patogen yang mencurigakan akan melekat pada permukaannya. Ini dilakukan melalui interaksi antara reseptor pada permukaan sel darah putih dengan molekul yang ada di permukaan mikroorganisme. Setelah lekat, sel darah putih akan membentuk vakuola atau vesikel yang menelan mikroorganisme atau partikel tersebut.</p><p><strong>Degradasi</strong>: Vakuola yang berisi mikroorganisme akan digabungkan dengan lisosom (organel dalam sel yang berisi enzim pencernaan) dalam proses yang dikenal sebagai fusi lisosom. Enzim-enzim dalam lisosom akan memecah mikroorganisme menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana dan tidak berbahaya.</p><p><strong>Penghapusan</strong>: Sisa-sisa mikroorganisme yang telah dicerna akan dikeluarkan dari sel darah putih dan dari tubuh melalui proses yang dikenal sebagai eksositosis.</p><p>Secara keseluruhan, prinsip utama yang digunakan dalam proses fagositosis oleh sel-sel darah putih adalah mendeteksi, menyerang, menelan, dan mencerna mikroorganisme atau partikel asing untuk melindungi tubuh dari infeksi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Proses fagositosis yang dilakukan oleh sel-sel darah putih (leukosit) dalam memberantas mikroorganisme menggunakan prinsip imunitas bawaan atau nonspesifik. Ini berarti bahwa sistem imun ini merespons ancaman mikroorganisme tanpa memerlukan pengenalan spesifik terhadap mikroorganisme tertentu. Proses ini melibatkan beberapa tahapan:

Penarikan: Sel-sel darah putih yang dikenal sebagai fagosit (seperti neutrofil dan makrofag) mendeteksi adanya mikroorganisme atau partikel yang mencurigakan di sekitarnya. Proses ini dapat dilakukan melalui deteksi zat kimia khusus yang dilepaskan oleh mikroorganisme atau melalui perubahan dalam struktur permukaan mikroorganisme yang dapat dikenali oleh reseptor pada permukaan sel darah putih.

Lemparkan dan Rekrut: Setelah mendeteksi ancaman, sel darah putih mengalami perubahan dalam bentuk dan pergerakan. Mereka mungkin melemparkan pseudopodia (perpanjangan sel yang mirip dengan "kaki palsu") menuju mikroorganisme atau tempat di mana ancaman terdeteksi. Selain itu, mereka juga dapat melepaskan zat kimia khusus yang memanggil lebih banyak sel darah putih ke daerah tersebut (proses yang dikenal sebagai kemotaksis) untuk mengintensifkan respons imun.

Pengikatan dan Fagositosis: Sel darah putih yang mencapai mikroorganisme atau partikel patogen yang mencurigakan akan melekat pada permukaannya. Ini dilakukan melalui interaksi antara reseptor pada permukaan sel darah putih dengan molekul yang ada di permukaan mikroorganisme. Setelah lekat, sel darah putih akan membentuk vakuola atau vesikel yang menelan mikroorganisme atau partikel tersebut.

Degradasi: Vakuola yang berisi mikroorganisme akan digabungkan dengan lisosom (organel dalam sel yang berisi enzim pencernaan) dalam proses yang dikenal sebagai fusi lisosom. Enzim-enzim dalam lisosom akan memecah mikroorganisme menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana dan tidak berbahaya.

Penghapusan: Sisa-sisa mikroorganisme yang telah dicerna akan dikeluarkan dari sel darah putih dan dari tubuh melalui proses yang dikenal sebagai eksositosis.

Secara keseluruhan, prinsip utama yang digunakan dalam proses fagositosis oleh sel-sel darah putih adalah mendeteksi, menyerang, menelan, dan mencerna mikroorganisme atau partikel asing untuk melindungi tubuh dari infeksi.

 

 


 


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

48

4.8

Jawaban terverifikasi