Borrago O

13 Juli 2022 09:08

Iklan

Borrago O

13 Juli 2022 09:08

Pertanyaan

Produksi urine akan meningkat jika .... A. banyak minum, sekresi ADH sedikit dan reabsorbsi tubulus terhadap air berkurang B. banyak minum, sekresi ADH banyak dan reabsorbsi tubulus terhadap garam meningkat C. banyak berkeringat, sekresi ADH meningkat dan reabsorbsi tubulus terhadap glukosa sedikit D. sedikit berkeringat, sekresi ADH banyak dan reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang E. banyak minum, hormone insulin meningkat, dan reabsorbsi tubulus terhadapglukosa meningkat

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

36

:

58

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Dwi

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

22 September 2022 10:59

Jawaban terverifikasi

<p>Produksi urine akan meningkat jika A. Banyak minum, sekresi ADH sedikit dan reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Faktor yang mempengaruhi produksi urin adalah :&nbsp;</p><p>1. Jumlah air yang dikonsumsi</p><p>Proses pembentukan urin berfungsi untuk menyeimbangkan kadar cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Apabila minum air terlalu banyak maka konsentrasi protein dalam darah akan berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan koloid protein, sehingga mengurangi efektivitas tekanan filtrasi dan mengakibatkan peningkatan jumlah urin yang dihasilkan. Oleh karena itu apabila jumlah air yang dikonsumsi banyak maka urin yang diproduksi juga semakin banyak&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>2. Usia&nbsp;</p><p>Usia berpengaruh dalam proses produksi urine. Aak-anak balita biasanya lebih sering buang air kecil. Anak balita masih belum bisa mengontrol keinginannya untuk buang air kecil. Selain itu, anak balita mengonsumsi makanan berupa air putih lebih banyak sehingga urin yang dihasilkan lebih banyak. Di sisi lain, setelah dewasa, jumlah nefron yang berfungsi dalam tubuh berkurang sekitar 10% setiap tahun, sehingga proses ekskresi urin pada orang dewasa berkurang. Oleh karena itu orang dewasa menghasilkan urin lebih sedikit dibandingkan balita.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>3. Cuaca&nbsp;</p><p>Saat cuaca panas, lebih banyak cairan yang dikeluarkan dalam bentuk keringat. Namun, dalam cuaca dingin, banyak cairan yang dikeluarkan dalam bentuk urin. Oleh karena itu apabila cuaca panas, maka produksi urin akan berkurang.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>4. ADH (Antidiuretic hormon)&nbsp;</p><p>ADH disekresikan oleh kelenjar hipofisis. Pelepasan ADH ini ditentukan oleh reseptor khusus di otak yang secara konstan mengontrol tekanan osmotik darah. Oleh karena itu, ADH mempengaruhi proses reabsorpsi air di tubulus distal, meningkatkan permeabilitas sel. Ketika tubulus ginjal mengalami dehidrasi, konsentrasi air dalam darah menurun. Akibatnya, sekresi ADH meningkat dan mengalir melalui darah ke ginjal. Oleh karena itu, air berdifusi dari duktus collecting dan kemudian memasuki darah. Keadaan ini dapat mengembalikan konsentrasi air dalam darah. Akibatnya, urin yang dihasilkan berkurang dan pekat. Oleh karena itu apabila ADH meningkat, maka produksi urin akan berkurang dan pekat.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>5. Psikologis&nbsp;</p><p>Seseorang yang mengalami kecemasan, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat, sehingga akan mengeluarkan banyak urine.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>6. Jumlah konsentrasi hormon insulin&nbsp;</p><p>Kekurangan insulin dalam tubuh akan meningkatkan jumlah glukosa. Misalnya pada penderita diabetes melitus. Kadar gula yang tinggi akan mengganggu proses reabsorpsi di tubulus distal, sehingga penderita diabetes memiliki gejala sering buang air kecil. Kandungan gula yang tinggi membuat aliran darah lebih kental dan sulit diserap.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>7. Konsumsi garam&nbsp;</p><p>Orang yang banyak mengkonsumsi garam lebih banyak mengeluarkan urine dari tubuh. Kadar garam yang tinggi dalam darah menyebabkan ginjal memproduksi garam mineral yang lebih banyak sehingga produksi urine meningkat.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, produksi urine akan meningkat jika banyak minum, sekresi ADH sedikit dan reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang (A).</p>

Produksi urine akan meningkat jika A. Banyak minum, sekresi ADH sedikit dan reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang. 

 

Faktor yang mempengaruhi produksi urin adalah : 

1. Jumlah air yang dikonsumsi

Proses pembentukan urin berfungsi untuk menyeimbangkan kadar cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Apabila minum air terlalu banyak maka konsentrasi protein dalam darah akan berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan koloid protein, sehingga mengurangi efektivitas tekanan filtrasi dan mengakibatkan peningkatan jumlah urin yang dihasilkan. Oleh karena itu apabila jumlah air yang dikonsumsi banyak maka urin yang diproduksi juga semakin banyak 

 

2. Usia 

Usia berpengaruh dalam proses produksi urine. Aak-anak balita biasanya lebih sering buang air kecil. Anak balita masih belum bisa mengontrol keinginannya untuk buang air kecil. Selain itu, anak balita mengonsumsi makanan berupa air putih lebih banyak sehingga urin yang dihasilkan lebih banyak. Di sisi lain, setelah dewasa, jumlah nefron yang berfungsi dalam tubuh berkurang sekitar 10% setiap tahun, sehingga proses ekskresi urin pada orang dewasa berkurang. Oleh karena itu orang dewasa menghasilkan urin lebih sedikit dibandingkan balita. 

 

3. Cuaca 

Saat cuaca panas, lebih banyak cairan yang dikeluarkan dalam bentuk keringat. Namun, dalam cuaca dingin, banyak cairan yang dikeluarkan dalam bentuk urin. Oleh karena itu apabila cuaca panas, maka produksi urin akan berkurang. 

 

4. ADH (Antidiuretic hormon) 

ADH disekresikan oleh kelenjar hipofisis. Pelepasan ADH ini ditentukan oleh reseptor khusus di otak yang secara konstan mengontrol tekanan osmotik darah. Oleh karena itu, ADH mempengaruhi proses reabsorpsi air di tubulus distal, meningkatkan permeabilitas sel. Ketika tubulus ginjal mengalami dehidrasi, konsentrasi air dalam darah menurun. Akibatnya, sekresi ADH meningkat dan mengalir melalui darah ke ginjal. Oleh karena itu, air berdifusi dari duktus collecting dan kemudian memasuki darah. Keadaan ini dapat mengembalikan konsentrasi air dalam darah. Akibatnya, urin yang dihasilkan berkurang dan pekat. Oleh karena itu apabila ADH meningkat, maka produksi urin akan berkurang dan pekat. 

 

5. Psikologis 

Seseorang yang mengalami kecemasan, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat, sehingga akan mengeluarkan banyak urine. 

 

6. Jumlah konsentrasi hormon insulin 

Kekurangan insulin dalam tubuh akan meningkatkan jumlah glukosa. Misalnya pada penderita diabetes melitus. Kadar gula yang tinggi akan mengganggu proses reabsorpsi di tubulus distal, sehingga penderita diabetes memiliki gejala sering buang air kecil. Kandungan gula yang tinggi membuat aliran darah lebih kental dan sulit diserap. 

 

7. Konsumsi garam 

Orang yang banyak mengkonsumsi garam lebih banyak mengeluarkan urine dari tubuh. Kadar garam yang tinggi dalam darah menyebabkan ginjal memproduksi garam mineral yang lebih banyak sehingga produksi urine meningkat. 

 

Jadi, produksi urine akan meningkat jika banyak minum, sekresi ADH sedikit dan reabsorpsi tubulus terhadap air berkurang (A).


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ciri ciri vertebrata yang hanya dimiliki oleh Aves adalah

36

4.8

Jawaban terverifikasi