Celine K

25 Februari 2022 10:05

Iklan

Celine K

25 Februari 2022 10:05

Pertanyaan

Presiden Sukarno mengumumkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai konsekuensi berakhirnya pelaksanaan Demokrasi Liberal. SEBAB Kondisi negara semakin memburuk akibat pergantian kabinet yang terlalu cepat pada masa Demokrasi Liberal sehingga menimbulkan ketidakstabilan politik dan semakin merosotnya perekonomian bangsa. A. Jika kedua pernyataan benar dan keduanya mempunyai hubungan sebab akibat. B. Jika kedua pernyataan benar, tetapi tidak mempunyai hubungan sebab akibat. C. Jika pernyataan pertama benar, sedangkan pernyataan kedua salah. D. Jika pernyataan pertama salah, tetapi pernyataan kedua benar. E. Jika kedua pernyataan salah.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

35

:

55

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

E. Ariska

03 Maret 2022 06:57

Jawaban terverifikasi

Hai Celine K, Kakak bantu jawab ya. Untuk pertanyaan diatas, jawaban yang tepat adalah A. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut ini Pernyataan pertama benar Keputusan atau ketetapan presiden Soekarno terkait dengan kondisi politik yang tidak stabil akibat Dewan Konstituante tidak berhasil menyelesaikan tugasnya menyusun UUD baru. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan jembatan politik dari era Demokrasi Liberal menuju era demokrasi Terpimpin. Dekrit ini berisi: 1. Pembubaran konstituante 2. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945 3. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terdiri atas anggota DPR ditambah utusan daerah dan golongan serta Dewan pertimbangan Agung Sementara (DPAS). Alasan mengapa UUDS 1950 harus diganti karena pada masa itu sering terjadi pergantian perdana menteri dan kabinet sehingga menimbulkan ketidakstabilan politik. Selain itu, tidak ada pula partai yang dominan di parlemen karena pertentangan yang terjadi antarpartai di parlemen. Oleh sebab itu, UUDS 1950 harus diganti dengan UUD yang baru. Pernyataan kedua benar Sistem multi partai pada masa demokrasi liberal menimbulkan persaingan antar golongan. Masing-masing partai hanya mau mencari kemenangan dan popularitas partai dan pendukungnnya, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan politik Indonesia. Ketidakstabilan politik juga diwarnai jatuh bangunnya kabinet karena antara masing-masing partai tidak ada sikap saling percaya. Sebagai bukti dapat dilihat pergantian kabinet dalam waktu yang relatif singkat berikut ini: 1. Kabinet Natsir (September 1950 - Maret 1951). 2. Kabinet Sukiman (April 1951 - Februari 1952). 3. Kabinet Wilopo (April 1952 - Juni 1953). 4. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (Juli 1953 – Agustus 1955). 5. Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955 - Maret 1956) 6. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (Maret 1956 - Maret 1957). 7. Kabinet Juanda (Maret 1957 - Juli 1959). Jadi pernyataan pertama benar dan Pernyataan kedua benar, dan keduanya menunjukan hubungan sebab akibat. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi