Diah R
04 Agustus 2024 05:43
Iklan
Diah R
04 Agustus 2024 05:43
Pertanyaan
permasalahan apa yang terjadi saat sidang bpupki
2
2
Iklan
Kevin L

Gold
04 Agustus 2024 06:22
· 0.0 (0)
Iklan
Rendi R

Community
27 September 2024 15:05
Selama sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada tahun 1945, terdapat beberapa permasalahan utama yang dibahas dan dihadapi. Sidang BPUPKI bertujuan untuk merumuskan dasar negara Indonesia dan mempersiapkan kemerdekaan. Berikut adalah beberapa permasalahan yang terjadi saat sidang BPUPKI:
1. Perdebatan tentang Dasar Negara
Salah satu permasalahan terbesar adalah perdebatan tentang dasar negara yang akan digunakan oleh Indonesia. BPUPKI terdiri dari berbagai golongan dan kelompok dengan latar belakang yang berbeda, termasuk kelompok nasionalis sekuler dan kelompok Islam. Permasalahan utama terkait dasar negara ini mencakup dua pandangan besar:
Kelompok Nasionalis Sekuler: Kelompok ini, termasuk Soekarno dan Muhammad Yamin, menginginkan Indonesia didasarkan pada prinsip-prinsip kebangsaan yang sekuler dan tidak mendasarkan diri pada agama tertentu. Mereka mendorong Pancasila sebagai dasar negara yang inklusif dan bisa diterima oleh semua golongan.
Kelompok Islam: Kelompok ini, termasuk Ki Bagus Hadikusumo dan beberapa tokoh lainnya, menginginkan agar syariat Islam dijadikan dasar negara, setidaknya untuk umat Islam di Indonesia. Mereka mengusulkan agar negara Indonesia menjadikan Islam sebagai landasan konstitusional bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang beragama Islam.
Solusi: Permasalahan ini akhirnya diatasi melalui kompromi dengan Piagam Jakarta, di mana disepakati bahwa sila pertama Pancasila berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Namun, kalimat ini kemudian diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" pada 18 Agustus 1945 untuk menghormati keinginan kelompok-kelompok minoritas non-Islam.
2. Penentuan Bentuk Negara
Permasalahan lain yang muncul dalam sidang BPUPKI adalah penentuan bentuk negara. Ada perdebatan tentang apakah Indonesia harus berbentuk negara kesatuan atau negara federal. Beberapa pihak mengusulkan negara federal untuk memberikan otonomi yang lebih besar kepada daerah-daerah, sementara pihak lain menginginkan negara kesatuan yang kuat.
Solusi: Akhirnya, disepakati bahwa Indonesia akan berbentuk negara kesatuan, karena bentuk ini dianggap paling cocok untuk menjaga persatuan bangsa dan menghindari potensi perpecahan.
3. Masalah Pengakuan Hak Minoritas
Dalam perdebatan mengenai dasar negara, juga muncul kekhawatiran tentang perlindungan hak-hak kelompok minoritas, baik dalam hal agama maupun etnis. Ada kekhawatiran bahwa jika negara terlalu condong ke salah satu agama atau kelompok mayoritas, maka kelompok minoritas bisa mengalami diskriminasi.
Solusi: Dengan disepakatinya Pancasila sebagai dasar negara, yang bersifat inklusif dan netral terhadap agama tertentu, masalah ini sebagian besar teratasi. Pancasila menjamin persatuan dalam keragaman serta kebebasan beragama dan keyakinan bagi semua golongan.
4. Pembahasan Batas Wilayah Indonesia
Permasalahan lain yang muncul dalam sidang BPUPKI adalah mengenai batas wilayah Indonesia. Ada pertanyaan tentang wilayah mana saja yang akan menjadi bagian dari negara Indonesia yang merdeka. Apakah hanya mencakup wilayah Hindia Belanda, ataukah juga mencakup daerah-daerah di luar itu yang memiliki kesamaan sejarah dan budaya.
Solusi: Akhirnya disepakati bahwa wilayah Indonesia mencakup wilayah bekas Hindia Belanda, yang terdiri dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta berbagai pulau kecil di sekitarnya.
5. Penetapan Sistem Pemerintahan
Diskusi mengenai sistem pemerintahan juga menjadi permasalahan penting dalam sidang BPUPKI. Ada perdebatan tentang apakah Indonesia harus menganut sistem pemerintahan presidensial atau parlementer. Hal ini penting karena menyangkut bagaimana kekuasaan eksekutif dan legislatif akan dibagi dan dijalankan di Indonesia yang baru merdeka.
Solusi: Pada akhirnya, Indonesia mengadopsi sistem presidensial sesuai dengan UUD 1945, meskipun dalam perkembangannya, sistem parlementer juga sempat diujicobakan pada awal kemerdekaan.
Kesimpulan
Permasalahan utama dalam sidang BPUPKI berkisar pada perdebatan terkait dasar negara, bentuk negara, hak minoritas, batas wilayah, dan sistem pemerintahan. Meskipun terjadi perbedaan pandangan yang tajam, pada akhirnya melalui proses kompromi dan musyawarah, Indonesia berhasil merumuskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan konstitusi. Hasil ini mencerminkan semangat persatuan dan gotong royong yang kuat di tengah perbedaan, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!