Muhammad R

10 September 2021 08:38

Iklan

Muhammad R

10 September 2021 08:38

Pertanyaan

perlawanan rakyat banten

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

08

:

00

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

10 September 2021 10:06

Jawaban terverifikasi

Halo Muhammad Perlawanan Rakyat Banten sudah terjadi sejak awal Belanda menginjakan kaki di tanah Banten. Perlawanan rakyat Banten yang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa terjadi pada tahun 1656. Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap VOC dilakukan dengan cara merusak kebun tebu, membantu perlawanan Trunojoyo, dan melindungi pelarian dari Makassar. Perlawanan rakyat Banten karena Belanda berlaku semena-mena, melakukan monopoli perdagangan, dan karena VOC sering menghadang kapal asal Cina yang tengah melakukan perjalanan ke Banten. Dengan semangat mempertahankan kehidupan Banten, Sultan Ageng tidak segan melakukan gangguan balik kepada pihak VOC. Kerajaan Banten juga berhasil menguasai sejumlah kapal VOC dan beberapa pos penting. Pada 1680, Sultan Ageng kembali mengumumkan perang setelah terjadi penganiayaan terhadap para pedagang Banten oleh VOC. Di tengah situasi konflik, pada 1671, Sultan Ageng Tirtayasa menitahkan Sultan Haji menjadi orang yang mengurus masalah dalam negeri Banten. Terkait masalah dengan luar negeri, merupakan urusan Sultan Ageng sendiri. Akan tetapi, pengangkatan Sultan Haji ini membawa keuntungan kepada VOC. Berkat dukungan VOC, Sultan Haji justru merebut kekuasaan Banten dan menjadi raja di Istana Surosowan pada 1681. Sultan Ageng Tirtayasa beserta rakyat yang mengikuti jalurnya berniat mengambil kembali Kesultanan Banten. Pada 1682, Sultan Haji mulai terdesak oleh serangan pasukan Sultan Ageng dan istana Surosowan pun dikepung. Akan tetapi, VOC datang memberikan bantuan kepada Sultan Haji. Pasukan Sultan Ageng pun dipukul mundur kala itu dan pemimpinnya ini dijadikan sebagai buronan. Setelah satu tahun berjuang, Sultan Ageng akhirnya tertangkap karena dibohongi, dan setelahnya diasingkan ke Batavia. Sebagai ganti atas bantuan yang diberikan, Belanda dan Sultan Haji terikat perjanjian, yang isinya: 1. VOC berhak atas monopoli perdagangan 2. Banten menanggung semua ganti rugi perang Banten merelakan Cirebon kepada VOC 3. VOC berhak ikut campur dalam setiap urusan Kerajaan Banten Akhirnya,setelah melakukan politik devide et impera terhadap Sultan Haji dan Sultan Ageng, pada 1695 kemerdekaan Kerajaan Banten telah diambil oleh VOC dan kedudukan Belanda di Jawa semakin kuat. Dengan demikian, perlawanan rakyat Banten terjadi karena berlaku semena-mena, melakukan monopoli perdagangan, dan karena VOC sering menghadang kapal asal Cina yang tengah melakukan perjalanan ke Banten. Pemimpin perlawanan adalah Sultan Ageng Tirtayasa. Mapel: Sejarah Kelas: 10 SMA Topik:Perlawanan terhadap Penjajahan Eropa Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi