Zahra A

10 Oktober 2022 08:10

Iklan

Zahra A

10 Oktober 2022 08:10

Pertanyaan

perlawanan Aceh terhadap VOC?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

01

:

26

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

T. Teaching.Assistant.Shilvii

25 Mei 2023 04:13

Jawaban terverifikasi

<p>Perlawanan rakyat Aceh (1873-1912) terhadap VOC dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut.</p><ol><li>adanya perjanjian Siak yang melanggar kedaulatan Aceh.</li><li>Traktat Sumatera (Treaty of Sumatera) yang memberi kebebasan kepada Belanda untuk menanamkan pengaruhnya si Sumatera terutama Aceh.</li><li>Serangan Belanda terhadap Kota Raja yang memicu langsung terjadinya Perang Aceh.</li></ol><p>&nbsp;</p><p>Perlawanan rakyat Aceh dipimpin oleh bangsawan dan ulama seperti Teuku Umar, Teungku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Cut Meutiah, dan Muhammad Dawot Syah. Strategi yang mereka gunakan ialah perang gerilya, sementara Belanda menggunakan <i>stelsel konsentranst </i>atau strategi pemusatan. Namun, atas usul Jenderal Deykerhoff dilakukan strategi <i>devide et impera </i>namun juga masih gagal. Hal ini dikarenakan Belanda ditipu Teuku Umar yang hanya pura-pura berpihak kepadanya. Akhirnya, Belanda mengetahui kekuatan rakyat Aceh berada pada keyakinan rakyat yakni agama Islam, sehingga mereka bertujuan ingin menghancurkan mental rakyat dengan menggunakan taktik penyerangan pertahanan dan membentuk pasukan gerak cepat atau <i>Marsose.</i></p>

Perlawanan rakyat Aceh (1873-1912) terhadap VOC dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut.

  1. adanya perjanjian Siak yang melanggar kedaulatan Aceh.
  2. Traktat Sumatera (Treaty of Sumatera) yang memberi kebebasan kepada Belanda untuk menanamkan pengaruhnya si Sumatera terutama Aceh.
  3. Serangan Belanda terhadap Kota Raja yang memicu langsung terjadinya Perang Aceh.

 

Perlawanan rakyat Aceh dipimpin oleh bangsawan dan ulama seperti Teuku Umar, Teungku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Cut Meutiah, dan Muhammad Dawot Syah. Strategi yang mereka gunakan ialah perang gerilya, sementara Belanda menggunakan stelsel konsentranst atau strategi pemusatan. Namun, atas usul Jenderal Deykerhoff dilakukan strategi devide et impera namun juga masih gagal. Hal ini dikarenakan Belanda ditipu Teuku Umar yang hanya pura-pura berpihak kepadanya. Akhirnya, Belanda mengetahui kekuatan rakyat Aceh berada pada keyakinan rakyat yakni agama Islam, sehingga mereka bertujuan ingin menghancurkan mental rakyat dengan menggunakan taktik penyerangan pertahanan dan membentuk pasukan gerak cepat atau Marsose.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi