Rahma K

29 April 2024 04:31

Iklan

Iklan

Rahma K

29 April 2024 04:31

Pertanyaan

peristiwa penting yang ada di kerajaan demak

peristiwa penting yang ada di kerajaan demak


4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Lestari S

29 April 2024 11:46

Jawaban terverifikasi

<h2><strong>Peristiwa Penting di Kerajaan Demak:</strong></h2><p><strong>Kerajaan Demak, berdiri sekitar tahun 1475, merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16. Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi di Kerajaan Demak:</strong></p><p><strong>1. Pendirian dan Masa Awal (1475-1521):</strong></p><ul><li><strong>Pendirian: Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak dengan bantuan Wali Songo.</strong></li><li><strong>Penyebaran Islam: Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa, dengan Wali Songo memainkan peran penting.</strong></li><li><strong>Penobatan Sultan: Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan Demak pertama dengan gelar Sultan Alam Akbar al-Fatah.</strong></li></ul><p><strong>2. Masa Kejayaan (1521-1546):</strong></p><ul><li><strong>Pemerintahan Sultan Trenggono: Di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono, Demak mencapai puncak kejayaannya.</strong></li><li><strong>Penaklukan Sunda Kelapa: Tahun 1527, pasukan Demak dan Cirebon di bawah Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan mengganti namanya menjadi Jayakarta (sekarang Jakarta).</strong></li><li><strong>Perluasan Wilayah: Demak memperluas wilayahnya ke Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan.</strong></li><li><strong>Perkembangan Ekonomi: Perdagangan maritim berkembang pesat, menjadikan Demak sebagai pusat perdagangan rempah-rempah.</strong></li></ul><p><strong>3. Masa Penurunan dan Keruntuhan (1546-1554):</strong></p><ul><li><strong>Perebutan Kekuasaan: Setelah wafatnya Sultan Trenggono, terjadi perebutan kekuasaan antara dua putranya, Sultan Prawata dan Arya Peningsing.</strong></li><li><strong>Perpecahan Internal: Perebutan kekuasaan ini melemahkan Demak dan menyebabkan perpecahan internal.</strong></li><li><strong>Munculnya Kesultanan Pajang: Pada tahun 1547, Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) mendirikan Kesultanan Pajang, memisahkan diri dari Demak.</strong></li><li><strong>Keruntuhan Demak: Tahun 1554, Demak runtuh setelah diserang oleh gabungan pasukan Jipang dan Majapahit.</strong></li></ul><p><strong>4. Peninggalan Kerajaan Demak:</strong></p><ul><li><strong>Masjid Agung Demak: Masjid tertua di Jawa yang masih berdiri hingga saat ini.</strong></li><li><strong>Situs Kolam Wudhu: Salah satu situs bersejarah di Demak yang menunjukkan kemajuan teknologi pada masa itu.</strong></li><li><strong>Makam Raja-Raja Demak: Tempat peristirahatan terakhir para raja Demak.</strong></li></ul><p><strong>Kerajaan Demak, meskipun singkat umurnya, memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam penyebaran Islam dan perkembangan maritim di Jawa. Peninggalannya masih dapat dilihat dan dipelajari hingga saat ini.</strong></p>

Peristiwa Penting di Kerajaan Demak:

Kerajaan Demak, berdiri sekitar tahun 1475, merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16. Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi di Kerajaan Demak:

1. Pendirian dan Masa Awal (1475-1521):

  • Pendirian: Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak dengan bantuan Wali Songo.
  • Penyebaran Islam: Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa, dengan Wali Songo memainkan peran penting.
  • Penobatan Sultan: Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan Demak pertama dengan gelar Sultan Alam Akbar al-Fatah.

2. Masa Kejayaan (1521-1546):

  • Pemerintahan Sultan Trenggono: Di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono, Demak mencapai puncak kejayaannya.
  • Penaklukan Sunda Kelapa: Tahun 1527, pasukan Demak dan Cirebon di bawah Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan mengganti namanya menjadi Jayakarta (sekarang Jakarta).
  • Perluasan Wilayah: Demak memperluas wilayahnya ke Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan.
  • Perkembangan Ekonomi: Perdagangan maritim berkembang pesat, menjadikan Demak sebagai pusat perdagangan rempah-rempah.

3. Masa Penurunan dan Keruntuhan (1546-1554):

  • Perebutan Kekuasaan: Setelah wafatnya Sultan Trenggono, terjadi perebutan kekuasaan antara dua putranya, Sultan Prawata dan Arya Peningsing.
  • Perpecahan Internal: Perebutan kekuasaan ini melemahkan Demak dan menyebabkan perpecahan internal.
  • Munculnya Kesultanan Pajang: Pada tahun 1547, Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) mendirikan Kesultanan Pajang, memisahkan diri dari Demak.
  • Keruntuhan Demak: Tahun 1554, Demak runtuh setelah diserang oleh gabungan pasukan Jipang dan Majapahit.

4. Peninggalan Kerajaan Demak:

  • Masjid Agung Demak: Masjid tertua di Jawa yang masih berdiri hingga saat ini.
  • Situs Kolam Wudhu: Salah satu situs bersejarah di Demak yang menunjukkan kemajuan teknologi pada masa itu.
  • Makam Raja-Raja Demak: Tempat peristirahatan terakhir para raja Demak.

Kerajaan Demak, meskipun singkat umurnya, memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam penyebaran Islam dan perkembangan maritim di Jawa. Peninggalannya masih dapat dilihat dan dipelajari hingga saat ini.


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

29 April 2024 13:14

Jawaban terverifikasi

<p><br>Kerajaan Demak, yang berdiri sekitar abad ke-15 hingga awal abad ke-16 Masehi, merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Beberapa peristiwa penting yang terjadi di Kerajaan Demak antara lain:</p><p><strong>Berdirinya Kerajaan Demak</strong>: Peristiwa paling penting dalam sejarah Kerajaan Demak adalah berdirinya kerajaan tersebut pada awal abad ke-15. Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, yang menjadi raja pertamanya. Berdirinya Demak merupakan awal dari periode Islamisasi di Jawa, di mana Islam mulai menyebar luas di wilayah tersebut.</p><p><strong>Penaklukan Malaka</strong>: Salah satu peristiwa penting yang menandai kejayaan Kerajaan Demak adalah penaklukan Malaka pada tahun 1511. Di bawah pimpinan Sultan Trenggana, Demak berhasil menaklukkan Malaka, yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Penaklukan Malaka ini memperluas pengaruh Demak di wilayah tersebut.</p><p><strong>Konflik dengan Portugis</strong>: Kerajaan Demak terlibat dalam konflik dengan Portugis yang mulai melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara pada abad ke-16. Salah satu konflik terbesar adalah Pertempuran Banten pada tahun 1527, di mana pasukan Demak berhasil mengalahkan pasukan Portugis yang berusaha menduduki pelabuhan Banten.</p><p><strong>Pemberontakan Pati Unus</strong>: Pada tahun 1526, terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Pati Unus, seorang panglima perang Demak. Pemberontakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan Sultan Trenggana. Meskipun pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, peristiwa ini menunjukkan adanya ketegangan internal di dalam kerajaan Demak.</p><p><strong>Pembangunan Masjid Agung Demak</strong>: Salah satu warisan terpenting dari Kerajaan Demak adalah pembangunan Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Jawa dan menjadi simbol kekuatan dan kejayaan Islam di wilayah tersebut. Pembangunan Masjid Agung Demak dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Trenggana sebagai upaya untuk memperkuat kekuasaan dan pengaruh Demak di wilayah Jawa.</p><p><br>&nbsp;</p>


Kerajaan Demak, yang berdiri sekitar abad ke-15 hingga awal abad ke-16 Masehi, merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Beberapa peristiwa penting yang terjadi di Kerajaan Demak antara lain:

Berdirinya Kerajaan Demak: Peristiwa paling penting dalam sejarah Kerajaan Demak adalah berdirinya kerajaan tersebut pada awal abad ke-15. Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, yang menjadi raja pertamanya. Berdirinya Demak merupakan awal dari periode Islamisasi di Jawa, di mana Islam mulai menyebar luas di wilayah tersebut.

Penaklukan Malaka: Salah satu peristiwa penting yang menandai kejayaan Kerajaan Demak adalah penaklukan Malaka pada tahun 1511. Di bawah pimpinan Sultan Trenggana, Demak berhasil menaklukkan Malaka, yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Penaklukan Malaka ini memperluas pengaruh Demak di wilayah tersebut.

Konflik dengan Portugis: Kerajaan Demak terlibat dalam konflik dengan Portugis yang mulai melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara pada abad ke-16. Salah satu konflik terbesar adalah Pertempuran Banten pada tahun 1527, di mana pasukan Demak berhasil mengalahkan pasukan Portugis yang berusaha menduduki pelabuhan Banten.

Pemberontakan Pati Unus: Pada tahun 1526, terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Pati Unus, seorang panglima perang Demak. Pemberontakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan Sultan Trenggana. Meskipun pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, peristiwa ini menunjukkan adanya ketegangan internal di dalam kerajaan Demak.

Pembangunan Masjid Agung Demak: Salah satu warisan terpenting dari Kerajaan Demak adalah pembangunan Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Jawa dan menjadi simbol kekuatan dan kejayaan Islam di wilayah tersebut. Pembangunan Masjid Agung Demak dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Trenggana sebagai upaya untuk memperkuat kekuasaan dan pengaruh Demak di wilayah Jawa.


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dio adalah siswa baru yang berasal dari Riau yang bersekolah di Bandung. Saat istirahat, Lala melihat Dio duduk sendiri di kelas tanpa ada yang menemani. Sikap yang sebaiknya dilakukan Lala adalah …. A. Membiarkan Dio istirahat sendiri di kelas B. Mengejek Dio yang sedang istirahat sendiri C. Mengajak Dio untuk istirahat bersama di luar kelas D. Menyuruh teman kelas lain untuk menemani Dio

4

0.0

Jawaban terverifikasi