Indah P

17 Februari 2022 11:22

Iklan

Indah P

17 Februari 2022 11:22

Pertanyaan

Peristiwa G-30-S/PKI tahun 1 965 dianggap sebagai bahaya Iaten bagi bangsa Indonesia. Trauma bangsa Indonesia terhadap peristiwa tersebut terus dirasakan hingga saat ini. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah bangkitnya kembali komunisme di Indonesia. Sementara itu, peristiwa G-30-S/PKI tahun 1 965 sendiri memiliki beragam versi yang hingga saat ini masih menimbulkan kontroversi dalam masyarakat Indonesia. Apa sajakah versi peristiwa G-30-S/PKI tah un 1965 tersebut dan tunjukkan kelebihan dan kelemahan dari setiap versi yang m u ncul.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

36

:

59

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Feby

01 Maret 2022 19:24

Jawaban terverifikasi

Halo Indah. Kakak bantu jawab ya😊 Terdapat lima versi mengenai peristiwa G30S/PKI dan pelakunya, yaitu PKI, masalah internal angkatan darat, Soekarno, Soeharto, atau unsur asing CIA. Akan tetapi, versi resmi dan terkuat adalah versi PKI dengan kelebihan dari versi ini adalah seluruh rakyat Indonesia diwajibkan menonton film G30S/PKI dengan tujuan untuk mengenang para pahlawan revolusi, sedangkan kelemahannya yaitu dianggap sebagai doktrinasi melanggengkan kekuasaan Soeharto. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Peristiwa G30S/PKI atau biasa disebut dengan Gerakan 30 September tahun 1965 merupakan salah satu peristiwa pemberontakan komunis di Indonesia. G30S/PKI merupakan gerakan yang dipimpin oleh DN Aidit untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Dalam pemberontakan G3OS/PKI, terdapat tujuh perwira tinggi militer yang diculik dan terbunuh dalam peristiwa tersebut. Terdapat lima versi mengenai siapa menjadi dalang Gerakan 30 September 1965: 1.PKI Versi pertama adalah versi resmi rezim Orde Baru. Literatur pertama dibuat sejarawan Nugroho Notosusanto dan ahli hukum Ismail Saleh, keduanya perwira tinggi TNI, bertajuk Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI. Intinya menyebut skenario PKI sudah lama ingin mengubah negara Indonesia menjadi negara komunis. Kelebihan dari versi ini adalah seluruh rakyat Indonesia diwajibkan menonton film G30S/PKI dengan tujuan untuk mengenang para pahlawan revolusi, sedangkan kelemahannya yaitu dianggap sebagai doktrinasi melanggengkan kekuasaan Soeharto. 2. Internal Angkatan Darat Versi kedua ditulis ilmuwan dari Cornell University, Benedict ROG Anderson dan Ruth McVey, yang dikenal sebagai Cornell Paper (1971). Menurut Cornell Paper, peristiwa G30S/PKI merupakan puncak konflik internal TNI Angkatan Darat. Staf Umum Angkatan Darat (SUAD) pecah menjadi dua faksi. Kedua faksi ini sama-sama anti-PKI, tetapi berbeda sikap dalam menghadapi Presiden Sukarno. Kelompok pertama, “faksi tengah” yang loyal terhadap Presiden Sukarno, dipimpin Letjen Ahmad Yani, hanya menentang kebijakan Sukarno tentang persatuan nasional karena PKI termasuk di dalamnya. Kelompok kedua, “faksi kanan” bersikap menentang kebijakan Ahmad Yani yang bernafaskan Sukarnoisme. Dalam faksi ini ada Jenderal A.H. Nasution dan Mayjen Soeharto. Kelebihan versi ini sama-sama anti-PKI, tetapi ada yang pro maupun kontra terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Sukarno. Kelemahan versi ini adalah terdapat TNI AD yang berpihak keduanya yaitu ikut faksi tengah dan faksi kanan, sehingga tidak jelas alirannya. 3. Soekarno Versi ketiga, antara lain ditulis Antonie Dake. Dalam Sukarno File Dake (2005) menyebut Soekarno sebagai yang merancang G30S/PKI, perkomplotan untuk menyelesaikan beberapa perwira tinggi AD yang terlalu anti komunis. Kelebihan versi ini adalah terdapat kesaksian dari ajudan Sukarno (Bambang Widjanarko) mengatakan bahwa pada tanggal 4 Agustus 1965 Presiden Soekarno memanggil Letkol Untung dan memerintahkannya mengambil tindakan terhadap jenderal-jenderal yang tidak loyal. Kelemahan versi ini adalah mengatur skenario politik yang berbahaya dalam usaha menghentikan militer. 4. Soeharto Versi keempat, antara lain apa yang disebut dengan "kudeta merangkak." Antara lain dikemukakan Asvi Warman Adam bahwa G30S sebagai bagian dari tahap-tahap yang dilakukan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Presiden Sukarno. Kelebihan versi ini adalah dilakukan secara bertahap, sehingga diperlukan strategi untuk mewujudkannya. Kelemahan versi ini yaitu bahwa Soeharto terlihat sangat mendukung G30S/PKI, karena tidak berupaya menggagalkan operasi militer tersebut. 5. Unsur asing CIA Versi kelima yang ditulis David T. Johnson: "Indonesia 1965: The Role of the US Embassy." Dalam tulisan tersebut berisi mengenai membujuk Sukarno beralih kebijakan, singkirkan Sukarno, mendorong AD merebut pemerintahan, merusak kekuatan PKI dan merekayasa kehancuran PKI sekaligus jatuhkan Sukarno. Kelebihan versi ini adalah bahwa CIA (Dinas Intelejen Amerika Serikat) dapat mengetahui detail bagian demi bagian laporan tentang penyerangan AD terhadap PKI. Kelemahan versi ini yaitu bahwa negara lain dapat mengetahui masalah internal yang dihadapi Indonesia, sehingga dapat menjadi boomerang bagi Indonesia kedepannya. Semoga membantu 😊


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi