Salsabilla R

15 Januari 2023 13:19

Iklan

Salsabilla R

15 Januari 2023 13:19

Pertanyaan

periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah indonesia disebut .....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

36

:

15

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Trinuria

Mahasiswa/Alumni Universitas Jember

10 Februari 2023 02:16

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban benar adalah demokrasi liberal atau demokrasi parlementer.</p><p>&nbsp;</p><p>Demokrasi liberal atau demokrasi parlementer (1950-1959) merupakan sistem demokrasi di mana kebinet bertanggung jawab kepada perlemen atau DRP. Kedudukan presiden hanya sebagai kepala negara tanpa ikut campur urusan pemerintahan. Semala pelaksanaan demokrasi parlementer, diwarnai jatuh bangunnya kabinet baru sehingga kinerja kabinet tidak maksimal dan kabinet yang berdiri lebih banyak mengutamakan partai atau golongannya.&nbsp;</p><p>Kabinet yang pernah ada di Indoensia pada masa demokrasi parlementer adalah Kabinet Natsir (September 1950–Maret 1951), Kabinet Sukiman (April 1951–Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952–Juni 1953), Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Juli 1953–Juli 1955), Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955–Maret 1956), Kabinet Ali Sastoamidjojo II (Maret 1956–Maret 1957), dan Kabinet Djuanda (Maret 1957–Juli 1959). Demokrasi parlementer berakhir setalah presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia disebut demokrasi liberal atau demokrasi parlementer.</p>

Jawaban benar adalah demokrasi liberal atau demokrasi parlementer.

 

Demokrasi liberal atau demokrasi parlementer (1950-1959) merupakan sistem demokrasi di mana kebinet bertanggung jawab kepada perlemen atau DRP. Kedudukan presiden hanya sebagai kepala negara tanpa ikut campur urusan pemerintahan. Semala pelaksanaan demokrasi parlementer, diwarnai jatuh bangunnya kabinet baru sehingga kinerja kabinet tidak maksimal dan kabinet yang berdiri lebih banyak mengutamakan partai atau golongannya. 

Kabinet yang pernah ada di Indoensia pada masa demokrasi parlementer adalah Kabinet Natsir (September 1950–Maret 1951), Kabinet Sukiman (April 1951–Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952–Juni 1953), Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Juli 1953–Juli 1955), Kabinet Burhanuddin Harahap (Agustus 1955–Maret 1956), Kabinet Ali Sastoamidjojo II (Maret 1956–Maret 1957), dan Kabinet Djuanda (Maret 1957–Juli 1959). Demokrasi parlementer berakhir setalah presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

 

Jadi, periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia disebut demokrasi liberal atau demokrasi parlementer.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi