Rahmat S

11 April 2022 05:58

Iklan

Rahmat S

11 April 2022 05:58

Pertanyaan

Perhatikanlah dua lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro oleh pemerintah kolonial Belanda berikut ini! Cobalah kamu cari informasi tentang kedua lukisan tersebut dan latar belakang pembuatannya dari berbagai sumber. Dari informasi yang kamu dapat jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! Apa makna yang ingin disampaikan oleh masing-rhasing pelukis dari kedua lukisan tersebut?

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

06

:

39

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

11 April 2022 23:23

Jawaban terverifikasi

Halo Rahmat, kakak bantu jawab ya. Lukisan tersebut merupakan gambaran penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock. Lukisan 1 merupakan lukisan Nicolaas Pieneman (1809-1860) yang ditugaskan untuk mendokumentasikan momen penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Pemerintah Belanda. Sedangkan lukisan 2 merupakan karya Raden Saleh, sebuah karya yang dibuat sebagai tanggapan atas lukisan Pieneman. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Perbedaan lukisan antara Raden Saleh dengan Pieneman ini dipandang sebagai rasa nasionalisme pada diri Raden Saleh. Beberapa perbedaan penting antara lukisan Raden Saleh dan Pieneman: 1. Pieneman menggambarkan Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah, tetapi memperlihatkan keangkuhan seorang De Kock yang bertolak pinggang, sembari menunjuk kereta yang akan membawa Pangeran Diponegoro ke penjara. Sedangkan Raden Saleh menggambarkan Diponegoro dengan raut tegas, menghina, dan menahan amarah. 2. Pieneman memberi judul lukisannya "De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenant-generaal baron De Kock atau Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock", sedangkan Raden Saleh memberi judul " Gevangenname van Prins Diponegoro atau Penangkapan Pangeran Diponegoro". 3. Lukisan bendera Belanda yang dibuat oleh Pieneman tidak ditampilkan dalam lukisan karya Raden Saleh. 4. Raden Saleh menempatkan Diponegoro dan De Kock dalam posisi yang berpasangan. Diponegoro berada pada posisi kanan sedangkan De Kock ada di sisi kiri yang dalam konteks Jawa digolongkan sebagai perempuan. Menurutnya Raden Saleh telah membuat sebuah hierarki yang jelas bagi pengamat lukisan, seorang Diponegoro adalah seorang aktif dan dinamis. Sedangkan De Kock adalah orang yang pasif, canggung, tak bertenaga, acuh tak acuh dan tidak punya visi. 5. Pada lukisan Raden Saleh, perwira Belanda digambarkan memiliki kepala besar, seperti kepala para hantu-hantu jahat di Jawa. Hal ini merupakan lukisan ejekan, sebuah kritikan atas kekuasaan pemerintah Belanda, salah satunya soal pengkhianatan. Semoga memabntu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi