Ahmad W

11 April 2022 19:15

Iklan

Ahmad W

11 April 2022 19:15

Pertanyaan

Perhatikan wacana berikut ini! Politik Drainage Esensi imperialisme dan kolonialisme Belanda di Indonesia adalah menghisap dan mengalirkan kekayaan yang ada di negeri kita untuk dikirim ke negeri Belanda. Soekarno menyebut sifat dan perilaku Belanda itu sebagai politik drainage. Drainage ialah saluran untuk mengalirkan air hingga kering. Jadi, imperialisme itu mirip sekali dengan drainage. Segala kekayaan, baik laut maupun darat yang ada di Indonesia dialirkan ke Belanda melalui saluran-saluran. Tentu saja, bangsa Indonesia tidak kuasa untuk menikmati kekayaan itu, sekalipun kekayaan tersebut adalah hak milik rakyat Indonesia. Untuk menopang politik drainage, pemerintah kolonial Belanda menerapkan politik pintu terbuka. Dengan demikian, modal swasta bisa masuk ke Indonesia. Namun, agar modal swasta itu bisa masuk secara bebas, pemerintah mesti membuat undang-undang. Dari sinilah kemudian muncul dua undang-undang, yakni UU Agraria dan UU Tanam Tebu. Tidak hanya itu, proyek infrastruktur digenjot habis. Jalan-jalan dibangun, pelabuhan-pelabuhan dibuat, rel kereta api diciptakan. Semua ini dilakukan agar lalu lintas barang, modal, dan tenaga kerja bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dampaknya bisa ditebak. Penderitaan, kemelaratan, dan kesengsaraan melanda bangsa Indonesia. Sebaliknya dengan pemerintahan kolonial Belanda. Mereka menjadi negeri yang kaya raya, makmur, dan sejahtera. Dalam konteks inilah kemudian muncul kalangan terpelajar yang melakukan berbagai macam perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Mereka menulis, mereka berorganisasi, dan mereka meneriakkan kebebasan dan kemerdekaan. Bagaimana cara bangsa Indonesia menangkal politik drainage?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

20

:

48

:

48

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Setyaningsih

12 April 2022 08:28

Jawaban terverifikasi

Halo Ahmad W, kakak bantu jawab ya. Bangsa Indonesia menangkal politik drainage dengan perlawanan tradisional dan organisasi. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Politik drainage merupakan istilah yang digunakan Ir. Soekarno untuk menyebut perilaku Belanda yang menguras kekayaan Indonesia dan dimanfaatkan untuk kemakmuran negeri Belanda. Dalam menangkal praktek tersebut bangsa Indonesia melakukan perlawanan baik dengan cara tradisonal maupun organisasi. Perlawanan secara tradisional dilakukan oleh bangsa Indonesia sebelum abad ke-20. Perlawanan secara tradisional dilakukan oleh raja atau pangeran yang merasa dirugikan dengan kebijakan Belanda. Contoh dari perlawanan tradisional adalah Perang Diponegoro, Perang Paderi, dan lain-lain. Setelah abad ke-20, bangsa Indonesia melawan Pemerintah Kolonial dengan cara yang berbeda. Pada masa ini bangsa Indonesia berjuang melalui organisasi. Boedi Oetomo adalah organisasi pergerakan pertama yang berdiri pada tahun 1908. Boedi Oetomo kemudian menjadi organisasi pionir bagi organisasi lainnya. Dengan demikian, bangsa Indonesia menangkal politik drainage dengan perlawanan tradisonal dan organisasi. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi