Rahmat S

19 Januari 2022 16:33

Iklan

Rahmat S

19 Januari 2022 16:33

Pertanyaan

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut : 1) Jepang merehabilitasi perkebunan kina dan tebu 2) Perusahaan swasta Jepang Takaco meneruskan Bandungsche Kinie Fabriek 3) Kerjasama ekonomi dengan Negara-negara di Eropa tetap dijalankan 4) Rakyat diwajibkan menyerahkan hasil produksi beras ke Jepang 5) Pembatasan pembukaan lahan untuk perkebunan Pernyataan yang sesuai sistem ekonomi perang pada masa pendudukan Jepang ditunjukkan oleh angka ... a. 1,2, dan 3 b. 2,3, dan 4 c. 1,2, dan 4 d. 2,4, dan 5 e. 3,4, dan 5

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

34

:

55

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Salsabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

24 Januari 2022 03:09

Jawaban terverifikasi

Hai Rahmat S, Kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah C. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut. Menurut Philippe le Billon, sistem ekonomi perang adalah pengaturan ekonomi negara yang meliputi kegiatan produksi, mobilisasi, dan alokasi sumber daya untuk mempertahankan diri dari serangan. Sistem ekonomi perang juga bisa didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang diambil oleh sebuah negara untuk memaksimalkan ekonominya demi menopang keperluan perang. Sistem Ekonomi Perang diberlakukan oleh Jepang untuk menjamin ketersediaan bahan baku perang dari negara - negara jajahannya termasuk Indonesia. Bentuk dari ekonomi perang ini sendiri terdiri penguasaan seluruh akses terhadap kegiatan ekonomi, penguasaan sumber daya alam, serta pengambilalihan bank milik Belanda yang beroperasi di Indonesia serta menggantikannya dengan bank Jepang. Adapun kebijakan yang diberlakukan antara lain: 1. Jepang merehabilitasi perkebunan kina dan tebu. Bagi Jepang, hanya sedikit komoditas yang bisa berguna menunjang perang. Perkebunan ini diganti dengan komoditas penghasil bahan makanan atau jarak yang bisa diolah sebagai pelumas. Komoditas yang dipaksa Jepang untuk ditanam yakni karet, kina, gula, dan beras. 2. Rakyat diwajibkan menyerahkan hasil produksi beras ke Jepang Para petani harus menjual hasil produksi padunya sesuai kuota dan harga yang ditentukan. Petani berhak 40 persen atas keseluruhan hasil padi. Mereka tak bisa menikmati jerih payahnya sebagai petani. Sementara 30 persen disetor ke pemerintah melalui penggilingan yang telah ditunjuk Jepang. Sisa 30 persennya untuk persiapan bibit dan disetor ke lumbung desa. 3. Perusahaan swasta Jepang Takaco meneruskan Bandungsche Kinie Fabriek yang merupakan pabrik kina. Semoga membantu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi