Agung S

09 November 2021 16:35

Iklan

Agung S

09 November 2021 16:35

Pertanyaan

Perhatikan pernyataan berikut! 1. Membentuk pasukan tempur. 2. Memboikot seluruh kebijakan Jepang. 3. Mengirim pasukan untuk memata- matai rencana Jepang. 4. Mengepung markas polisi Jepang (kempetai) di Singaparna. Perlawanan K.H. Zainal Mustafa dan rakyat Singaparna terhadap Jepang diawali dengan tindakan yang ditunjuk- kan oleh angka ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

17

:

12

:

24

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Acfreelance

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

30 November 2021 17:07

Jawaban terverifikasi

Hallo Agung, kakak bantu menjawab pertanyaanya ya! Langkah langkah yang dilakukan oleh KH. Zainal Mustafa dalam upaya memulai perlawanan Rakyat Singaparna, Tasikmalaya, Jawa barat pada pemerintah militer jepang ditandai dengan adanya pembentukan pasukan tempur yang terdiri dari rakyat dna juga santri dari Pondok pesantren yang beliau pimpin. Langkah kedua beliau melakukan pengintaian dengan mengirim mata-mata untuk mengetahui rencana yang sedang disusun oleh Jepang, yang terkahir mereka melakukan pengepungan kantor polisi/kampetai dan melakukan pelucutan senjata. Untuk penjelasannya silahkan simak pembahasan berikut ini ya! Secara sosio historis, Singaparna dikenal sebagai daerah yang penduduknya sangat religius serta berjiwa patriot. Karena itulah, ketika kemudian Jepang dengan arogan mewajibkan kebijakan Seikerei “memberi penghormatan kepada dewa matahari dengan cara membungkukkan badan mengarah pada matahari terbit”, karena praktik Seikerei dianggap menabrak norma agama Islam yang melarang untuk menyembah pada matahari. Perlawanan rakyat Singaparna dipimpin oleh Kiai Haji Zainal Mustafa, seorang ajengan (tokoh ulama) di Sukamanah, Singaparna. Ia adalah pendiri Pesantren Sukamanah. Ia sangat menentang kebijakan-kebijakan Jepang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan Zainal Mustafa secara diam-diam telah membentuk “Pasukan Tempur Sukamanah” yang dipimpin oleh ajengan Najminudin. K. H. Zaenal Mustafa merencanakan akan mengadakan perlawanan terhadap Jepang pada tanggal 25 Februari 1944 (1 Maulud 1363 H). kepolisian Jepang yang ingin mengadakan perundingan dengan K.H Zainal Mustafa dilucuti senjatanya dan ditahan oleh pengikut K.H. Zainal Mustafa. Inilah langkah taktis awal yang dilakukan oleh rakyat Singaparna di bawah pimpinan K.H. Zainal Mustafa dalam melawan aksi penjajahan Jepang. Selain menahan polisi Jepang, K.H. Zainal Mustafa juga menyampaikan ultimatum agar Jepang segera memberikan kemerdekaan, jika tidak, maka akan terjadi pertempuran yang akan mengancam keselamatan orang-orang Jepang. Semoga bermanfaat Ya!


Iklan

Rizwaril.Camaba.Fk.UI R

10 November 2021 06:42

Perlawanan di Singaparna (Tasikmalaya) : Pada masa itu, rakyat Singaparna dipaksa untuk mengikuti upacara Seikerei. Upacara Seikerei merupakan upacara penghormatan kepada kaisar Jepang dengan cara membungkuk kearah matahari terbit. Dengan cara seperti ini, masyarakat Singaparna merasa sangat dipermalukan dan dilecehkan. Selain itu, mereka juga merasa menderita karena diperlakukan secara sewenang-wenang dan kasar oleh Jepang maka jawaban 1,3,4


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

30

5.0

Jawaban terverifikasi