Nabila A
13 Mei 2022 05:10
Iklan
Nabila A
13 Mei 2022 05:10
Pertanyaan
2
1
Iklan
S. SALSABILLA
Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia
20 Desember 2022 19:54
Jawaban yang tepat adalah C.
Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut.
Berikut merupakan rangkaian peristiwa sejak Amerika Serikat menggempur Hiroshima dan Nagasaki hingga proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu:
1. Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki dan Jepang Menyerah pada Sekutu
Keinginan Amerika Serikat untuk segera menyelesaikan perang dilakukan dengan mengirimkan pesawat pembawa bom atom ke Jepang. Pada 6 Agustus 1945, bom atom pertama diledakkan di kota Hiroshima, sementara pada 9 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan di kota Nagasaki. Digambarkan oleh masyarakat yang selamat di kedua kota tersebut, bahwa ledakan bom atom seperti gunung api yang jatuh ke bumi. Tiba-tiba langit terang seperti ada kilat, disusul berbagai benda berhamburan terbang.Bersamaan itu berbagai makhluk hidup meregang nyawa, kehilangan anggota badan, bahkan hancur berkeping-keping. Dua kota Jepang luluh lantak.
Kehancuran Kota Hiroshima dan Nagasaki telah menjatuhkan semangat dan martabat bangsa Jepang. Mereka tidak dapat menutup mata, bahwa Sekutu lebih unggul dalam persenjataan. Apabila perang dilanjutkan, Jepang akan lebih hancur. Akhirnya, Kaisar Jepang memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Penyerahan Jepang kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 inilah yang menandai berakhirnya Perang Dunia (PD) II.
2. Pemanggilan Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat ke Dalat, Saigon, Vietnam.
Jenderal Terauchi pada tanggal 9 Agustus 1945 memanggil Sukarno, Moh.Hatta, dan Rajiman Wedyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Saigon. Saigon adalah salah satu pusat tentara Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jenderal Terauchi mengucapkan selamat kepada Sukarno dan Moh. Hatta sebagai ketua dan wakil ketua PPKI. Kemudian Terauchi menegaskan bahwa Jepang akan menyerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Sukarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Wedyodiningrat pulang kembali ke Jakarta pada 14 Agustus 1945.
3. Pengamanan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, Karawang.
Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa pengamanan Soekarno dan Hatta ke wilayah Rengasdengklok, Karawang. Tujuannya, agar kedua tokoh ini jauh dari pengaruh Jepang dan bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari di Rengasdengklok, para pemuda ternyata gagal memaksa Sukarno untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia lepas dari campur tangan Jepang. Kemudian, muncullah Achmad Subardjo (kalangan tua yang juga anggota PPKI) menjemput Soekarno-Hatta dan menjamin kemerdekaan paling lambat terjadi esok (17 Agustus 1945) jam 12.00. Setelah Subardjo menjamin kemerdekaan tersebut, kalangan pemuda membebaskan Soekarno-Hatta untuk kembali ke Jakarta.
4. Penyusunan Teks Proklamasi
Sesampainya di Jakarta, rombongan menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol no. 1. Setelah tiba,Sukarno dan Moh.Hatta diantarkan Laksamana Maedamenemui Gunseikan Mayor Jenderal Hoichi Yamamoto (Kepala Pemerintahan Militer Jepang). Akan tetapi, Gunseikan menolak menerima Sukarno-Hatta pada tengah malam. Dengan ditemani oleh Maeda, Shigetada Nishijima dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penterjemah, mereka pergi menemui Somubuco Mayor Jenderal Otoshi Nishimura (Direktur/Kepala Departemen Umum Pemerintahan Militer Jepang), dengan maksud untuk menjajaki sikapnya terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sukarno menyampaikan bahwa akan mengadakan rapat PPKI untuk membahas persiapan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan.
Pada pertemuan antara Sukarno-Hatta dengan Nishimura ini tidak dicapai kata sepakat. Di satu pihak Sukarno- Hatta bertekad untuk melangsungkan rapat PPKI yang pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 itu tidak jadi diadakan karena mereka dibawa ke Rengasdengklok. Mereka menekankan kepada Nishimura bahwa Jenderal Besar Terauchi telah menyerahkan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kepada PPKI. Di lain pihak Nishimura menegaskan garis kebijakan Panglima Tentara ke-XVI di Jawa, bahwa dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi mengubah status quo (tidak boleh ada perpindahan kekuasan).
Berdasarkan garis kebijaksanaan itu, Nishimura melarang Sukarno-Hatta untuk mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Sampailah Sukarno-Hatta pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi untuk membicarakan soal kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Mereka hanya berharap pihak Jepang supaya tidak menghalanghalangi pelaksanaan Proklamasi oleh rakyat Indonesia sendiri.
Rombongan Sukarno segera kembali ke rumah Laksamana Maeda. Para tokoh nasionalis berkumpul di rumah Maeda untuk merumuskan teks proklamasi. Di rumah Maeda, hadir para anggota PPKI, para pemimpin pemuda, para pemimpin pergerakan, dan beberapa anggota Chuo Sangi In yang ada di Jakarta. Mereka berjumlah 40 - 50 orang. Penyusunan teks proklamasi akhirnya diadakan di rumah Maeda, berisi sebagaimana kita ketahui saat ini.
5. Pembacaan Teks Proklamasi
Soekarno mengusulkan agar Proklamasi dilakukan di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No.56. Usul tersebut disetujui dan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dibacakannya bersama Hatta di tempat itu pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00.WIB di tengah-tengah bulan Ramadhan (bulan Puasa).
Dengan demikian, urutan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia di atas sehingga menjadi kronologi peristiwa yang tepat adalah 1-5-3-4-2.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!