Rini P

28 Januari 2023 09:30

Iklan

Iklan

Rini P

28 Januari 2023 09:30

Pertanyaan

Perhatikan kalimat berikut! (1) Aku tidak menyangka perusahaan besar itu bangkrut karena banyak tikus berdasi. (2) Wajahnya cantik bagaikan bidadari turun dari kayangan. (3) Bu guru mengatakan bahwa buku itu jendela ilmu. (4) Anak kembar itu bagaikan pisang dibelah dua Kalimat yang mengandung majas metafora ditandai dengan nomor .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 2 dan 3


9

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

21 Februari 2023 10:16

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah B. 1 dan 3.</p><p>&nbsp;</p><p>Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna yang tidak sebenarnya. Majas terdiri dari beberapa macam, salah satunya yaitu majas metafora. Majas metafora adalah majas yang menyatakan perbandingan secara langsung antara dua hal yang menciptakan kesan mental dan hidup. Kalimat di atas yang mengandung majas metafora yaitu :</p><p>(1) Aku tidak menyangka perusahaan besar itu bangkrut karena banyak <strong>tikus berdasi</strong>.</p><p>(3) Bu guru mengatakan bahwa buku itu <strong>jendela ilmu</strong>.</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang mengandung majas metafora ditandai dengan nomor 1 dan 3.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang tepat yaitu B.</p>

Jawaban yang benar adalah B. 1 dan 3.

 

Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna yang tidak sebenarnya. Majas terdiri dari beberapa macam, salah satunya yaitu majas metafora. Majas metafora adalah majas yang menyatakan perbandingan secara langsung antara dua hal yang menciptakan kesan mental dan hidup. Kalimat di atas yang mengandung majas metafora yaitu :

(1) Aku tidak menyangka perusahaan besar itu bangkrut karena banyak tikus berdasi.

(3) Bu guru mengatakan bahwa buku itu jendela ilmu.

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang mengandung majas metafora ditandai dengan nomor 1 dan 3.

 

Jadi, jawaban yang tepat yaitu B.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan buku nonfiksi berikut! Puputan Upacara puputan atau dhautan bagi masyarakat Jawa merupakan upacara yang dilakukan dalam rangkaian upacara kelahiran seorang anak. Upacara ini dilaksanakan pada sore hari ketika tali pusar si bayi telah putus atau lepas (puput atau dhaut berarti lepas). Waktu yang diperlukan untuk penyelenggaraan puputan tidak dapat ditentukan secara pasti Hal ini bergantung kepada lama tidaknya tali pusar si bayi lepas dengan sendirinya. Tali pusar si bayi dapat putus sebelum seminggu bahkan lebih dari seminggu sejak kelahiran. Keluarga si bayi harus siap mengadakan upacara puputan jika sewaktu- waktu tali pusar tersebut putus. Upacara ini diselenggarakan dengan mengadakan kenduri atau selamatan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat. Sesajian (makanan) yang disediakan dalam upacara puputan, antara lain nasi gudangan yang terdiri atas nasi dengan lauk-pauk, sayur-mayur dan parutan kelapa, bubur merah, bubur putih, dan jajan pasar. Upacara puputan biasanya ditandai dengan dipasangnya sawuran (bawang merah, dlingo bengle yang dimasukkan ke ketupat), dan aneka macam duri kemarung di sudut- sudut kamar bayi. Selain sawuran dipasang juga daun nanas yang diberi warna hitam putih (bergaris-garis), daun apa-apa, awar-awar, girang, dan duri kemarung. Di halaman rumah dipasang tumbak sewu, yaitu sapu lidi yang didirikan dengan tegak. Di tempat tidur si bayi diletakkan benda-benda tajam seperti pisau dan gunting. Dalam upacara puputan dhautan terdapat makna atau lambang atau yang tersirat dalam makanan dan alat yang digunakan tersebut. Sumber: Maryani, Indonesia nan Indah: Upacara Adat, Semarang. Alprin, 2019 Buatlah rangkuman isi kutipan buku nonfiksi tersebut!

60

0.0

Jawaban terverifikasi