Celine K

17 Februari 2022 11:29

Iklan

Celine K

17 Februari 2022 11:29

Pertanyaan

Perhatikan informasi berikut. 1 ) PNI 2) PKI 3) Perti 4) Parmusi 5) PSII Partai yang tidak menggabungkan diri ke dalam Partai Demokrasi Indonesia ditunjukkan nomor . . . . A. 1 ) , 2) , dan 3) B. 1 ), 2) , dan 4) C. 1 ), 3) , dan 5) D. 2) , 3) , dan 4) E. 3) , 4) , dan 5)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

48

:

57

Klaim

14

4

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

25 Februari 2022 05:29

Jawaban terverifikasi

Halo Celine K., kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas ditunjukkan oleh no. 2, 3, 4, dan 5. Namun opsi jawaban yang tersedia terdapat E, yaitu 3, 4, dan 5. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Pada akhir 1971, pemerintah Orde Baru melemparkan gagasan penyederhanaan partai politik dengan alasan–alasan tertentu, seperti kasus pada masa “Demokrasi Parlementer”. Pada masa itu, banyaknya partai dianggap tidak memudahkan pembangunan, justru sebaliknya menambah permasalahan. Penyebabnya bukan hanya karena persaingan antarparpol, melainkan juga persaingan di dalam tubuh parpol antara para pemimpinnya tidak jarang memicu timbulnya krisis. Bahkan perpecahan yang dinilai bisa mengganggu stabilitas politik dan keamanan. Atas dasar itu, pemerintah berpendapat perlu adanya penyederhanaan partai sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi Pancasila. Pada awalnya banyak parpol yang menolak gagasan itu yang sedikit banyak dinilai telah menutup aspirasi kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin oleh UUD 1945. Namun, adanya tekanan pemerintah menyebabkan mereka tidak mempunyai pilihan lain. Realisasi penyederhanaan partai tersebut dilaksanakan melalui Sidang Umum MPR tahun 1973. Sembilan partai yang ada berfusi ke dalam dua partai baru, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Empat Partai Islam, yaitu Nahdatul Ulama/NU, Parmusi, Partai Sarekat Islam Indonesia/PSII, dan Perti bergabung dalam PPP. Sementara itu lima partai non Islam, yaitu PNI, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Khatolik, Partai Murba, dan IPKI bergabung dalam PDI. Selain kedua kelompok tersebut, ada pula kelompok Golkar yang semula bernama Sekber Golkar. Oleh karena itu, partai yang TIDAK berfusi ke PDI, yaitu PKI, Perti, Parmusi, dan PSII. Perti, Parmusi, dan PSII berfusi menjadi PPP. Sedangkan, PKI melalui Tap MPRS no. XXV tahun 1966 dianggap sebagai partai terlarang. Semoga membantu ya


Iklan

Winda R

08 November 2022 15:16

Setelah dikeluarkannya kebijakan penyederhanaan partai politik pemerintah orde Baru juga mengeluarkan kebijakan berlakunya Asas tunggal untuk setiap partai politik yaitu


Berlan C

29 November 2022 02:58

Pembacaan Dekrit presiden 5 Juli 1959 berdampak besar bagi kondisi politik bangsa Indonesia, yaitu....


Berlan C

29 November 2022 02:58

Pembacaan Dekrit presiden 5 Juli 1959 berdampak besar bagi kondisi politik bangsa Indonesia, yaitu....


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi