Rahmat S

14 Februari 2022 07:48

Iklan

Rahmat S

14 Februari 2022 07:48

Pertanyaan

Perhatikan informasi berikut : 1. India melarang bandara Belanda melakukan diseluruhnya. 2. Amerika Serikat Bantuan Bantuan Marshall Plan terhadap Belanda 3. Atas prakarsa India diselenggarakan Konfrensi Asia di New Delhi. 4. Birma mengusulkan dalam kofrensi Asia agar dibentuk tentara sukarelawan. 5. Buruh pelabuhan di Australia menolak membongkar barang dari kapal Belanda. Manakah dari informasi di atas yang akhirnya menyerang penyerangan kolonial Belanda yang dibantu NICA, terhadap Indonesia? A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

05

:

03

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

17 Februari 2022 05:32

Jawaban terverifikasi

Hai Rahmat S., kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas adalah B. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Pasukan sekutu dan NICA tiba di Bandung pada 17 Oktober 1945. NICA (Netherland Indies Civil Administration) dibentuk pada 3 April 1944 di Australia. Awalnya hanya bertugas sebagai penghubung antara Pemerintah Kolonial Belanda di pengasingan dengan Komando Tertinggi Sekutu di wilayah Pasifik Barat Daya (SWPA/South West Pacific Area). NICA memanfaatkan kedatangan pasukan sekutu untuk mengembalikan kekuasaan kolonialnya di Indonesia. Untuk melaksanakan niatnya tersebut, NICA memicu pertempuran di berbagai daerah yang dikenal dengan nama perang kemerdekaan. Perang tersebut diantaranya; Bandung Lautan Api, Palagan Ambarawa, Medan Area. Untuk mengatasi konflik antara Indonesia dengan Belanda tersebut, pada 24 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB membuat resolusi. Resolusi DK PBB itu memuat beberapa poin penting untuk mendamaikan Indonesia dan Belanda. Diantara isi resolusi tersebut, yaitu Belanda diharuskan segera menghentikan semua aksi militernya di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia harus berhenti pula melakukan perlawanan terhadap Belanda. Selain itu, DK PBB memerintahkan kepada Belanda untuk membebaskan semua tawanan politik, termasuk para petinggi pemerintahan RI, dan membebaskan mereka untuk kembali menjalankan tugasnya. Poin penting ketiga yang termaktub dalam Resolusi 67 DK PBB adalah dibentuknya United Nations Commission for Indonesia (UNCI). Komisi bentukan PBB pengganti KTN ini diberi wewenang yang lebih luas untuk menghasilkan perdamaian antara Belanda dan Indonesia. Selain resolusi DK PBB, Amerika Serikat juga menekan Belanda. Amerika Serikat mengancam akan memutuskan bantuan ekonomi dan keuangan (Marshall Plan) terhadap Belanda. Ancaman ini akan diwujudkan jika Belanda tidak mematuhi resolusi DK PBB di atas. Pada saat itu, ekonomi Belanda sangat tergantung pada bantuan ekonomi dari Amerika Serikat. Selain itu, kelompok-kelompok internal Amerika Serikat juga mendukung kemerdekaan Indonesia. Serikat-serikat pekerja dan kelompok-kelompok liberal di Amerika mengadakan reli dan semakin keras menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia sekaligus menekan pemerintahan Presiden Harry S. Truman agar berbuat sama. Kelompok-kelompok progresif liberal dalam masyarakat sipil Amerika bersatu mendukung perjuangan Indonesia, dan juga gerakan buruh Amerika. Kongres organisasi-organisasi industri tampil untuk mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal di atas semakin memaksa Belanda untuk kembali ke meja perundingan. Kegagalan Belanda di medan pertempuran serta tekanan dari Amerika Serikat memaksa Belanda untuk kembali ke meja perundingan. Semoga membantu yaa.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

42

5.0

Jawaban terverifikasi