Nayaka N

23 Januari 2023 07:46

Iklan

Iklan

Nayaka N

23 Januari 2023 07:46

Pertanyaan

Perhatikan diagram siklus menstruasi berikut! Dari diagram siklus menstruasi tersebut, pada fase A ovum akan meluruh bersama endometrium serta pada fase D korpus lutum akan tetap memproduksi hormon estrogen dan progesteron. menurut pemahaman anda, benarkah pernyataan tersebut? jelaskan jawaban anda!

alt

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

F. Rizqi

Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung

24 Januari 2023 12:31

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah pernyataan tersebut BENAR.</p><p>&nbsp;</p><p>Ovulasi berkaitan dengan adanya interaksi antara hipotalamus dan ovarium. Interaksi tersebut akan menghasilkan 4 fase menstruasi, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan fase pasca-ovulasi.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Fase menstruasi adalah fase di mana berlangsung pendarahan yang terjadi secara periodik dari uterus (rahim) yang disertai pelepasan endometrium (lapisan terdalam rahim). Pada fase ini ovum akan meluruh bersama endometrium ketika tidak terjadi fertilisasi (Fase A pada diagram siklus menstruasi).&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Selanjutnya, pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nukleus) mengeluarkan hormon gonadotropin yang merangsang hipofisis mengeluarkan (<i>follicle stimulating hormone</i>) FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut <i>folikel de Graff </i>dengan ovum di dalamnya (Fase B pada diagram siklus menstruasi).</p><p>&nbsp;</p><p>Pada saat mendekati fase ovulasi terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan terjadinya hambatan terhadap pelepasan lanjutan FSH dari hipofisis. Turunnya konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan (<i>luteinizing&nbsp;hormone)&nbsp;</i>LH yang merangsang pelepasan oosit sekunder dari <i>folikel de Graff</i>. Kondisi tersebut disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari <i>folikel de Graff</i> dan siap dibuahi oleh sperma. Umumnya ovulasi terjadi pada hari ke-14 (Fase C pada diagram siklus menstruasi).</p><p>&nbsp;</p><p>Pada fase pasca-ovulasi<strong>,</strong> <i>folikel de Graff</i> yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah menjadi korpus <i>luteum </i>dan&nbsp;tetap memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Meskipun korpus luteum memproduksi estrogen, tetapi estrogen yang diproduksi tidak sebanyak yang diproduksi oleh <i>folikel de Graff.&nbsp;</i>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, jawabannya adalah pernyataan tersebut BENAR.</p>

Jawabannya adalah pernyataan tersebut BENAR.

 

Ovulasi berkaitan dengan adanya interaksi antara hipotalamus dan ovarium. Interaksi tersebut akan menghasilkan 4 fase menstruasi, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan fase pasca-ovulasi. 

 

Fase menstruasi adalah fase di mana berlangsung pendarahan yang terjadi secara periodik dari uterus (rahim) yang disertai pelepasan endometrium (lapisan terdalam rahim). Pada fase ini ovum akan meluruh bersama endometrium ketika tidak terjadi fertilisasi (Fase A pada diagram siklus menstruasi). 

 

Selanjutnya, pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nukleus) mengeluarkan hormon gonadotropin yang merangsang hipofisis mengeluarkan (follicle stimulating hormone) FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graff dengan ovum di dalamnya (Fase B pada diagram siklus menstruasi).

 

Pada saat mendekati fase ovulasi terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan terjadinya hambatan terhadap pelepasan lanjutan FSH dari hipofisis. Turunnya konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan (luteinizing hormone) LH yang merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff. Kondisi tersebut disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff dan siap dibuahi oleh sperma. Umumnya ovulasi terjadi pada hari ke-14 (Fase C pada diagram siklus menstruasi).

 

Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graff yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum dan tetap memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Meskipun korpus luteum memproduksi estrogen, tetapi estrogen yang diproduksi tidak sebanyak yang diproduksi oleh folikel de Graff.  

 

Dengan demikian, jawabannya adalah pernyataan tersebut BENAR.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

pada saat pelajaran olahraga, pak guru meminta siswa untuk bermain pemanasan senam, gerakan yang dilakukan adalah merentangkan tangan untuk merapikan barisan dan untuk mengatur jaraknya dengan siswa sebelahnya. setelah barisan dan jarak sudah sesuai, siswa kembali menurunkan tangannya. gerakan tersebut adalah cerminan dari gerakan…

62

2.0

Jawaban terverifikasi