Azida E

04 April 2022 02:39

Iklan

Azida E

04 April 2022 02:39

Pertanyaan

Perhatikan data berikut. 1) Indonesia kembali menjadi anggota PBB. 2) Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Barat yang disaksikan oleh wakil PBB pada 2 Agustus 1969. 3) Membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRC). 4) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara, termasuk Singapura dan Malaysia. 5) Menyederhanakan dan mengelompokkan partai politik. Kebijakan Soeharto di awal masa Orde Baru terkait dengan bidang politik luar negeri ditunjukkan nomor... A. 1), 2), dan 3) B. 1), 3), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

20

:

43

Klaim

9

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Made

04 April 2022 02:58

Jawaban terverifikasi

Hallo Azida, kakak bantu jawab ya Jawaban yang paling tepat adalah B untuk lebih jelas yuk pahami penjelasan berikut ini Beberapa kebijakan politik luar negeri yang di lakukan pada masa orde baru adalah: - Mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia. Setelah Suharto mengambil alih kekuasaan dengan Supersemar, dia mengakhiri konfrontasi dengan konferensi antara Malaysia dan Indonesia di Bangkok pada 28 Mei 1966. -Memutus hubungan dengan Republik Rakyat China. Setelah peristiwa 30 September 1965, pemerintah dibawah Suharto menuduh RRC mendanai dan mendukung para pelaku dan PKI. Karena itu hubungan diplomatis dengan China diputus pada Oktober 1967. Hubungan ini baru disambung kembali pada tahun 1990. -Ikut serta membentuk ASEAN. Bersama dengan negara-negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, Indonesia menandatangi Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967 untuk meningkatkan kerjasama di Asia Tenggara dan melawan ancaman komunisme. -Menginvasi Timor Timur. Pada tahun 1974, Timor Portugis mengalami perang saudara yang berakhir dengan kemenangan Fretilin yang berhaluan kiri. Untuk menghindari kemungkinan berkembangnya komunisme di Timor Timur, Indonesia menginvasi negara itu pada tahun 1975 dengan Operasi Seroja. -Kembali menjadi Anggota PPB. Setelah digantikannya Sukarno dengan Suharto, Indonesia kembali meminta untuk bergabung dengan PBB pada 19 September 1966, dan diterima kembali oleh Dewan Umum PBB pada 28 September 1966. semoga membantu ya


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi