Ruslan R

23 Desember 2021 14:44

Iklan

Ruslan R

23 Desember 2021 14:44

Pertanyaan

Perhatikan ciri-ciri masjid berikut! (1) Bentuk atapnya bertingkat lebih dari satu semakin ke atas semakin kecil (2) Terdapat tiang-tiang penyangga di dalam masjid. (3) Denahnya berbentuk bujur sangkar yang biasanya ditambah dengan bangunan serambi di depan atau di samping (4) Pondasinya agak tinggi dan di bagian depan atau sampan terdapat kolam parit berair. (5) Pondasi kuat dan rendah Dipandang dari segi arsitektur, masjid zaman kuno Indonesia berbeda dengan masjid-masjid di Negara lain. Pengaruh antara budaya Islam dan budaya setempat ditunjukan oleh nomor... A. (1), (2), dan (3) B. (2), (3), dan (4) C. (3), (4), dan (5) D. (1), (2), dan (4) E. (1), (3), dan (4)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

21

:

32

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Salsabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

03 Januari 2022 06:01

Jawaban terverifikasi

Hai Ruslan R, Kakak bantu jawab ya. Pengaruh antara budaya Islam dan budaya setempat ditunjukan oleh nomor A. (1), (2), dan (3). Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pada awal masa kejayaan Islam di nusantara, masjid merupakan bagian paling menonjol dari arsitektur Islam yang fungsinya tidak hanya sebagai pusat kehidupan keagamaan, tetapi manifestasi nilai seni arsitektur Islam. Di Indonesia, masjid memiliki ciri khas dibanding masjid dari negara lain, terutama masjid-masjid kuno. Hal ini karena adanya akulturasi antara budaya Islam dengan budaya lokal di Indonesia. Berikut ciri khas yang melekat pada masjid kuno Indonesia yang berbeda dengan masjid yang dimiliki negera-negara lain. 1. Punden Berundak. Ciri khas ini selalu melekat pada masjid-masjid yang dibangun pada masa kerajaan. Bagian punden berundak atau teras berundak pada masjid ini memiliki alkulturasi antara zaman Megalitikum dan proses Islamisasi di Indonesia. 2. Atap Berundak. Atap masjid kebanyakan berupa tumpang atau atap yang tersusun, semakin ke atas semakin kecil, dan yang paling atas berbentuk joglo. Pada masa kebudayaan Indonesia Hindu-Buddha, bentuk atap bertingkat ini disebut meru yang dianggap sebagai bangunan suci tempat para dewa. Faktor penting dalam akulturasi ini dari segi teknik yang disesuaikan dengan ekologi bawah atap berundak ini memudahkan air meluncur ke bawah apabila hujan sekaligus sebagai ventilasi yang dapat memasukkan udara dingin ke dalam masjid apabila panas. 3. Masjid kuno biasanya mempunyai denah bujur sangkar dan di sisi barat terdapat bangunan yang menonjol untuk mihrab. Di kedua sisi masjid, sering ada serambi di atas pondasi yang agak tinggi. 4. Di dalam masjid terdapat barisan tiang yang mengelilingi empat tiang induk yang disebut saka guru. Semoga membantu ya...


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

70

5.0

Jawaban terverifikasi