Fairuz A

28 Februari 2021 12:59

Iklan

Iklan

Fairuz A

28 Februari 2021 12:59

Pertanyaan

perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen


15

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

A. Naufalia

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

09 Februari 2022 11:12

Jawaban terverifikasi

Hallo Fairuz. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab ya. Cerpen dibuat untuk menghibur pembaca dengan cerita fiksi tentang kisah kehidupan manusia dan tokohnya adalah manusia, sementara fabel karakternya hanya hewan dan biasanya memiliki pelajaran moral pada akhir ceritanya. Mari cermati pembahasan berikut ini! Fabel berasal dari bahasa Latin "fabula". Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Adapun ciri-ciri fabel sebagai berikut. 1. Tokoh utama adalah hewan. 2. Alur ceritanya sederhana. 3. Cerita singkat dan bergerak cepat. 4. Karakter tokoh tidak diuraikan secara terperinci. 5. Gaya penceritaan secara lisan. 6. Pesan atau tema kadang-kadang dituliskan dalam cerita. 7. Pendahuluan sangat singkat dan langsung. Teks cerpen adalah cerita fiksi berbentuk pendek dan menggambarkan atau menuturkan tentang kisah seseorang secara ringkas mulai dari konflik hingga penyelesaian masalah. Ciri-ciri cerpen di antaranya: 1. Ceritanya fiktif atau rekaan. 2. Fokus pada satu aspek cerita. 3. Mengungkapkan masalah yang penting saja. 4. Menyajikan peristiwa dengan cermat dan jelas. 5. Ceritanya pendek atau singkat. 6. Menggunakan bahasa yang tajam, sugestif, dan provokatif atau menarik perhatian. 7. Tokoh yang ditampilkan terbatas sekitar 1-3 orang saja. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa cerpen dibuat untuk menghibur pembaca dengan cerita fiksi tentang kisah kehidupan manusia dan tokohnya adalah manusia, sementara fabel karakternya hanya hewan dan biasanya memiliki pelajaran moral pada akhir ceritanya. Semoga membantu ya:)


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan buku nonfiksi berikut! Puputan Upacara puputan atau dhautan bagi masyarakat Jawa merupakan upacara yang dilakukan dalam rangkaian upacara kelahiran seorang anak. Upacara ini dilaksanakan pada sore hari ketika tali pusar si bayi telah putus atau lepas (puput atau dhaut berarti lepas). Waktu yang diperlukan untuk penyelenggaraan puputan tidak dapat ditentukan secara pasti Hal ini bergantung kepada lama tidaknya tali pusar si bayi lepas dengan sendirinya. Tali pusar si bayi dapat putus sebelum seminggu bahkan lebih dari seminggu sejak kelahiran. Keluarga si bayi harus siap mengadakan upacara puputan jika sewaktu- waktu tali pusar tersebut putus. Upacara ini diselenggarakan dengan mengadakan kenduri atau selamatan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat. Sesajian (makanan) yang disediakan dalam upacara puputan, antara lain nasi gudangan yang terdiri atas nasi dengan lauk-pauk, sayur-mayur dan parutan kelapa, bubur merah, bubur putih, dan jajan pasar. Upacara puputan biasanya ditandai dengan dipasangnya sawuran (bawang merah, dlingo bengle yang dimasukkan ke ketupat), dan aneka macam duri kemarung di sudut- sudut kamar bayi. Selain sawuran dipasang juga daun nanas yang diberi warna hitam putih (bergaris-garis), daun apa-apa, awar-awar, girang, dan duri kemarung. Di halaman rumah dipasang tumbak sewu, yaitu sapu lidi yang didirikan dengan tegak. Di tempat tidur si bayi diletakkan benda-benda tajam seperti pisau dan gunting. Dalam upacara puputan dhautan terdapat makna atau lambang atau yang tersirat dalam makanan dan alat yang digunakan tersebut. Sumber: Maryani, Indonesia nan Indah: Upacara Adat, Semarang. Alprin, 2019 Buatlah rangkuman isi kutipan buku nonfiksi tersebut!

456

0.0

Jawaban terverifikasi