Ruslan R

14 Februari 2022 00:13

Iklan

Ruslan R

14 Februari 2022 00:13

Pertanyaan

Perang Padri berlangsung di Sumatra Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun dari tahun 1803-1838. Berdampak menguras harta, mengorbankan jiwa raga, meruntuhkan kekuasaan Kerajaan Pagaruyung, merosotnya perekonomian masyarakat di sekitarnya, dan memunculkan perpindahan masyarakat dari kawasan konflik. Perang Paderi diawali dengan perpecahan di kalangan rakyat Sumatra Barat sendiri, yaitu...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

21

:

02

Klaim

2

1


Iklan

N. Ramadhan

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

16 Februari 2022 04:49

Hai Ruslan, kakak bantu jawab ya. Perpecahan yang mengawali adanya Perang Paderi yakni di saat ide pembaharuan Kaum Paderi mengenai gerakan pemurnian ajaran Islam yang dibawa oleh para haji yang pulang dari Mekah untuk menggelorakan semangat kembali pada kebangkitan Islam berbenturan dengan kelompok adat atau kaum penghulu. Untuk lebih jelasnya, pahami penjelasan berikut ini: Minangkabau, Sumatra Barat merupakan salah satu pusat gerakan kebangkitan Islam di Indonesia. Gerakan pemurnian ajaran Islam dibawa oleh para haji yang pulang dari Mekah. Tokohnya adalah Haji Miskin, Haji Sunanik, dan Haji Piobang. Kelompok pembaharu Islam di Sumatra Barat ini disebut sebagai kaum Padri. Mereka terpengaruh oleh para pembaharu Islam di Timur Tengah, dan menggelorakan semangat kembali pada kebangkitan Islam. Ide pembaharuan Kaum Paderi berbenturan dengan kelompok adat atau kaum penghulu. Belanda pun memanfaatkan perselisihan tersebut dengan mendukung kaum adat yang posisinya sudah terjepit. Perlawanan kaum Padri dengan sasaran utama Belanda meletus tahun 1821. Kaum Padri dipimpin Tuanku Imam Bonjol (M Syahab), Tuanku nan Cerdik, Tuanku Tambusai, dan Tuanku nan Alahan. Perlawanan kaum Padri berhasil membuat Belanda terpojok. Namun Belanda mempunyai siasat untuk mengajak kaum Padri berdamai, sebab Belanda pun sedang menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro yang apabila pertempuran dengan Kaum Paderi dilanjutkan maka Belanda akan kalah. Perjanjian damai pun diwujudkan di Bonjol tanggal 15 November 1825. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi