Celine K
12 Mei 2022 11:47
Iklan
Celine K
12 Mei 2022 11:47
Pertanyaan
1
1
Iklan
A. Jasmine
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta
05 Desember 2022 18:09
Jawabannya ialah para pegawai Kantor Domei kemudian membuat pemancar baru agar dapat menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan.
Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan, Kepala Pusat Jawatan Radio, yaitu Waidan B. Palenewen meminta Syahrudi (wartawan Kantor Berita Domei) untuk menyiarkan berita proklamasi. Berita ini disiarkan oleh tiga penyiar, yaitu Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto dalam tiga kali berturut-turut. Pada siaran kedua salah seorang Jepang sempat masuk ke ruangan radio dan marah-marah serta menuntut agar siaran dihentikan. Walaupun begitu, berita proklamasi tetap disiarkan sebelum akhirnya Jepang menyegel Kantor Berita Domei pada tanggal 20 Agustus 1945 dan para pegawainya dilarang masuk.
Melihat hal tersebut, akhirnya para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro segera membentuk pemancar radio baru dengan bantuan teknisi radio, yaitu Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK 1. Dengan demikian, berita proklamasi dapat kembali disiarkan.
Dengan demikian, tanggapan para pegawai Kantor Domei setelah Jepang menyegel Kantor Berita Domei pada tanggal 20 Agustus 1945 dan melarang para pegawainya masuk ialah membuat pemancar baru agar dapat menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan.
· 5.0 (1)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!