Celine K

13 April 2022 03:44

Iklan

Celine K

13 April 2022 03:44

Pertanyaan

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada akhir tahun 1949 tidak dapat dilepaskan dari serangkaian peristiwa yang mengawalinya, yaitu ... a. Agresi Militer II Belanda, Konferensi New Delhi, pembentukan UNCI, perundingan Roem Royen, dan KMB b. Agresi Militer II Belanda, Konferensi Malina, perundingan Roem Royen, dan KMB c. Agresi Militer II Belanda, Konferensi Pangkalpinang, pembentukan UNCI, dan Perundingan Roem Royen d. Konferensi Denpasar, Agresi Militer II Belanda, Konferensi New Delhi, pembentukan UNCI, dan KMB e. Konferensi Malina, Agresi Militer II Belanda, Konferensi New Delhi, perundingan Roem Royen dan KMB

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

07

:

47

:

35

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Wulandari

09 Agustus 2022 04:45

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah A. Agresi Militer II Belanda, Konferensi New Delhi, pembentukan UNCI, perundingan Roem Royen, dan KMB Pembahasan Pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949 melalui serangkaian perang fisik serta perjuangan diplomasi. Selain perjuangan yang dilakukan di dalam negeri, perjuangan tersebut juga dilakukan dalam diplomasi internasional yaitu sebagai berikut : 1. Agresi Militer Belanda II Agresi Militer Belanda II dilakukan pada 19 Desember 1948. Belanda melancarkan serangan di semua front RI dengan taktik perang kilat. Serangan diawali dengan penerjunan pasukan-pasukan payung di Pangkalan Udara Maguwo dan dengan cepat berhasil menduduki ibu kota Yogyakarta. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta memutuskan untuk tetap tinggal di ibukota, meskipun mereka tahu akan ditawan musuh. Alasannya, agar mereka dengan mudah ditemui oleh TNI, sehingga kegiatan diplomasi dapat berjalan terus. Di samping itu, Belanda tidak mungkin melancarkan serangan secara terus-menerus, karena Presiden dan Wakil Presiden sudah ada di tangan musuh. 2. Konferensi New Delhi Konferensi Asia di New Delhi dilaksanakan pada tanggal 20-23 Januari 1949 yang diprakarsai oleh Burma (Myanmar) dan India serta dihadiri sejumlah negara Asia, Afrika, dan Australia. Konferensi tersebut dihadiri oleh wakil dari negara Afghanistan, Australia, Burma, Sri Lanka, Mesir, Ethiopia, India, Iran, Irak, Libanon, Pakistan, Filipina, Saudi Arabia, Suriah, dan Yaman, sebagai peserta. Kemudian ada wakil dari negara China, Nepal, Selandia Baru, dan Muangthai sebagai peninjau. Pada 23 Januari 1949, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru menyampaikan tuntutan atas nama Konferensi Asia di New Delhi. Isi tuntutan yang dialamatkan kepada PBB antara lain : 1. Pengembalian pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta 2. Pembentukan pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum 15 Maret 1949 3. Penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia 4. Penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat tanggal 1 Januari 1950 3. Pembentukan UNCI United Nations Commission for Indonesia (UNCI) atau Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia merupakan komisi yang diberi tugas oleh PBB untuk menggantikan tugas komisi sebelumnya. UNCI dibentuk pada 28 Januari 1948 oleh Dewan Keamanan PBB sebagai pengganti dari Komisi Tiga Negara (KTN). KTN diganti dengan UNCI karena dianggap gagal menjalankan tugasnya untuk mendamaikan konflik Indonesia dan Belanda.UNCI bertugas untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dengan Belanda pasca-kemerdekaan. Tugas UNCI antara lain : 1. Membantu proses perundingan masalah Indonesia-Belanda 2. Mengurus pengembalian wilayah kekuasaan pemerintah Indonesia 3. Mengajukan usulan atau saran untuk membantu tercapainya kesepakatan antara Indonesia-Belanda. 4. Perundingan Roem-Royen Ketika terlihat titik terang bahwa RI dan Belanda bersedia maju ke meja perundingan, maka atas inisiatif Komisi PBB untuk Indonesia pada 14 April 1949 diselenggarakan perundingan di Jakarta di bawah pimpinan Merle Cochran, anggota Komisi dari AS. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J. Van Royen. Dalam perundingan itu, RI tetap berpendirian bahwa pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta merupakan kunci pembuka perundingan-perundingan selanjutnya. Sebaliknya, pihak Belanda menuntut agar lebih dulu dicapai persetujuan tentang perintah penghentian perang gerilya oleh pihak RI. 5. Konferensi Meja Bundar (KMB) KMB dilaksanakan pada 23 Agustus-2 November 1949 di Den Haag. Hasil-hasil keputusan dalam KMB antara lain : a. Belanda mengakui keberadaan negara RIS (Republik Indonesia Serikat) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. RIS terdiri dari RI dan 15 negara bagian/daerah yang pernah dibentuk Belanda. b. Masalah Irian Barat akan diselesaikan setahun kemudian, setelah pengakuan kedaulatan. c. Corak pemerintahan RIS akan diatur dengan konstitusi yang dibuat oleh para delegasi RI dan BFO selama KMB berlangsung. Akan dibentuk Uni Indonesia Belanda yang bersifat lebih longgar, berdasarkan kerja sama secara sukarela dan sederajat. Uni Indonesia Belanda ini disepakati oleh Ratu Belanda. e. RIS harus membayar utang-utang Hindia Belanda sampai waktu pengakuan kedaulatan. f. RIS akan mengembalikan hak milik Belanda dan memberikan izin baru untuk perusahaan-perusahaan Belanda Jadi, Jawaban yang benar adalah A. Agresi Militer II Belanda, Konferensi New Delhi, pembentukan UNCI, perundingan Roem Royen, dan KMB


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

42

5.0

Jawaban terverifikasi