Dududududu D

09 April 2024 01:58

Iklan

Iklan

Dududududu D

09 April 2024 01:58

Pertanyaan

Penataan ruang di kawasan perkotaan sering mengalami kendala terutama karena banyaknya permukiman kumuh. Bagaimana upaya mengatasi permasalahan tersebut?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

09 April 2024 09:20

Jawaban terverifikasi

Untuk mengatasi permasalahan permukiman kumuh di kawasan perkotaan, berbagai upaya dapat dilakukan, antara lain: Rehabilitasi dan Renovasi Permukiman Kumuh: Pemerintah dapat melakukan program rehabilitasi dan renovasi permukiman kumuh untuk meningkatkan kondisi infrastruktur dan fasilitas dasar seperti jalan, air bersih, sanitasi, dan listrik. Ini dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Program Pengembangan Perumahan Terjangkau: Menyediakan program perumahan terjangkau bagi penduduk yang tinggal di permukiman kumuh dapat membantu mengurangi jumlah permukiman kumuh dengan memberikan alternatif tempat tinggal yang lebih layak. Pengaturan Zonasi dan Tata Ruang: Pemerintah dapat menerapkan pengaturan zonasi dan tata ruang yang jelas untuk mengendalikan pertumbuhan permukiman kumuh dan mendorong pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Ini melibatkan pembatasan pembangunan ilegal dan pemberian insentif bagi pengembangan yang sesuai dengan rencana tata ruang. Pemberdayaan Masyarakat: Melalui program pemberdayaan masyarakat, penduduk lokal dapat dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan. Hal ini dapat meningkatkan kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Pengembangan Infrastruktur dan Fasilitas Publik: Investasi dalam pembangunan infrastruktur seperti transportasi publik, taman kota, dan fasilitas rekreasi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup di permukiman kumuh dan membuatnya lebih layak huni. Penyuluhan dan Pendidikan: Mengadakan program penyuluhan dan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup dalam lingkungan yang sehat dan layak dapat membantu mengubah perilaku dan praktik yang menyebabkan pembentukan permukiman kumuh.


Iklan

Iklan

Michael P

18 April 2024 00:10

Jawaban terverifikasi

<p>Mengatasi permasalahan permukiman kumuh di kawasan perkotaan membutuhkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan:</p><p>1. <strong>**Rehabilitasi dan Revitalisasi Permukiman Kumuh**</strong>: Melalui program rehabilitasi dan revitalisasi, pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, sanitasi, dan listrik di permukiman kumuh. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk dan memberikan lingkungan yang lebih layak.</p><p>&nbsp;</p><p>2. <strong>**Pengembangan Perumahan Terjangkau**:</strong> Membangun perumahan terjangkau untuk penduduk dengan pendapatan rendah dapat membantu mengurangi jumlah permukiman kumuh. Pemerintah dapat memberikan insentif atau dukungan finansial kepada pengembang untuk membangun perumahan yang terjangkau.</p><p>&nbsp;</p><p>3. <strong>**Peningkatan Akses ke Pendidikan dan Pelatihan**</strong>: Memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan dan pelatihan dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan keterampilan penduduk, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan pendapatan mereka.</p><p>&nbsp;</p><p>4.<strong> **Program Pengalihan atau Relokasi**</strong>: Dalam beberapa kasus, pengalihan atau relokasi penduduk dari permukiman kumuh ke tempat yang lebih layak dapat menjadi solusi yang diperlukan. Namun, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang terkena dampak.</p><p>&nbsp;</p><p>5. <strong>**Pemberdayaan Masyarakat Lokal**</strong>: Melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek dapat membantu memastikan bahwa solusi yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. Pemberdayaan masyarakat juga dapat mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.</p><p>&nbsp;</p><p>6. <strong>**Pengawasan dan Penegakan Hukum**</strong>: Penting untuk memiliki peraturan dan regulasi yang jelas terkait pembangunan dan penggunaan lahan, serta menegakkan hukum untuk mencegah pembentukan permukiman kumuh baru. Ini memerlukan kerjasama antara pemerintah lokal, lembaga penegak hukum, dan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>7.<strong> **Penggunaan Teknologi dan Inovasi**</strong>: Teknologi dan inovasi dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi permukiman kumuh, seperti dengan memanfaatkan teknologi bangunan ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang efisien, dan solusi transportasi yang berkelanjutan.</p><p>&nbsp;</p><p>8.<strong> **Kesadaran dan Edukasi Masyarakat**</strong>: Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan layak huni, serta risiko yang terkait dengan permukiman kumuh. Kampanye edukasi dan sosialisasi dapat membantu meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengatasi masalah ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan kombinasi berbagai upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi jumlah permukiman kumuh dan meningkatkan kualitas hidup penduduk perkotaan secara keseluruhan.</p>

Mengatasi permasalahan permukiman kumuh di kawasan perkotaan membutuhkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan:

1. **Rehabilitasi dan Revitalisasi Permukiman Kumuh**: Melalui program rehabilitasi dan revitalisasi, pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, sanitasi, dan listrik di permukiman kumuh. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penduduk dan memberikan lingkungan yang lebih layak.

 

2. **Pengembangan Perumahan Terjangkau**: Membangun perumahan terjangkau untuk penduduk dengan pendapatan rendah dapat membantu mengurangi jumlah permukiman kumuh. Pemerintah dapat memberikan insentif atau dukungan finansial kepada pengembang untuk membangun perumahan yang terjangkau.

 

3. **Peningkatan Akses ke Pendidikan dan Pelatihan**: Memberikan akses yang lebih baik ke pendidikan dan pelatihan dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan keterampilan penduduk, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan pendapatan mereka.

 

4. **Program Pengalihan atau Relokasi**: Dalam beberapa kasus, pengalihan atau relokasi penduduk dari permukiman kumuh ke tempat yang lebih layak dapat menjadi solusi yang diperlukan. Namun, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang terkena dampak.

 

5. **Pemberdayaan Masyarakat Lokal**: Melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek dapat membantu memastikan bahwa solusi yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. Pemberdayaan masyarakat juga dapat mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

 

6. **Pengawasan dan Penegakan Hukum**: Penting untuk memiliki peraturan dan regulasi yang jelas terkait pembangunan dan penggunaan lahan, serta menegakkan hukum untuk mencegah pembentukan permukiman kumuh baru. Ini memerlukan kerjasama antara pemerintah lokal, lembaga penegak hukum, dan masyarakat.

 

7. **Penggunaan Teknologi dan Inovasi**: Teknologi dan inovasi dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi permukiman kumuh, seperti dengan memanfaatkan teknologi bangunan ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang efisien, dan solusi transportasi yang berkelanjutan.

 

8. **Kesadaran dan Edukasi Masyarakat**: Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan layak huni, serta risiko yang terkait dengan permukiman kumuh. Kampanye edukasi dan sosialisasi dapat membantu meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengatasi masalah ini.

 

Dengan kombinasi berbagai upaya tersebut, diharapkan dapat mengurangi jumlah permukiman kumuh dan meningkatkan kualitas hidup penduduk perkotaan secara keseluruhan.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Bacalah kutipan drama berikut! Abah: "Kalau cari suami harus yang jelas masa depannya, jangan seperti si Kabayan!" Iteung: "Tapi Kang Kabayan mah baik nyaah sama Iteung." Abah: "Baik? Baik apanya? Kalau memang baik pasti suka ngirim uang, paling sedikit ngirim ikan kesenangan Abah. Ikan gurame!" Ambu: "Abah teh kumaha. Apa-apa selalu saja diukur pakai uang." Tokoh Iteung pada kutipan drama tersebut akan lebih menarik jika menggunakan kostum a. celana panjang dan kaos dengan rambut panjang dibiarkan terurai b. celana panjang dan kaos dengan rambut dikepang dua c. kebaya dan celana panjang dengan rambut dibiarkan terurai d. kebaya dan kain dengan rambut di kepang dua 2.Jo : "Hey, jalan yang bener dong!" (keluar dari mobil) Yuda: (tampak terkejut dan menguasai diri) "Maaf Pak." Jo: (melotot) "Maaf, maaf!" (1) Bapak: "Sudahlah Jo, dia sudah minta maaf kok, lagi pula ayah buru- buru nanti terlambat ke kantor." (cepat menyusul keluar dari mobil) Jo : "Tidak bisa, dia harus diberi pela- jaran!" (nyaris melayangkan tinju) (2) Bapak : "Sabar Jo. (melihat kasihan pada Yuda) "Kau pergilah, Nak!" Yuda : "Terima kasih, Pak!" (3) Bapak "Hey, apa yang kau bawa, Nak?" (heran) "Kamu jual lukisan?" Yuda : "lya Pak, ini lukisan kaca." (4) Bapak: "Sungguh baru kali ini aku melihat lukisan kaca, biasanya saya di rumah memajang lukisan kanvas, lukisan kertas, lukisan bulu, dan lain-lain. Tapi, lukisan ini? Ah ya berapa kamu menjual ini?" Yuda: "Yang mana Pak?" (5) Bapak: "Semuanya. Ah sudah jangan bingung, gini aja gimana kalau lukisan itu saya beli lima juta rupiah." Yuda : "Apa? Lima juta!" (6) Bapak: "Apa kurang?" Yuda : "Cu... kup, Pak." Bukti latar waktu dalam kutipan drama tersebut terdapat pada dialog nomor .... a. (1) b. (3) c. (4) d. (6) 3.Perhatikan penggalan drama berikut! "Dari mana saja kau, Badar? Hari sudah petang tapi kau baru pulang," tanya ayah sambil berkacak pinggang. Dialog tersebut diucapkan dengan nada a. keras sambil bercanda b. marah dan serius c. rendah dan penuh tanya d. penuh kasih sayang 4.Cermati kutipan bacaan berikut! "Mohammad-san inilah rumahku." Toshihiko berkata ketika kami sampai di depan sebuah rumah kayu yang sederhana. Lalu berteriak, "Ibu! Ibu! Inilah tamu yang kita tunggu. Lihatlah, seorang Indonesia yang tersesat di kebun anggur Katsunuma. Bukankah ini suatu kehormatan bagi kita?" Bacaan tersebut termasuk teks fiksi karena a. memiliki unsur tema dan tokoh b. bersifat sistematis berdasarkan fakta yang ada c. narasi dan dialog menggunakan ragam bahasa baku d. menggunakan peribahasa untuk membandingkan suatu hal 5.Perhatikan teks berikut! Perkembangan teknologi informatika dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan luar biasa. Munculnya internet memudahkan setiap orang mendapat akses informasi. Tidak hanya sekadar berita, melalui internet orang bisa ber- jualan, memasang iklan, menikmati musik, dan memungkinkan individu mengetahui berbagai peristiwa secara intensif. Berdasarkan wacana tersebut, istilah yang dapat dideretkan dalam indeks dengan tepat adalah a. akses-individu-informatika-informasi- teknologi b. akses-iklan-individu-intensif-internet C. iklan-individu-informasi-intensif-internet d. individu-informasi-intensif-internet-iklan 6.Perhatikan kutipan indeks berikut! Gaib 8 Ilmu Fisika 7 Ilustrasi 57 Imajinasi 59 Implikasi 54 Magnetis 65 Pengetahuan eksakta 46 Pengetahuan keras 47 Pengetahuan lunak 48 Pengetahuan non-eksakta 45 Berikut ini pernyataan yang tidak benar berdasarkan indeks tersebut adalah a. Di halaman 46, kita dapat mempelajari materi pengetahuan keras. b. Materi tentang implikasi dapat kita jumpai di halaman 54. C. Di halaman 45 kita dapat mempelajari pengetahuan non-eksakta d. Pengetahuan eksakta dapat kita pelajari di halaman 46. *kutipan teks drama berikut untuk soal nomor 7 - 9* (1) Mayor: "Berapa lama lagi aku harus menunggu? Lihat semburat matahari sudah terlihat." (sambil menggebrak meja) (2) Kopral: "Sabarlah sedikit, Pak." (3) Mayor "Jangan ditawar lagi." (4) Kopral: "Apanya, Pak?" (5) Mayor: "Kesabarannya! Sejak kemarin kesabaran saya habis. Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar- tawar, ngerti?" (6) Kopral: "Kalau begitu kuralat ucapanku tadi." (7) Mayor: "Ya, tapi pertanyaanku belum Bung jawab. Berapa lama lagi? Semburat matahari sudah terlihat tu!" 7.Dialog pada kutipan teks drama tersebut yang berisi kramagung ditandai dengan nomor a. (1) b. (3) c. (4) d. (5) 8.Latar disertai bukti nomor pada kutipan drama tersebut adalah .... a.. siang hari, bukti pada dialog nomor (7) b. menjelang maghrib, bukti pada dialog nomor (5) c.pagi hari, bukti pada dialog nomor (7) d. sore hari, bukti pada dialog nomor (1) 9.Amanat yang sesuai dengan kutipan teks drama tersebut adalah .... a. Kemarahan bukanlah cara penyelesaian masalah yang bijak. b. Seorang bawahan tidak sepatutnya melawan atasan sekalipun untuk membela kebenaran. c. Kita harus lebih banyak bersabar menghadapi apa pun. d. Kita harus mengikuti keinginan atasan walaupun tidak sejalan dengannya. *kutipan drama berikut untuk soal nomor 10-13* Fikri: "Hai sobat. Lho ada apa ini? Kamu kok kelihatan sedih?" Bayu: "Enggak. Perasaan kamu saja." Fikri: "Ayolah... Aku kenal kamu dari kecil. Aku bisa tahu kamu sedih, senang, malas, atau marah? Ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantu." Bayu: "Kamu ini tau aja. Hari ini hari terakhir aku harus membayar SPP. Bapakku masih di luar kota. Ibuku sakit. Aku bingung harus bagaimana." Fikri :"Kenapa harus bingung. Aku bisa membantumu." Bayu: "Maksudmu?" Fikri: "Ya... membantumu. Aku punya uang tabungan dan cukup untuk membayar SPP mu." Bayu: "Wah... enggak ... enggak ... enggak aku tidak bisa menggunakan uang tabunganmu." Fikri: "Ayolah teman... aku tulus... kapan-kapan kamu dapat mengembalikannya." 10. Tema yang digambarkan pada kutipan drama tersebut adalah a. persahabatan antara kedua orang b. tolong-menolong antarteman yang mem- butuhkan c. persahabatan yang didukung oleh kedua orang tua d. masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung reda 11.Tokoh Fikri dalam kutipan drama tersebut memiliki watak a. rendah hati b. tinggi hati c. baik hati d. kecil hati 12. Kutipan drama suasana tersebut menceritakan a. haru b. kaget c. kecewa d. sedih 13.(sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis) Naja: "Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini." Ibu: "Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik." Naja: "Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!" Ibu: "Bersabarlah, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu per satu." (sambil membelai rambut Naja dengan penuh Kesabaran). Dalam struktur teks drama, kutipan tersebut merupakan bagian .... a. orientasi b. resolusi c. komplikasi d. epilog *kutipan buku berikut untuk soal nomor 14 dan 15* Bumi adalah tempat di mana kita, manusia, dan makhluk hidup lainnya berada. Bumi sering disebut juga sebagai planet biru. Kenapa? Karena bumi kalau dilihat dari luar angkasa terlihat dengan warna dominan biru. Tahukah kamu warna biru bumi yang terlihat dari angkasa raya itu? Itu adalah lautan. Karena sekitar 70% permukaan bumi merupakan lautan yang sangat luas. Sisanya 30% merupakan daratan yang tersusun atas dataran, gunung, dan lembah. Bumi juga dikelilingi oleh lapisan atmosfer yang merupakan pelindung bumi. 14. Teks tersebut tergolong sebagai karya nonfiksi karena .... a. berisi cerita karangan manusia b. bersifat informatif dan berisi kenyataan c. berasal dari imajinasi pengarang d. memiliki makna ganda 15. Inti dari kutipan buku tersebut adalah .... a. memaparkan tentang alam dan kerusakannya b. memaparkan secara detail tentang bumi c. menggambarkan tentang jenis-jenis atmosfer d. menjelaskan jenis-jenis planet 16.Bacalah kutipan teks fiksi berikut! Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Ayah dan Ibu setiap hari membanting tulang di ladang, seolah-olah kepala jadi betis, betis jadi kepala demi beberapa mulut yang harus dipenuhi. Orang tua ini ikhlas bekerja dengan tanggung jawab demi keluarga dan anak-anaknya kelak supaya jadi orang. Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah kata orang tua itu. Daya tarik cuplikan teks fiksi tersebut tampak pada..... a. konflik dalam cerita b. latar cerita c. gaya bahasa penulis d. tema cerita 17.Perhatikan cuplikan teks berikut! Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si ibu dan janinnya. Apabila si ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian saat melahirkan. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan. Topik untuk diskusi berdasarkan bacaan tersebut adalah a. manfaat zat besi bagi bayi b. kesehatan ibu dan janin C. anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan d. sebab-sebab tingginya kernatian bayi dan anak di Indonesia *indeks berikut untuk soal nomor 18 dan 19* Aliterasi, 89, 93 Amanat, 5, 70 Arbitrer, 3, 65 Artikel, 8, 90 Balada, 25, 75 Drama, 89, 99 Epilog, 34, 36, 74 Fiksi, 3, 25, 90 18. Berdasarkan indeks buku nonfiksi tersebut, kita dapat menemukan istilah epilog di halaman.... a. 3,65 b. 25,75 c. 34, 36, dan 74 d. 3, 25, dan 90 19. Berdasarkan indeks buku tersebut, saat membuka halaman 25 kita dapat menemukan kata .... a. balada dan epilog b. balada dan fiksi c. balada dan drama d. balada

26

1.0

Jawaban terverifikasi

Pro dan Kontra Puisi Esai Selama ini, kita mengenal beberapa jenis puisi seperti puisi deskriptif, puisi lirik, puisi naratif, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika kemudian muncul puisi esai sebagai jenis puisi baru. Hal inilah yang menjadi polemik atau kontroversi di kalangan penyair dan pemerhati sastra pada beberapa tahun lalu. Perdebatan pun terjadi cukup ramai di media masa cetak maupun elektronik hingga menimbulkan berbagai pro dan kontra. Kalangan penyair dan sastrawan pun beberapa ada yang bersikap mendukung/pro tetapi tidak sedikit pula yang menentang/kontra. Pihak yang mendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalami kebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapat mudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadiran catatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi. Beberapa pihak yang mendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini ditunjukan dengan penerbitan 34 buku puisi esai di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang melibatkan 170 orang dari kalangan penyair, aktivis, penulis, jurnalis, hingga peneliti. Dalam penyebarannya, puisi esai saat ini bahkan sudah mencapai beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenis puisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itu bukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope, penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas. Apapun itu, pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan. Perdebatan pun tetap berlanjut hingga kini. Sekali pun demikian, diakui atau tidak, aksistensi puisi esai akhirnya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia sastra. Dalam sudut pandang positif, hal ini menunjukan kreativitas sastrawan Indonesia dan dapat mengaktifkan kembali diskusi intelektual sesama penyair, sastrawan, maupun masyarakat luas tentang perpuisian Indonesia. Mungkin suatu nanti ada penjelasan dan tempat tersendiri puisi esai. Bahkan hal ini mungkin menjadi pembuka kemunculan jenis puisi- puisi baru lainnya yang menambah dinamika perpuisian dan sastra Indonesia. Semoga. Setelah itu analisislah 1.bagian isu 2.bagian isi/argumen 3.kesimpulan 4.saran

3

0.0

Jawaban terverifikasi