Emran E

13 April 2022 00:40

Iklan

Emran E

13 April 2022 00:40

Pertanyaan

Pemimpin Markas Besar Komando Sumatra (MBKS), adalah…

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

54

:

21

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Trinuria

Mahasiswa/Alumni Universitas Jember

09 Agustus 2022 17:00

Jawaban terverifikasi

Jawaban benar adalah Kolonel Hidayat. Pada tanggal 19 Desember 1949, Belanda melakuakn Agresi Militer Belanda (AMB) II untuk menguasai ibukota negara Indonesia, Yogyakarta. Untuk menghadapi serangan Belanda, TNI menerapkan taktik Pertahanan Rakyat Semesta merupakan Perang gerilya secara total deangan cara menyebarkan kekuatan diseluruh wilayah yang disebut kantong-kantong perlawananan. Hal ini dijabarkan oleh Jenderal Sudirman dalam Perintah Kilat no.1 tgl 12 Juni 1948. Salah satu isi dari perintah kilat tersebut adalah membentuk struktur pemerintahan militer, yaitu: 1) Markas Besar Komando Djawa (MBKD) yang berpusat di Kepurun, Manisrenggo, Klaten dibawah pimpinan Kolonel AH. Nasution 2) Markas Besar Komando Sumatera (MBKS) berpusat di Medan, Sumatera Utara dipimpin Kolonel Hidayat. Tugas dari MBKD dan MBKS adalah melaksanakan pemerintahan militer dan merencanakan perlawananbersenjata terhadap Belanda. Jadi, pemimpin Markas Besar Komando Sumatra (MBKS) adalah Kolonel Hidayat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi