Nabila A

27 April 2022 07:15

Iklan

Nabila A

27 April 2022 07:15

Pertanyaan

pemberontakan apra (angkatan perang ratu adil) dipimpin oleh kapten raymond westerling, bekas tentara knil yang bertujuan agar pemerintah ris dan negara pasundan mengakui apra sebagai tentara negara pasundan dan agar negara pasundan tidak dibubarkan/dilebur ke dalam nkri. upaya bangsa indonesia dalam menghadapi pemberontakan apra yaitu...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

41

:

49

Klaim

10

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Halimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

05 Agustus 2022 05:05

Jawaban terverifikasi

Penumpasan pemberontakan APRA dilakukan dengan perasi militer tanggal 24 Januari 1950, dengan mengirimkan bala bantuan pasukan APRIS yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Bandung. Pasukan APRA pun berhasil didesak dan ditumpas oleh APRIS dan Westerling kemudian melarikan diri ke Belanda. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dibentuk oleh Kapten Raymond Westerling pada tahun 1949. APRA adalah milisi bersenjata yang anggotanya terutama berasal dari tentara Belanda (KNIL), yang tidak setuju dengan pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) di Jawa Barat, yang saat itu masih berbentuk negara bagian Pasundan. Basis pasukan APRIS di Jawa Barat adalah Divisi Siliwangi. Pemberontakan APRA bertujuan untuk mempertahankan bentuk negara federal yaitu APRA ingin agar keberadaan negara federal Pasundan dan menjadikan mereka sebagai tentara negara federal di Jawa Barat dan mengamankan kepentingan ekonomi Belanda di Indonesia. Karena itu, pada Januari 1950 Westerling mengultimatum pemerintah RIS. Ultimatum ini segera dijawab Perdana Menteri Hatta dengan memerintahkan penangkapan terhadap Westerling. APRA malah bergerak menyerbu kota Bandung secara mendadak dan melakukan tindakan teror. Puluhan anggota APRIS gugur. Diketahui pula kemudian kalau APRA bermaksud menyerang Jakarta dan ingin membunuh antara lain Menteri Pertahanan Sultan Hamengku Buwono IX dan Kepala APRIS Kolonel T.B. Simatupang. Namun semua itu akhirnya dapat digagalkan oleh pemerintah. Penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Raymond Westerling dalam gerakan APRA dapat dilakukan dengan cara melancarkan operasi militer tanggal 24 Januari 1950, dengan mengirimkan bala bantuan pasukan APRIS yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Bandung. Pasukan APRA pun berhasil didesak dan ditumpas oleh APRIS dan Westerling kemudian melarikan diri ke Belanda. Dengan demikian, penumpasan pemberontakan APRA dilakukan dengan perasi militer tanggal 24 Januari 1950, dengan mengirimkan bala bantuan pasukan APRIS yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Bandung. Pasukan APRA pun berhasil didesak dan ditumpas oleh APRIS dan Westerling kemudian melarikan diri ke Belanda. Semoga membantu yaa ;)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi