Celine K

05 Maret 2022 01:26

Iklan

Celine K

05 Maret 2022 01:26

Pertanyaan

Pelaksanaan Politik Pintu Terbuka (Open Door Policy) pada 1 870 menandai berkembangnya liberalisme di Indonesia. Liberalisme dalam praktik kebijakan tersebut ditandai dengan .... a. pendirian bank-bank swasta sebagai sarana rakyat memperoleh modal b, pembentukan kongsi-kongsi dagang oleh pedagang Tionghoa dan Arab c. pembatasan hak milik pribadi oleh pemerintah kolonial Behmda dan gereja d. penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan e. pembangunan jalur kereta api dan jalur pelayaran untuk memperlancar distribusi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

37

:

04

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

02 November 2022 01:20

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah D. penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.</p><p>&nbsp;</p><p>Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Pemerintah Hindia Belanda telah menerapkan berbagai kebijakan kepada pribumi, termasuk didalamnya ialah Cultuurstelsel yang membuat rakyat semakin menderita. Kebijakan ini berdampak kepada kelaparan, kemiskinan terutama di Pulau Jawa. Eksploitasi dari tanam paksa tersebut mendapat berbagai reaksi di Belanda, hingga pada akhirnya pada tahun 1870 kebijakan Cultuurstelsel dihapuskan dan digantikan oleh Kebijakan Pintu Terbuka yang dilaksanakan hingga tahun 1900. Pelaksanaan Kebijakan Pintu Terbuka berdasarkan dengan Undang-Undang Agraria dan Undang-Undang Gula, dimana keduanya ini pada intinya memberikan peluang bagi swasta Belanda untuk mengembangkan ekonomi di Hindia Belanda (Indonesia).</p><p>&nbsp;</p><p>Adapun yang melatarbelakangi diterapkannya kebijakan tersebut ialah adanya paham liberalisme yang mulai menyebar di negeri Belanda berdasarkan cita-cita dari Revolusi Perancis yakni Liberte (kebebasan) dan Revolusi Industri. Sehingga menyebarnya paham ini pun berakibat pada partai Liberal yang memenangkan pemilu, dan pada tahun 1870 partai liberal tersebut mencapai puncak popularitas dan menang mutlak. Dampak dari kemenangan itu tentunya akan berdampak kepada keputusan kebijakan terutama di tanah jajahan yakni dengan diterapkan sistem ekonomi liberal di Hindia Belanda, salah satunya ialah Kebijakan Pintu Terbuka. Liberalisme dalam praktik kebijakan tersebut ditandai dengan penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Liberalisme dalam praktik kebijakan tersebut ditandai dengan penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š</p>

Jawaban yang tepat adalah D. penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.

 

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.

 

Pemerintah Hindia Belanda telah menerapkan berbagai kebijakan kepada pribumi, termasuk didalamnya ialah Cultuurstelsel yang membuat rakyat semakin menderita. Kebijakan ini berdampak kepada kelaparan, kemiskinan terutama di Pulau Jawa. Eksploitasi dari tanam paksa tersebut mendapat berbagai reaksi di Belanda, hingga pada akhirnya pada tahun 1870 kebijakan Cultuurstelsel dihapuskan dan digantikan oleh Kebijakan Pintu Terbuka yang dilaksanakan hingga tahun 1900. Pelaksanaan Kebijakan Pintu Terbuka berdasarkan dengan Undang-Undang Agraria dan Undang-Undang Gula, dimana keduanya ini pada intinya memberikan peluang bagi swasta Belanda untuk mengembangkan ekonomi di Hindia Belanda (Indonesia).

 

Adapun yang melatarbelakangi diterapkannya kebijakan tersebut ialah adanya paham liberalisme yang mulai menyebar di negeri Belanda berdasarkan cita-cita dari Revolusi Perancis yakni Liberte (kebebasan) dan Revolusi Industri. Sehingga menyebarnya paham ini pun berakibat pada partai Liberal yang memenangkan pemilu, dan pada tahun 1870 partai liberal tersebut mencapai puncak popularitas dan menang mutlak. Dampak dari kemenangan itu tentunya akan berdampak kepada keputusan kebijakan terutama di tanah jajahan yakni dengan diterapkan sistem ekonomi liberal di Hindia Belanda, salah satunya ialah Kebijakan Pintu Terbuka. Liberalisme dalam praktik kebijakan tersebut ditandai dengan penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.

 

Dengan demikian, Liberalisme dalam praktik kebijakan tersebut ditandai dengan penanaman modal swasta pada perusahaan perkebunan dan pertambangan.

 

Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi