Samuel S

30 Agustus 2023 14:21

Iklan

Samuel S

30 Agustus 2023 14:21

Pertanyaan

Pancasila pernah menjadi ideologi tertutup pada masa

Pancasila pernah menjadi ideologi tertutup pada masa

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

56

:

45

Klaim

6

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Ahmad A

31 Agustus 2023 03:56

Jawaban terverifikasi

<p>Pancasila pernah menjadi ideologi tertutup pada masa Orde Baru, yaitu masa pemerintahan Presiden Soeharto dari tahun 1966 hingga 1998. Pada masa Orde Baru, Pancasila digunakan sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan pemerintah. Pancasila juga digunakan untuk menekan perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi.</p><p>Pada masa Orde Baru, Pancasila diajarkan secara dogmatis kepada masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus dipatuhi dan tidak boleh dipertanyakan. Perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi dianggap sebagai ancaman terhadap Pancasila.</p><p>Akibatnya, Pancasila menjadi ideologi tertutup yang tidak dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pancasila juga menjadi alat untuk mengekang kebebasan dan demokrasi.</p><p>Pada masa Reformasi, Pancasila mulai dimaknai secara terbuka. Nilai-nilai Pancasila diajarkan secara kritis dan dialogis. Perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi tidak lagi dianggap sebagai ancaman terhadap Pancasila.</p><p>Dengan demikian, Pancasila tidak lagi menjadi ideologi tertutup yang tidak dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pancasila juga tidak lagi menjadi alat untuk mengekang kebebasan dan demokrasi.</p>

Pancasila pernah menjadi ideologi tertutup pada masa Orde Baru, yaitu masa pemerintahan Presiden Soeharto dari tahun 1966 hingga 1998. Pada masa Orde Baru, Pancasila digunakan sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan pemerintah. Pancasila juga digunakan untuk menekan perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi.

Pada masa Orde Baru, Pancasila diajarkan secara dogmatis kepada masyarakat. Nilai-nilai Pancasila harus dipatuhi dan tidak boleh dipertanyakan. Perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi dianggap sebagai ancaman terhadap Pancasila.

Akibatnya, Pancasila menjadi ideologi tertutup yang tidak dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pancasila juga menjadi alat untuk mengekang kebebasan dan demokrasi.

Pada masa Reformasi, Pancasila mulai dimaknai secara terbuka. Nilai-nilai Pancasila diajarkan secara kritis dan dialogis. Perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi tidak lagi dianggap sebagai ancaman terhadap Pancasila.

Dengan demikian, Pancasila tidak lagi menjadi ideologi tertutup yang tidak dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pancasila juga tidak lagi menjadi alat untuk mengekang kebebasan dan demokrasi.


Iklan

Vincent M

Community

01 September 2023 14:23

Jawaban terverifikasi

<p>Selama masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto (1967-1998), Pancasila dijadikan sebagai ideologi tertutup dan digunakan sebagai alat kontrol pemerintah terhadap masyarakat dan oposisi politik. Pada masa tersebut, ada beberapa ciri yang menandai Pancasila sebagai ideologi tertutup:</p><p><strong>Monopolisasi Ideologi</strong>: Pemerintah Orde Baru mengklaim bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang sah di Indonesia. Semua warga negara, organisasi, dan partai politik diwajibkan untuk mengakui dan mengamalkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang dapat diterima.</p><p><strong>Ketidaktoleranan terhadap Ideologi Lain</strong>: Selama masa Orde Baru, ekspresi dan organisasi yang berhubungan dengan ideologi-ideologi politik atau agama yang berbeda dilarang dan sering kali ditindak tegas oleh pemerintah. Ini termasuk larangan terhadap kelompok-kelompok komunis, kelompok Islam yang radikal, serta kelompok oposisi politik yang tidak setuju dengan pemerintah.</p><p><strong>Kontrol Media dan Pendidikan</strong>: Pemerintah Orde Baru memiliki kendali yang ketat atas media dan sistem pendidikan. Ini digunakan untuk mendukung dan mempromosikan ideologi Pancasila sesuai dengan versi yang diatur oleh pemerintah. Materi pendidikan dan media diperintahkan untuk mendukung ideologi ini.</p><p><strong>Mekanisme Pengawasan dan Pengendalian</strong>: Pemerintah Orde Baru memiliki berbagai mekanisme pengawasan dan pengendalian untuk memastikan bahwa Pancasila dipatuhi dan dipromosikan. Ini termasuk Badan Keselamatan Negara (Bakorstanas) yang berfungsi untuk mengawasi setiap aktivitas yang dianggap subversif atau merusak Pancasila.</p><p><strong>Kekuasaan Sentral</strong>: Selama Orde Baru, kekuasaan sangat terpusat pada pemerintah pusat, dan tindakan yang dianggap mengancam Pancasila atau stabilitas negara dapat ditindak dengan keras. Pemerintah pusat memiliki kendali yang kuat atas daerah-daerah dan otonomi lokal dibatasi.</p><p>Pada dasarnya, Pancasila selama masa Orde Baru dijadikan alat untuk mengamankan pemerintahan Soeharto dan menghentikan potensi oposisi. Setelah masa reformasi pada tahun 1998, penggunaan Pancasila sebagai ideologi tertutup dikurangi, dan Indonesia mengalami perubahan signifikan menuju sistem yang lebih terbuka dan demokratis, dengan mengakui keberagaman ideologi dan pandangan politik.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Selama masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto (1967-1998), Pancasila dijadikan sebagai ideologi tertutup dan digunakan sebagai alat kontrol pemerintah terhadap masyarakat dan oposisi politik. Pada masa tersebut, ada beberapa ciri yang menandai Pancasila sebagai ideologi tertutup:

Monopolisasi Ideologi: Pemerintah Orde Baru mengklaim bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang sah di Indonesia. Semua warga negara, organisasi, dan partai politik diwajibkan untuk mengakui dan mengamalkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang dapat diterima.

Ketidaktoleranan terhadap Ideologi Lain: Selama masa Orde Baru, ekspresi dan organisasi yang berhubungan dengan ideologi-ideologi politik atau agama yang berbeda dilarang dan sering kali ditindak tegas oleh pemerintah. Ini termasuk larangan terhadap kelompok-kelompok komunis, kelompok Islam yang radikal, serta kelompok oposisi politik yang tidak setuju dengan pemerintah.

Kontrol Media dan Pendidikan: Pemerintah Orde Baru memiliki kendali yang ketat atas media dan sistem pendidikan. Ini digunakan untuk mendukung dan mempromosikan ideologi Pancasila sesuai dengan versi yang diatur oleh pemerintah. Materi pendidikan dan media diperintahkan untuk mendukung ideologi ini.

Mekanisme Pengawasan dan Pengendalian: Pemerintah Orde Baru memiliki berbagai mekanisme pengawasan dan pengendalian untuk memastikan bahwa Pancasila dipatuhi dan dipromosikan. Ini termasuk Badan Keselamatan Negara (Bakorstanas) yang berfungsi untuk mengawasi setiap aktivitas yang dianggap subversif atau merusak Pancasila.

Kekuasaan Sentral: Selama Orde Baru, kekuasaan sangat terpusat pada pemerintah pusat, dan tindakan yang dianggap mengancam Pancasila atau stabilitas negara dapat ditindak dengan keras. Pemerintah pusat memiliki kendali yang kuat atas daerah-daerah dan otonomi lokal dibatasi.

Pada dasarnya, Pancasila selama masa Orde Baru dijadikan alat untuk mengamankan pemerintahan Soeharto dan menghentikan potensi oposisi. Setelah masa reformasi pada tahun 1998, penggunaan Pancasila sebagai ideologi tertutup dikurangi, dan Indonesia mengalami perubahan signifikan menuju sistem yang lebih terbuka dan demokratis, dengan mengakui keberagaman ideologi dan pandangan politik.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Contoh perilaku sesuai dengan sila ke 2 pancasila

8

5.0

Jawaban terverifikasi