Yolly R

01 September 2019 02:34

Iklan

Yolly R

01 September 2019 02:34

Pertanyaan

pak jaja ingin memupuk tanaman padi dan jagung masing' dgn 300g urea dan 150g za utk padi,sedangkan utk jagung 600g urea dan 125g za.pak jaja hanya memiliki 18kg urea dan 6kg za. model matematika dari persoalan diatas adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

04

:

17

:

00

Klaim

3

1


Iklan

Aprila W

02 September 2019 12:21

Padi (P) = x Jagung (J) = y P J T U 300 600 1800 Z 150 125 6000 300 x + 600 y (kurang dri atau sma dg) 18000 150 x + 125 y (kurang dri atau sma dg) 6000


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Warga Desa Pak Kromo Saat Pak Kromo menjadi kepala desa, belum ada aturan yang mengatur perihal Lembaga Pemasyarakat Masyakat Kelurahan ( LPMPK ) , LPMK adalah Lembaga keluarahan yang memiliki struktur organisasi yang lengkap, ada ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi. Sebelumnnya kepala desa hanya ditemani seorang carik( sekarang lazim disebut sekretaris desa), Jogoboyo, Kamituwo, Jogotirto, dan beberapa perangkat desa lainnya. Tetapi pembantunya itu sering bersikap sendiko dhawuh. Para pembantunya tidak lebih dari para yes man, , selalu mengiyakan apa kata Pak Kromo. Di satu sisi hal itu sebenarnya Pak Kromo , diuntungkan karena setiap kata- katanya diterima tana perlawanan, baik oleh sesame pembantunya maupun warga desa. Namun dalam hati Pak Kromo menyimpan kegundahan. Ia berfikir jika hal ini terus terjadi tidak baik untuk kemajuan desanya. Pertama, Pak Kromo secara pribadi merasa bahwa ia dapat saja salah merencakan sesuatu. Kedua Pak Kromo tidak tahu apa isi hati para pembantunya dan warga desanyayang sesungguhnya. Ketiga Pak Kromo ingin melihat, jika suatu saat ia harus turun dari jabatan kepala desa ia tidak meninggalkan warisan yang bobrok. Keempat Pak Kromo menyadari bahwa di desanya terdapat beberapa orang yang sangat berpengaruh seperti Pak Cholid sebagai guru, Pak Abel sebagai petani, bahkan sebagai tuan Tanah di desanya, Pak Bintang yang berasal dari suku Batak menjadi babinsa, apakah orang orang tersebut bisa membantu Pak Kromo dan bisa hidup berdampingan atau justru sebaliknya. Berdasarkan informasi telik sandi dari tangan kanan Pak Kromo di desanya ada sekelompok orang yang berusaha untuk melakukan protes kepada Pak Kromo, kelompok itu berasal dari suku bangsa Madura dan Sunda yang memiliki beragam agama yang dianutnya. Kelompok tersebut secara diam-diam tidak sependapat dengan kebijakan Pak Kromo tentang pengaturan air sawah yang diatur oleh jogotirto, sehingga kelompok tersebut menganggap kebijakan tentang pengaturan air sangat merugikan masyarakat. Kelompok protes merasa dirinya yang paling benar dan tidak mau menerima pendapat, saran dari pihak manapun, dan loyalitas yang berlebihan terhadap kelompoknya, terutama dari dari suku Sunda, dan Madura. Karena sikap tersebut di Desa Pak Kromo muncul konflik dan tidak ada keharmonisan sosial. Suku Sunda dan Madura menganggap suku Jawa tidak mempunyai kekuatan dan lemah Dari Artikel tersebut diatas jawablah pertanyaan berikut 3. Ciri apakah yang dapat menimbulkan diferensiasi sosial di desa Pak Kromo

28

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks cerita sejarah di bawah ini! Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir Sejarah danau Toba dan pulau Samosir juga tak pernah lepas dari cerita rakyat yang beredar. Sampai saat ini cerita rakyat itu sudah menjadi legenda dan bahkan tidak sedikit yang membuat dokumentasi melalui film tentangnya. Legenda ini begitu masyhur sehingga dijaga dengan baik oleh anak turun yang tinggal disekitar danau Toba. Boleh dipercaya boleh tidak karena sejarah danau Toba ini termasuk ke dalam ciri khas adat dan budaya masyarakat danau Toba dan sekitarnya. Tak ada yang bisa menceritakan detail asli ceritanya karena memiliki banyak versi. Namun, seluruhnya berawal dari seorang nelayan bernama Toba, putri ikan, dan anaknya Samosir. Dahulu sebelum menjadi danau Toba, wilayah tersebut merupakan sebuah desa yang asri dengan sungai dan sawah sebagai media pencaharian masyarakatnya. Kehidupan yang sederhana begitu tampak dari masyarakat wilayah tersebut tak terkecuali bagi seorang petani bernama Toba. Hidupnya sederhana dan penuh dengan rasa syukur dalam kesehariannya meskipun diketahui mata pencahariannya hanya sebagai petani dan nelayan kecil di sungai. Suatu hari dia pergi ke sungai dengan harapan memperoleh ikan yang banyak untuk dijual dan dijadikan lauknya untuk makan. Tak seperti biasanya pada hari itu dia begitu kesulitan untuk mendapatkan ikan. Dia tetap bersabar mencari ikan hingga langit menunjukkan waktu sore hari sehingga dia memutuskan untuk pulang. Akan tetapi sesaat sebelum pulang dia merasakan bahwa kailnya bergerak dengan begitu kuat. Semangatlah dia untuk mendapatkannya karena berfikir akan mendapatan hasil tangkapan yang besar. Benar saja tak lama kemudian muncul ikan koi berwarna kuning keemasan yang elok lagi besar. Kemudian dibawalah hasil makanan tersebut ke rumahnya untuk dijadikan makanan. Saat ingin memasak makanan dia mengambil ikan itu, akan tetapi saat ingin mengambil ikan tersebut dia merasa iba dan kasihan dengan paras ikan ini. Akhirnya dia mengurungkan niatnya dan makan dengan lauk seadanya. Tak lupa dia memberikan makan untuk ikan itu juga. Keanehan terjadi saat pagi hari karena dia sudah tidak mendapati ikan di bejana namun banyak makanan yang tersedia diatas meja. Penasaran dia pun akhirnya terkaget dengan perempuan yang sedang berada di dapurnya. Belum sampai kagetnya hilang wanita tersebut mengaku sebagai jelmaan dari ikan yang telah ditangkapnya dna merupakan seorang putri ikan. Setelah tenang barulah Toba menanyakan kejelasan asal usul wanita tersebut. Singkat cerita mereka berdua saling jatuh cinta karena sering bersama. Akhirnya Toba menikahi putri ikan tersebut dengan syarat bahwa Toba tidak boleh menceritakan asal usul putri ikan kepada orang lain termasuk anaknya. Toba dan putri ikan hidup bahagia dengan cara yang sederhana. Meskipun putri ikan bisa menghasilkan emas dari sisiknya akan tetapi Toba tidak ingin berharap dari hasil tersebut. sekuat tenaga dia bekerja untuk menghidupi keluarganya. Sampai suatu ketika dia telah memiliki seorang pemuda yang bernama Samosir. Sayangnya Samosir termasuk anak yang hiperaktif dan susah diatur sehingga seringkali membuat masalah baik kepada keluarganya maupun penduduk sekitarnya. Akan tetapi Toba dan putri ikan tetap sabar untuk menghadapi anaknya tersebut. sudah tak terhitung lagi berapa masyarakat yang mengeluh pada Toba tentang perilaku anaknya namun ketika dinasehati oleh Toba, Samosir tetap bergeming. Hingga suatu ketika Samosir diperintahkan oleh ibunya yang tak lain putri ikan untuk mengantarkan makanan ke sawah. Makanan tersebut dikirim untuk ayahnya yang sedang bekerja. Saat menuju ke sawah Samosir ternyata justru memakan bekal untuk ayahnya tersebut dan tertidur dibawah pohon. Di sisi lain ayahnya begitu kelaparan menunggu kiriman makanan dari Samosir, sampai dia tak tahan akan rasa laparnya. Akhirnya dia memutuskan pulang untuk makan, sampai di tengah jalan dia menemukan anaknya sedang tidur dengan bekal di sampingnya. Ketika dibangunkan Samosir mengaku telah memakan habis bekalnya dan tertidur disana. Alangkah marahnya Toba mendengar anaknya yang masih bersikukuh merasa dirinya benar. Hingga akhirnya tak sengaja dia melanggar sumpahnya dengan berujar bahwa Samosir adalah anak ikan. Setelah berujar seperti maka langit tampak seperti marah dan menumpahkan hujan yang sangat lebat hingga menenggelamkan desanya. Putri ikan yang menyadari kesalahan suaminya hanya bisa tertunduk dan kembali menjadi ikan, sedangkan Samosir dikutuk oleh ayahnya sehingga menjadi pulau sedangkan Toba hanyut tenggelam terbawa arus dan akhirnya aliran sungai akibat hujan lebat itu menjadi sebuah danau yang ditengahnya terdapat pulau Samosir. Itulah legenda yang menjadi sejarah danau Toba. Analisislah kaidah penggunaan bahasa teks Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir yang menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu.

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Warga Desa Pak Kromo Saat Pak Kromo menjadi kepala desa, belum ada aturan yang mengatur perihal Lembaga Pemasyarakat Masyakat Kelurahan ( LPMPK ) , LPMK adalah Lembaga keluarahan yang memiliki struktur organisasi yang lengkap, ada ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi. Sebelumnnya kepala desa hanya ditemani seorang carik( sekarang lazim disebut sekretaris desa), Jogoboyo, Kamituwo, Jogotirto, dan beberapa perangkat desa lainnya. Tetapi pembantunya itu sering bersikap sendiko dhawuh. Para pembantunya tidak lebih dari para yes man, , selalu mengiyakan apa kata Pak Kromo. Di satu sisi hal itu sebenarnya Pak Kromo , diuntungkan karena setiap kata- katanya diterima tana perlawanan, baik oleh sesame pembantunya maupun warga desa. Namun dalam hati Pak Kromo menyimpan kegundahan. Ia berfikir jika hal ini terus terjadi tidak baik untuk kemajuan desanya. Pertama, Pak Kromo secara pribadi merasa bahwa ia dapat saja salah merencakan sesuatu. Kedua Pak Kromo tidak tahu apa isi hati para pembantunya dan warga desanyayang sesungguhnya. Ketiga Pak Kromo ingin melihat, jika suatu saat ia harus turun dari jabatan kepala desa ia tidak meninggalkan warisan yang bobrok. Keempat Pak Kromo menyadari bahwa di desanya terdapat beberapa orang yang sangat berpengaruh seperti Pak Cholid sebagai guru, Pak Abel sebagai petani, bahkan sebagai tuan Tanah di desanya, Pak Bintang yang berasal dari suku Batak menjadi babinsa, apakah orang orang tersebut bisa membantu Pak Kromo dan bisa hidup berdampingan atau justru sebaliknya. Berdasarkan informasi telik sandi dari tangan kanan Pak Kromo di desanya ada sekelompok orang yang berusaha untuk melakukan protes kepada Pak Kromo, kelompok itu berasal dari suku bangsa Madura dan Sunda yang memiliki beragam agama yang dianutnya. Kelompok tersebut secara diam-diam tidak sependapat dengan kebijakan Pak Kromo tentang pengaturan air sawah yang diatur oleh jogotirto, sehingga kelompok tersebut menganggap kebijakan tentang pengaturan air sangat merugikan masyarakat. Kelompok protes merasa dirinya yang paling benar dan tidak mau menerima pendapat, saran dari pihak manapun, dan loyalitas yang berlebihan terhadap kelompoknya, terutama dari dari suku Sunda, dan Madura. Karena sikap tersebut di Desa Pak Kromo muncul konflik dan tidak ada keharmonisan sosial. Suku Sunda dan Madura menganggap suku Jawa tidak mempunyai kekuatan dan lemah Dari Artikel tersebut diatas jawablah pertanyaan berikut 4. Bagaimana pendapat kalian tentang artikel tersebut jika dihubungan dengan partikuralisme kelompok .

19

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah cerpen berikut dengan saksama ! Bisnis Kambing Pagi itu matahari mulai mengintip di ufuk. Desa Karang Kabulutan masih berbalut kabut tipis. Sebagian besar penduduk desa itu belum berani keluar rumah karena udara yang sangat dingin. Baru satu dua warga desa ya ng keluar rumah untuk sekadar menghirup segarnya udara pagi. Itu pun sambil berselimut sarung lebar. Padi di sawah-sawah desa baru dipanen beberapa hari yang lalu sehingga tak ada yang perlu berang kat ke sawah pagi-pagi buta. Jalanan desa masih lengang, tenang, dan damai. Tapi, ketenangan itu terusik oleh kejadian yang tak terduga. "Aaaaaaaaaaaaa ... , " Gareng terlihat berteriak ketakutan sambil berlari terbirit-birit. Di belakangnya, Petruk mengejar sambil mengacungkan golok pendeknya. Gareng yang kurus kecil lincah berlari menerobos pagar hidup untuk menghindar dari pengejarnya. Petruk makin dibakar amarah. Ia memang tak mungkin menerobos pagar hidup berupa deretan tanaman teh-tehan seperti yang dilakukan Gareng karena tubuhnya sangat tinggi, tetapi ia dapat melompatinya. Gareng makin panik karena setiap kali ia menerobos deretan teh-tehan, tahu-tahu Petruk sudah di depannya. Akhirnya, ia nekat menerobos semak-semak berduri lalu berlari sekuat tenaga menuju rumah Semar, sesepuh desa. Semarlah satu satu nya harapan baginya. "Ramaaaaaa," Gareng menjerit sekuat tenaga. Harapannya tak sia-sia. Entah kapan tahu-tahu Semar telah berdiri di situ, menyambar tubuh mungil Gareng dan menyembunyikannya di balik punggung gempalnya. Petruk yang sampai di tempat itu pura-pura tak melihat Semar. Ia langsung memutari punggung Semar lalu menerjang Gareng yang meringkuk ketakutan. Semar tak tinggal diam. Kaki kanannya terayun cepat ke dada Petruk. Petruk jatuh terkapar. Geleknya jatuh. Petruk mendongakkan kepala ke arah Semar dan terkejut bukan buatan. Tubuh Semar terlihat menggigil dan matanya memera h saga. Sontak Petruk menubruk kaki Semar seraya meminta ampun. Hanya itu satu-satunya cara membujuk Semar agar mengurungkan ajian legendari snya, ajian yang efeknya jauh lebih hebat dari pada senjata seekor sigung. Petruk pernah terkena ajian yang membuatnya trauma. Berhari-hari ia tak mampu makan dan hanya muntah angin akibat bau superbusuk ya ng tak mau pergi dari hidungnya. Tak mau ia mengalaminya lagi. Melihat Petruk yang keta kutan dan terus meminta ampun itu, Semar pun mem batalkan ajiannya. Sikapnya kembali lembut seperti biasa. Petruk dan Gareng duduk bersimpuh di rerumputan basah. "Ada apa sebenarnya? Mengapa kalian sesama saudara saling bertengkar? Apa masalahnya?" tanya Semar. Tak ada yang berani menjawab. "Jawab, Reng! " Semar sedikit membentak. "Eh . . anu ... Dulu aku sama Petruk pernah berkongsi beternak kambing. Kami patungan mem beli seekor kambing beti na. Untuk perawatannya, Petruk menawari aku apakah memilih bagian depan atau bagian belakang," jawab Gareng. "Maksudnya depan-belakang itu apa?" tanya Semar lagi. "Kalau memilih depan berarti bertugas mencarikan makan. Kalau memilih bagian belakang berarti tugasnya membersihkan kandang." "Lha, terus?" "Kakiku masih kerengan, alergi kalau kena kotoran kambing. Makanya aku memilih bagian depan. Jadi, tugasku mencarikan rumput untuk kambing itu dan Petruk bertugas membersi hkan kandangnya ." "Lha itu cukup adil. Lalu?" "Setelah dikawinkan, kambing itu bunting lalu melahirkan dua ekor anak kambing." "Nah, itu sudah pas sekali. Kalau beranak dua, berarti masing - masing dapat seekor." "Tapi, aku tidak diberi seekor pun, Rama! " Gareng menjawab dengan emosi . "Lho, kok bisa?" "Kata Petruk, sesuai perjanjian semula, yang berhak atas anak-anak kambing itu adalah yang memilih bagian belakang karena anak kambing lahirnya lewat belakang. Tapi, kan tidak mungkin ada kambing yang beranak lewat mulut?" "Ooo .. lalu anak kambing itu diambil Petruk semua?" "lya .. " "Lalu mengapa Petruk mengejar kamu tadi?" "Tadi pagi kambing-kambi ngnya kulepas lalu kuhalau ke hutan sana." Semar terdiam. Matanya memandang Petruk dan Gareng bergantian. Yang dipandang hanya tertunduk. "Jangan curang dalam bekerja sama, apalagi curang dengan mengandalkan debat kusir. Petruk, minta maaf pada kakakmu! Gareng, minta maaf pada adikmu!" Petruk dan Gareng bersalaman. "Maafkan aku, Kang Gareng. Sebenarnya aku tak bermaksud mengakalimu. Aku cuma ingin mem berimu pelajaran agar jangan terlalu naif." "Aku memang bodoh , Truk. Tapi aku sekarang tak akan terlalu bodoh lagi untuk percaya pada saudara yang licik . . . " "Siapa yang licik?" "Kamu!" "Kamu itu yang bodoh!" "Kamu licik!" "Kamu bod . ." "Diam!" Semar berteriak m arah. Badannya menggigil, perutnya mulai digembungkan. Melihat tanda-tanda membahayakan itu Petruk dan Gareng serentak berlari lintang-pukang menjauh sejauh -jauhnya . Gas beracun ajian Rama Semar tak bisa dianggap enteng. Lukiskan latar cerita pada teks di atas!

2

1.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah kedua teks anekdot berikut. Teks 1 Pilkades akan diselenggarakan besok pagi. Semua warga sepertinya sudah menentukan pilihan masing-masing. Pagi-pagi, seperti biasanya, ibu-ibu belanja di tukang sayur keliling. "Wah, serangan fajar, nih!" celetuk Bu Titik yang tidak sengaja melihat tukang sayur itu memasukkan bungkusan ke kresek-kresek belanjaan. "Ah, ibu ini bisa aja. lni hanya bonus kecil untuk para pelanggan tercinta. Saya hanya ingin berbagi kebaikan," kata si tukang sayur seraya berpamitan. Beberapa orang masih berkumpul di dekat poskamling dan membuka bungkusan yang diberi tukang sayur itu. Ternyata, bungkusan itu berisi serbet yang berlambang angka #7. Di dalam bungkusan, juga terselip amplop kecil berisi uang Rpl 2.000,00. Saat uang diambil, ada pesan di dalam amplop. "Jika terpilih, kami akan menambahkan sisanya, Rp 188.000,00." "Hahahaha. Begini yang dibilang bukan serangan fajar?" Orang-orang tertawa melihat kejadian tersebut. Teks 2 Farhan: Pak Martin kalau mengisi seminar kok tidak pernah beranjak dari tempat duduknya seperti yang lain. Kira-kira kenapa, ya? Jordan: Paling-paling, Pak Martin sedang kelelahan. 'Kan di rumahnya, Pak Martin juga menjalankan usaha. Farhan: Ah, iya. Benar juga. Ditambah lagi, Pak Martin juga aktif kegiatan sosial kan. Nando: Ah, kalian ini sok tahu. Pak Martin tidak pernah beranjak dari tempat duduk itu karena dia adalah pejabat. Jordan dan Farhan: Hah? Apa hubungannya? Nando: Ya kan kalau pejabat selalu berebut kursi. Pak Martin tentu tidak mau kursinya diduduki orang lain. Jordan dan Farhan: (bergeming tanpa ekspresi mendengar jawaban Nando) Perbedaan kedua teks anekdot tersebut adalah . .. A. Teks 1 menjelaskan pilkades, sedangkan Teks 2 menjelaskan pilkada. B. Teks 1 memiliki tiga tokoh, sedangkan Teks 2 memiliki banyak tokoh. C. Teks 1 disajikan secara naratif, sedangkan Teks 2 disajikan dalam bentuk dialog. D. Teks 1 menggunakan bahasa informal, sedangkan Teks 2 menggunakan bahasa formal. E. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang pertama, sedangkan Teks 2 menggunakan sudut pandang orang ketiga.

1

5.0

Jawaban terverifikasi