Rahmat S

19 Januari 2022 16:38

Iklan

Rahmat S

19 Januari 2022 16:38

Pertanyaan

Pada tanggal berapa presiden Ir.soekaro mengakhiri jabatannya sebagai presiden ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

30

:

03

Klaim

1

1


Iklan

P. Rafika

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

21 Januari 2022 08:07

Hai Rahmat S., kakak bantu jawab ya. Presiden Soekarno secara resmi mengajukan pengunduran diri pada Rabu tanggal 22 Februari 1967, tepat pukul 19.30 WIB. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Setelah dikeluarkannya Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) tahun 1966, terjadi dualisme kepemimpinan, yaitu Presiden Soekarno sebagai presiden dan Soeharto sebagai pengemban Supersemar. Soeharto yang namanya kian melejit di publik, berbanding terbalik dengan Presiden Soekarno yang pamornya kian redup. Hal ini dikarenakan Presiden Soekarno dianggap tidak mewakili aspirasi rakyat yang menuntut pembubaran PKI, sedangkan Soeharto, sehari setelah keluarnya Supersemar langsung membubarkan PKI. Meskipun Soekarno masih memimpin sebagai pemimpin kabinet, tetapi pelaksanaan pimpinan dan tugas harian dipegang oleh Soeharto. Kondisi seperti ini berakibat pada munculnya “dualisme kepemimpinan nasional”. Dalam Sidang MPRS yang digelar sejak akhir bulan Juni sampai awal Juli 1966 memutuskan menjadikan Supersemar sebagai Ketetapan (Tap) MPRS. Dengan dijadikannya Supersemar sebagai Tap MPRS, secara hukum Supersemar tidak lagi bisa dicabut sewaktu-waktu oleh Presiden Soekarno. Bahkan, secara hukum Soeharto mempunyai kedudukan yang sama dengan Soekarno, yaitu Mandataris MPRS.Dalam Sidang MPRS itu juga, majelis mulai membatasi hak prerogatif Soekarno selaku presiden. Secara eksplisit dinyatakan bahwa gelar “Pemimpin Besar Revolusi” tidak lagi mengandung kekuatan hukum. Pada 22 Juni 1966, Presiden Soekarno membacakan pidato Nawaksara ("Nawa", artinya sembilan, dan "aksara" artinya pokok atau istilah), yang berisi sembilan pokok persoalan pemerintah dalam sidang MPRS. Selanjutnya pada sidang MPRS, 10 Januari 1967, Presiden Soekarno membacakan pidato Nawaksara-pel (Pelengkap Nawaksara). Akan tetapi, kedua pidato tersebut menimbulkan ketidakpuasan anggota MPRS karena tidak membahas mengenai dalang peristiwa G 30 S. Presiden Soekarno pun menolak memberikan pertanggungjawaban mengenai kemerosotan ekonomi serta peristiwa G 30 S kepada MPRS. Sehubungan dengan keadaan politik yang semakin tidak kondusif diawal tahun 1967, maka dilakukan pendekatan kepada Presiden Soekarno. Setelah dibujuk oleh Soeharto serta beberapa orang Jenderal, Presiden Soekarno menyetujui draft berisi pernyataan bahwa Presiden berhalangan atau menyerahkan kekuasaan kepada Pengemban Surat Perintah 11 Maret 1966. Meski awalnya, Presiden Soekarno menolak pernyataan draft tersebut, akhirnya Presiden Soekarno menyetujuinya. Lalu, diumumkan pada Rabu tanggal 22 Februari 1967, tepat pada pukul 19.30 WIB pengunduran Presiden Soekarno. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi