Anonim N

13 Juni 2023 01:04

Iklan

Anonim N

13 Juni 2023 01:04

Pertanyaan

Pada Tanggal 16 Desember 1949, Ir. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sehingga tidak ada sosok yang menempati jabatan presiden RI. Menurut kondisi tersebut,ketua KNIP, Mr. Assaat ditunjuk sebagai pejabat presiden RI. Tanggal 27 Desember 1949 Mr. Assaat dilantik menjadi pemangku jabatan Presiden RI sekaligus dilakukan acara serah terima jabatan dari Soekarno kepada Mr. Assat. Analisislah alasan apa yang mendasari langkah tersebut harus diambil ?

Pada Tanggal 16 Desember 1949, Ir. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sehingga tidak ada sosok yang menempati jabatan presiden RI. Menurut kondisi tersebut,ketua KNIP, Mr. Assaat ditunjuk sebagai pejabat presiden RI. Tanggal 27 Desember 1949 Mr. Assaat dilantik 
menjadi pemangku jabatan Presiden RI sekaligus dilakukan acara serah terima jabatan dari Soekarno kepada Mr. Assat. Analisislah alasan apa yang mendasari langkah tersebut harus diambil ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

15

:

45

:

26

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

25 Januari 2024 03:41

Jawaban terverifikasi

<p>Pada tanggal 16 Desember 1949, Ir. Soekarno terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, pada tanggal 27 Desember 1949, Mr. Assaat dilantik menjadi pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) setelah adanya serah terima jabatan dari Soekarno. Keputusan ini dapat dijelaskan oleh beberapa alasan:</p><p><strong>Perubahan Bentuk Negara:</strong> Pada saat terpilihnya Soekarno sebagai Presiden RIS, Indonesia masih berada dalam konteks negara federasi yang disebut Republik Indonesia Serikat. Namun, perubahan konstitusi dan bentuk negara menjadi Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 menuntut adanya pengaturan ulang jabatan presiden.</p><p><strong>Kepemimpinan Sebagai Pemangku Jabatan:</strong> Dengan Soekarno terpilih sebagai Presiden RIS pada tanggal 16 Desember 1949, posisi Presiden Republik Indonesia masih belum jelas. Pemilihan Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI pada tanggal 27 Desember 1949 mungkin dilakukan untuk memastikan kontinuitas kepemimpinan di tengah perubahan bentuk negara.</p><p><strong>Pentingnya Kepemimpinan:</strong> Dalam situasi politik yang dinamis dan penuh tantangan, keberlanjutan kepemimpinan dianggap penting. Dengan menunjuk Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI, dapat dijamin kelangsungan pemerintahan dan stabilitas dalam konteks perubahan sistem pemerintahan.</p><p><strong>Proses Diplomasi dan Pengakuan Internasional:</strong> Langkah-langkah ini mungkin juga dipengaruhi oleh pertimbangan diplomasi dan pengakuan internasional terhadap kedaulatan Republik Indonesia. Menetapkan pemimpin yang jelas dalam Republik Indonesia yang baru terbentuk dapat memudahkan proses diplomasi dan pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain.</p><p><strong>Simbol Persatuan:</strong> Penunjukan Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI juga dapat diartikan sebagai upaya untuk menunjukkan persatuan di tengah perubahan bentuk negara. Ini dapat menjadi simbol kesinambungan dan stabilitas dalam pemerintahan Indonesia.</p><p><br>&nbsp;</p>

Pada tanggal 16 Desember 1949, Ir. Soekarno terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, pada tanggal 27 Desember 1949, Mr. Assaat dilantik menjadi pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) setelah adanya serah terima jabatan dari Soekarno. Keputusan ini dapat dijelaskan oleh beberapa alasan:

Perubahan Bentuk Negara: Pada saat terpilihnya Soekarno sebagai Presiden RIS, Indonesia masih berada dalam konteks negara federasi yang disebut Republik Indonesia Serikat. Namun, perubahan konstitusi dan bentuk negara menjadi Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 menuntut adanya pengaturan ulang jabatan presiden.

Kepemimpinan Sebagai Pemangku Jabatan: Dengan Soekarno terpilih sebagai Presiden RIS pada tanggal 16 Desember 1949, posisi Presiden Republik Indonesia masih belum jelas. Pemilihan Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI pada tanggal 27 Desember 1949 mungkin dilakukan untuk memastikan kontinuitas kepemimpinan di tengah perubahan bentuk negara.

Pentingnya Kepemimpinan: Dalam situasi politik yang dinamis dan penuh tantangan, keberlanjutan kepemimpinan dianggap penting. Dengan menunjuk Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI, dapat dijamin kelangsungan pemerintahan dan stabilitas dalam konteks perubahan sistem pemerintahan.

Proses Diplomasi dan Pengakuan Internasional: Langkah-langkah ini mungkin juga dipengaruhi oleh pertimbangan diplomasi dan pengakuan internasional terhadap kedaulatan Republik Indonesia. Menetapkan pemimpin yang jelas dalam Republik Indonesia yang baru terbentuk dapat memudahkan proses diplomasi dan pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain.

Simbol Persatuan: Penunjukan Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI juga dapat diartikan sebagai upaya untuk menunjukkan persatuan di tengah perubahan bentuk negara. Ini dapat menjadi simbol kesinambungan dan stabilitas dalam pemerintahan Indonesia.


 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

24

5.0

Jawaban terverifikasi