Yuni W

07 Juni 2021 06:52

Iklan

Yuni W

07 Juni 2021 06:52

Pertanyaan

Pada tanggal 1 Juli 1949 secara resmi pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Panglima Besar Jendral Sudirman tiba di Yogyakarta tanggal 10 Juli 1949 dan pada tanggal 13 Juli 1949 diselenggarakan sidang Kabinet Republik Indonesia yang pertama. Hal yang diputuskan dalam sidang tersebut adalah.....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

27

:

16

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Fauzia

Mahasiswa/Alumni Universitas Indraprasta PGRI

28 Januari 2022 00:02

Jawaban terverifikasi

Hai Yuni F, kakak bantu jawab ya. Pada tanggal 1 Juli 1949 secara resmi pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Panglima Besar Jendral Sudirman tiba di Yogyakarta tanggal 10 Juli 1949 dan pada tanggal 13 Juli 1949 diselenggarakan sidang Kabinet Republik Indonesia yang pertama. Hal yang diputuskan dalam sidang tersebut adalah mengembalikan mandat mengenai pemerintahan Indonesia seperti semula kepada Soekarno dan Hatta. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. Pada 14 Januari 1946 ibu kota negara Indonesia yang tadinya di Jakarta di pindahkan ke Yogyakarta. Pada 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta berhasil dikuasai Benlanda pada saat Agresi Militer Belanda II dan pada waktu itu para pemimpin Indonesia, seperti Sukarno, Moh Hatta dan Sutan Syahrir, dan Agus Salim ditangkap dan diasingkan Belanda ke daerah luar Jawa, sehingga akan terjadi kekosongan pemerintahan. Ternyata sebelum ditanggkap, Sukarno dan Moh. Hatta menggelar rapat dan memberikan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran untuk membentuk pemerintahan sementara. Mendengar ibu kota lumpuh dan sejumlah tokoh ditangkap, Safruddin Prawiranegara bersama Kol. Hidayat, panglima tentara dan teritorium Sumatera mengunjungi Teuku Mohammad Haasan, Gubernur Sumatera di kediamannya mengadakan perundingan. Kemudian mereka langsung menuju Halaban, dan di sana mereka membentuk PDRI, (Pemerintah Darurat Republik Indonesia)atau Kabinet Darurat yang di pimpin oleh Syarifuddin Prawiranegara. Peran PDRI adalah mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dengan cara mengisi kekosongan pemerintahan, menjalin hubungan dengan negara-negara lain, dan memberi informasi-informasi tentang keberadaan dan perjuangan Indonesia dengan cara disebarluaskan ke berbagai penjuru dunia agar negara-negara lain tahu mengenai keadaan Indonesia yang sesungguhnya. PDRI berakhir ketika perjanjian Roem-Royen yang disepakati oleh Belanda dan Indonesia disahkan pada 1 Juli 1949 tercapai. Pada tanggal 13 Juli 1949 Presiden RI Ir. Sukarno dan Moh. Hatta kembali ke Yogyakarta dan Syarifuddin mengembalikan mandatnya pada Ir. Soekarno sebagai kepala negara. Semoga membantu yaa :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi