Agung S

09 November 2021 16:36

Iklan

Agung S

09 November 2021 16:36

Pertanyaan

Pada tahun 1913, Pemerintahan Belanda mempersiapkan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasannya dari kekuasaan Prancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Hal ini ditentang oleh para tokoh Indische Partij dengan alasannya adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

55

:

26

Klaim

12

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kamelia S

09 November 2021 22:45

Jawaban terverifikasi

suwardi suryaningrat memuat artikel Als ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda). Penjelasan: Saat itu pemerintah Belanda akan mengadakan peringatan 100 tahun bebasnya Belanda dari tangan Napoleon Bonaparte (Prancis). Perayaan ini direncanakan diperingati juga oleh pemerintah Hindia Belanda. Adalah suatu yang kurang pas di mana suatu negara penjajah melakukan upacara peringatan pembebasan dari penjajah pada suatu bangsa yang dia sebagai penjajahnya. Hal yang ironis ini mendatangkan cemoohan termasuk dari para pemimpin Indische Partij. R.M. Suwardi Suryaningrat menulis artikel bernada sarkastis yang berjudul Als ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda). Akibat dari tulisan itu R.M. Suwardi Suryaningrat ditangkap. Menyusul sarkasme dari Dr. Cipto Mangunkusumo yang dimuat dalam De Expres tanggal 26 Juli 1913 yang diberi judul Kracht of Vrees?, berisi tentang kekhawatiran, kekuatan, dan ketakutan. Dr. Tjipto pun ditangkap, yang membuat rekan dalam Tiga Serangkai, Douwes Dekker mengkritik dalam tulisan di De Express tanggal 5 Agustus 1913 yang berjudul Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat (Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat). Kecaman-kecaman yang menentang pemerintah Belanda menyebabkan ketiga tokoh dari Indische Partij ditangkap.


Iklan

S. Salsabilla

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

27 November 2021 14:41

Jawaban terverifikasi

Hallo Agung, kakak bantu jawab ya :) Alasan perayaan kemerdekaan Belanda dari Prancis ditentang karenaadanya penarikan sumbangan kepada masyarakat Indonesia. Als Ik Eens Nedhelander Was merupakan artikel yang ditulis oleh Ki Hadjar Dewantara dalam surat kabar De Express terbitan 13 Juli 1913. Dalam tulisan tersebut, Ki Hadjar Dewantara menyindir kehendak pemerintah kolonial yang ingin merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Perancis secara besar-besaran di Indonesia. Perayaan tersebut dianggap melenceng dari semangat kemerdekaan yang digaungkan oleh Belanda, dimana aparat kolonial berniat menarik uang sumbangan kepada seluruh warga Hindia Belanda. Tulisan Als Ik Eens Nedherlander Was dicetak dalam dua bahasa, Bahasa Melayu dan Belanda. Isi tulisan yang memprotes pemerintah Belanda, bahwa bangsa Hindia tak selayaknya ikut merayakan kemerdekaan bangsa yang sedang menindasnya.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

28

5.0

Jawaban terverifikasi