Agung S

25 Desember 2021 17:10

Iklan

Agung S

25 Desember 2021 17:10

Pertanyaan

Pada tahun 1667 Kesultanan Gowa-Tallo (Makassar) menyerah dan Sultan Hassanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya. Berikut ini adalah isi perjanjian Bongaya yang terjadi pada tahun 1667 M. 1) Makassar melepaskan daerah kekuasaannya, seperti bone dan pulau-pulau di luar Makassar 2) VOC memperoleh hak monopoli dagang di makassar 3) Arung palaka di akui raja Bone 4) Makassar harus membayar kerugian perang kepada VOC berupa hasil bumi setiap tahunnya 5) Makassar menyerahkan seluruh benteng kepada VOC Berdasarkan pernyataan di atas isi perjanjian yang merugikan Makasaar dari segi politik terdapat pada nomor .... A. 1) dan 2) B. 1) dan 3) C. 1) dan 5) D. 2) dan 4) E. 5) dan 3) (semua Jawaban benar)

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

13

:

42

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Galuh

Mahasiswa/Alumni Universitas Lampung

13 Januari 2022 06:36

Jawaban terverifikasi

Hai Agung S, kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah B. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut: Perjanjian Bongaya adalah perjanjian antara Kerajaan Gowa-Tallo (Makassar) dan VOC. Perjanjian ini dilatarbelakangi karena adanya perang yang terjadi antara Kerajaan Gowa melawan VOC. Perlawanan Kerajaan Gowa menghadapi Belanda mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, putera Sultan Muhammad Said dan cucu Sultan Alaudin pada 1653-1669 Masehi. Selain menghadapi Belanda, Sultan Hasanuddin juga menghadapi perlawanan Aru Palakka dari Soppeng-Bone pada tahun 1660 Masehi. Akhirnya, Kerajaan Gowa tidak mampu lagi menghadapi pasukan Belanda yang dilengkapi dengan persenjataan canggih dan tambahan sekutunya yakni Aru Palakka. Dalam upaya keras mempersiapkan pasukan dan strategi, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian Bongaya. Perjanjian Bongaya dilakukan pada 18 November 1667 Masehi, di daerah Bongaya. Dalam perjanjian tersebut, Sultan Hasanuddin harus mengakui kekalahannya atas VOC. Isi dari perjanjian tersebut terdiri atas 30 pasal yang berisi enam hal pokok sebagai berikut. 1. Makassar harus mengakui monopoli perdagangan VOC. 2. Wilayah Makassar dipersempit hingga tinggal Gowa saja. 3. Makassar harus membayar ganti rugi atas peperangan. 4. Hasanuddin harus mengakui Aru Palakka sebagai Raja Bone. 5. Gowa tertutup bagi orang asing selain VOC. 6. Benteng-benteng yang ada harus dihancurkan kecuali Benteng Rotterdam. Isi perjanjian Bongaya sangat merugikan Kerajaan Gowa-Tallo dalam berbagai segi, salah satunya dalam segi politik. Dalam segi politik, Kerajaan Gowa-Tallo dirugikan karena ia harus melepaskan daerah kekuasaannya seperti Bone dan daerah-daerah lain di luar Makassar. Ia juga terpaksa harus mengakui Aru Palakka sebagai Raja Bone yang dulu berhasil ditaklukannya. Kehilangan wilayah kekuasaan membuat eksistensi politik Kerajaan Gowa-Tallo mengalami penurunan dan menjadi awal keruntuhan Kerajaan Gowa-Tallo. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

39

5.0

Jawaban terverifikasi