Celine K

11 Februari 2022 07:05

Iklan

Celine K

11 Februari 2022 07:05

Pertanyaan

Pada saat melaksanakan sistem tanam paksa, pemerintah kolonial Belanda memberikan Cuktuurprocenten (persenan) kepada penguasa pribumi. Tindakan pemerintah kolonial Belanda tersebut mengakibatkan...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

29

:

00

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Subadri

12 Februari 2022 19:25

Jawaban terverifikasi

Hallo Celine K, kakak bantu jawab ya. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah para bupati maupun kepala desa menyelewengkan tanam paksa dengan tujuan untuk mendapatkan bonus sebanyak-banyaknya. Cultuur procenten dilaksanakan pada masa tanam paksa Oleh Van Den Bosch. Untuk mengawasi pelaksanaan tanam paksa, Belanda menyandarkan pada sistem tradisional dan feodal. Para bupati dipekerjakan sebagai mandor/pengawas dalam tanam paksa. Para bupati sebagai perantara tinggal meneruskan perintah dari pejabat Belanda. Agar para bupati dan kepala desa menunaikan tugasnya dengan baik, pemerintah kolonial memberikan perangsang yang di sebut Cultuur Procenten. Cultuur Procenten adalah bonus dalam persentasi tertentu yang diberikan kepada para pegawai Belanda, para bupati, dan kepala desa apabial hasil produksi di suatu wilayah mencapai atau melampaui target yang dibebankan. Cultuur procenten dimanfaatkan oleh para bupati dan kepala desa untuk mendapatkan hadiah sebanyak - banyaknya. Hal ini menjadi penyimpangan. Karena salah satu aturan tanam paksa adalah setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan. Kenyataannya kelebihan itu tidak dikembalikan tetapi tetap disetorkan kepada pengawas dan bahkan mereka dipaksa menanam sebanyak- banyaknya agar para bupati dan kepala desa mendapat cultuur procenten sebanyak- banyaknya. Tanam paksa menjadi era paling eksploitatif dalam praktik ekonomi Hindia Belanda. Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistem monopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yang sangat dibutuhkan pemerintah. Sementara rakyat sengsara. Dengan demikian, kolonial Belanda memberikan Cuktuurprocenten (persenan) kepada penguasa pribumi. Tindakan pemerintah kolonial Belanda tersebut mengakibatkan para bupati maupun kepala desa menyelewengkan tanam paksa dengan tujuan untuk mendapatkan bonus sebanyak-banyaknya. Semoga membantu.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

29

5.0

Jawaban terverifikasi