Vira R
21 Juli 2022 16:02
Iklan
Vira R
21 Juli 2022 16:02
Pertanyaan
2
1
Iklan
Y. Yusrijal
Mahasiswa/Alumni Universitas Serambi Mekkah
14 Oktober 2022 14:55
Jawaban:
"kelompok sarekat islam merah di bawah pimpinan Semaun membentuk organisasi yang bernama Sarekat Rakyat yang pada akhirnya menjadi Partai Komunis Indonesia"
Pembahasan:
Pada tahun 1914, beberapa anggota Sarekat Islam mendapatkan pengaruh ideologi Komunis dari tokoh Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) bernama Henk Sneevliet. Anggota-anggota Sarekat Islam seperti Semaoen, Darsono, Alimin, dan Tan Malaka berusaha mengubah perjuangan Sarekat Islam ke arah yang lebih radikal sesuai dengan semangat komunisme. Upaya mereka mendapatkan perlawanan dari golongan Islam konservatif seperti Kartosuwiryo, Agus Salim dan Abdoel Moeis.
Perpecahan pada Sarekat Islam terbagi menjadi dua bagian, yaitu SI Merah dan SI Putih. Perpecahan ini terjadi lantaran adanya agitasi dari para golongan komunis melalui tokoh Semaun dan Darsono ke dalam organisasi SI. SI Putih sendiri adalah organisasi yang berhaluan kanan, diketuai oleh Tjokroaminoto, sedangkan SI Merah berhaluan kiri dipimpin oleh Semaun dari Semarang. SI Merah kemudian berubah menjadi Sarekat Rakyat yang pada akhirnya menjadi Partai Komunis Indonesia. Lewat Kongres Madiun pula SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam atau PSI. Perubahan nama ini untuk makin memfokuskan perjuangan politik organisasi tersebut.
Dengan demikian, kelompok Sarekat Islam merah di bawah pimpinan Semaun membentuk organisasi yang bernama Sarekat Rakyat yang pada akhirnya menjadi Partai Komunis Indonesia.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!